Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Cemburu


__ADS_3

" Aku tidak tahu, yang pasti aku sangat nyaman bila dekat denganmu, memang kenapa?" tanya Federick.


" Tidak aku hanya bertanya saja. Apakah kak Federick menganggapku sebagai wanita murahan? tanya dokter Sandra sambil menahan air mata agar tidak keluar.


" Kenapa ngomong seperti itu?" tanya Federick dengan nada terkejut


" Gadis pelayan yang tadi menabrakku mengatakan kalau kak Federick dan gadis itu akan melakukan hubungan suami istri, apakah itu benar?" tanya dokter Sandra sambil menghadap ke langit - langit agar air matanya tidak keluar.


" Kalau itu benar apakah kamu cemburu?" goda Federick


" Tidak, kalau itu benar menikahlah dengannya dan kumohon jangan dekati aku lagi." pinta dokter Sandra sambil menatap mata Federick kemudian berjalan meninggalkan Federick.


" Aku ingin berangkat kerja sendiri, tidak perlu di antar." sambung dokter Sandra.


" Kenapa apartemenmu tidak di kunci apakah kamu tidak takut jika ada pencuri masuk?" tanya Federick membalikkan badannya.


" Tidak." ucap dokter Sandra yang tetap melanjutkan jalannya menuju ke arah pintu keluar karena dokter Sandra tidak ingin Federick melihat dirinya menangis.


" Kenapa?" tanya Federick terkejut


" Berarti dia sangat membutuhkan uang makanya dia mencuri." ucap dokter Sandra sambil tangan kanannya diangkat untuk memegang ganggang pintu.


grep


Federick menarik tangan dokter Sandra membuat punggung dokter Sandra menabrak tubuh Federick. Federick membalikkan tubuh dokter Sandra agar dapat menatap wajah dokter Sandra.


Federick terkejut melihat air mata yang jatuh di pipi dokter Sandra dan menghapusnya dengan ke dua ibu jarinya.


" Kenapa menangis?" tanya Federick dengan nada lembut.


" Tidak ada." jawab dokter Sandra sambil menundukkan wajahnya.


" Apakah kamu mencintaiku?" tanya Federick tanpa basa basi sambil mengangkat dagu dokter Sandra agar menatap dirinya.


" Aku tidak tahu, yang pasti aku merasa nyaman dekat denganmu." ucap dokter Sandra


" Apakah kamu cemburu?" tanya Federick ulang


" Aku juga tidak tahu tapi hatiku terasa sakit ketika pelayan itu mengatakannya. Memang terasa aneh kita baru saja kenal. Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" tanya dokter Sandra.


" Apa itu?" tanya Federick


" Kalau memang pelayan itu mengatakannya kalau kalian berdua melakukan itu menikahlah dulu baru melakukan perbuatan itu." pinta dokter Sandra.


" Pfftttt... hahaha... kamu cemburu ya?" goda Federick sambil tertawa.


" Tidak, sudahlah aku mau pergi." ucap dokter Sandra cemberut sambil melepaskan tangan Federick yang memegang dagunya.


cup


Federick menahan tangannya yang ingin di lepas dokter Sandra kemudian mengecup bibirnya singkat.


" Kak Federick kenapa sich sukanya cium bibirku!!" protes dokter Sandra


" Bibirmu manis jadinya aku kecanduan ingin mencium terus." ucap Federick tanpa dosa.


" Tidak boleh menciumku lagi." ucap dokter Sandra sambil matanya mendelik.


" Kenapa tidak boleh?" tanya Federick sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Kak Federick bukan kekasihku jadi tidak boleh, kita berangkat sudah terlambat." ucap dokter Sandra.


" Bagaimana mulai sekarang kita menjadi pasangan kekasih." ucap Federick


" Kak Federick bercanda, tidak lucu." ucap dokter Sandra


" Serius aku tidak bercanda, memang terlalu cepat tapi jujur aku merasa nyaman denganmu." ucap Federick


Dokter Sandra terdiam hatinya sebenarnya sangat senang mendengar ucapan Federick.


" Lalu bagaimana dengan pelayan itu?" tanya dokter Sandra penasaran

__ADS_1


" Dia hanya mengarang saja dan aku akan menghukumnya." ucap Federick


" Menghukumnya? maksudnya gadis itu akan di cambuk?" tanya dokter Sandra


" Mungkin." ucap Federick santai


" Diakan tidak sengaja, kenapa di hukum berat?" tanya dokter Sandra sendu


" Sudah peraturan di mansion siapa yang salah akan di hukum." ucap Federick.


" Bolehkah peraturannya di ganti dengan ringan misalnya potong gaji." tawar dokter Sandra


" Kenapa kamu perduli?" tanya Federick


" Sesama manusia harus saling perduli, jadi bolehkah usulku diterima?" pinta dokter Sandra sambil menatap mata Federick


" Bisa tapi dengan satu syarat?" ucap Federick


" Apa syaratnya?" tanya dokter Sandra


" Syaratnya nanti aku pikirkan, yang penting apakah kamu mau memenuhi satu syaratku?" tanya Federick


" Hmm... baiklah." jawab dokter Sandra pasrah


" Ok, aku pegang janjimu, ayo kita berangkat." ucap Federick


" Ok." jawab dokter Sandra singkat.


Mereka pun pergi meninggalkan apartemen menuju ke tempat kerja dokter Sandra barulah dirinya.


xxxx


Di tempat yang berbeda, Karen menunggu di ruang perawatan sambil menatap wajah tampan suaminya yang masih menutup matanya.


" Kamu memang sangat tampan seandainya kamu membuka sedikit saja untukku, aku sangat bahagia." ucap Karen lirih.


Karen menatap ke langit - langit atap rumah sakit dan air mata yang di tahan akhirnya keluar.



Karen buru - buru menghapus air matanya dan berusaha untuk tegar. Tidak berapa lama David membuka matanya.


" Ada dimana aku?" tanya David


" Di rumah sakit." ucap Karen


" Siapa yang membawaku?" tanya David


" Anak buah tuan yang membawanya." ucap Karen


" Panggilkan mereka dan kamu keluar." ucap David dengan nada dingin


" Baik tuan." ucap Karen pasrah


Karen berdiri dan membalikkan badannya tapi baru beberapa langkah David mengatakan sesuatu membuat dirinya menghentikan langkah kakinya.


" Apakah kamu yang menyelamatkanku?" tanya David penasaran


" Bukan, aku tadi ada janji bertemu dengan ke dua sahabatku." ucap Karen


" Oh, jika aku tidak ada kamu pergi seenaknya." ucap David dengan nada sinis.


Karen membalikkan badannya dan menatap wajah suaminya yang sedang menatapnya dengan tajam seakan dirinya ingin dikuliti.


" Maaf tuan saya tidak akan mengulanginya lagi." ucap Karen


" Ingat jika ulangi kamu akan aku hukum, sekarang pergilah." usir David


" Baik tuan." jawab Karen singkat sambil membalikkan badannya. Karen melanjutkan menuju ke arah pintu keluar.


" Maaf, di panggil oleh tuan David." ucap Karen

__ADS_1


" Baik nona." jawab anak buah tuan David.


4 anak buahnya masuk ke dalam menemui bosnya yang arogant.


" Aku ingin bertanya siapa yang menyelamatkanku? Sebelum aku pingsan aku mendengar suara seperti seorang wanita?" tanya David tanpa basa basi.


" Tiga orang wanita tuan, tapi maaf kami tidak mengenalnya karena menggunakan topeng." ucap salah satu anak buahnya.


" Tiga wanita? pakai topeng" tanya David ulang dengan nada terkejut.


" Benar tuan." jawab mereka serempak.


" Maaf tuan tapi aku mendengar suaranya nona yang tadi barusan keluar sama seperti nona yang menyelamatkan tuan." ucap salah satu anak buahnya.


" Iya benar tuan, suaranya sama. Saya masih hapal dengan suaranya." sambung temannya.


" Ok. Sekarang kalian boleh kembali ke markas." ucap David.


" Baik tuan." jawab mereka serempak


" Wanita yang tadi suruh datang ke sini." pinta David


" Baik tuan." jawab mereka serempak


Mereka semua pergi meninggalkan bosnya seorang diri.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2