Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Rencana


__ADS_3

ceklek


Pintu terbuka oleh dokter yang menangani Karen. David serta Ronald berjalan mendekati dokter tersebut.


" Dokter bagaimana dengan kandungan istriku?" tanya David tanpa menanyakan keadaan istrinya.


" Kandungannya termasuk kuat jadi bisa diselamatkan tidak tahu jika nanti jika mengalami pendarahan lagi karena nyonya Karen sudah dua kali mengalami pendarahan. Jangan membuatnya stress karena bisa membahayakan kandungannya." ucap dokter tersebut memberikan penjelasan ke David.


" Boleh aku melihat istriku dokter." ucap David dengan nada dingin.


" Silahkan untuk sementara nyonya Karen sedang tidur karena efek obat biusnya." ucap dokter itu.


" Baik dok." jawab David


David berjalan ke arah pintu ruang perawatan dan membukanya. David melihat istrinya sedang berbaring bersama dokter Clarissa yang berdiri menatap sendu sahabatnya.


David berjalan ke arah ranjang dan duduk di kursi di samping ranjang berhadapan dengan dokter Clarissa yang hanya dibatasi oleh ranjang Karen.


" David, bolehkah aku meminta satu hal darimu?" minta dokter Clarissa sambil menatap wajah David.


" Apa itu?" tanya David dengan nada dingin


" Aku mohon gugurkan kandungan Karen agar Federick bisa memberikan obat penawarnya setelah Karen sembuh kalian kan nanti bisa membuatnya lagi." pinta dokter Clarissa.


" Tidak akan aku gugurkan, ini urusan rumah tanggaku apa hakmu menyuruhku untuk melakukan itu." jawab David sambil menatap tajam ke arah dokter Clarissa.


" Aku juga tahu dan maaf kalau aku ikut campur. Apakah tuan David siap jika suatu saat nanti Karen melahirkan seorang anak tapi nyawanya tidak tertolong?" tanya dokter Clarissa sambil membalas tatapan tajam ke arah David karena dirinya tidak merasa takut sedikitpun.


Dokter Clarissa yang sangat kesal melihat David yang egois mengubah panggilan yang awalnya nama saja berubah menjadi tuan David.


" Aku yakin pasti ada obatnya jadi istri dan anak pasti akan selamat." ucap David merasa yakin.


Dokter Clarissa hanya menghembuskan nafasnya perlahan sambil memejamkan matanya mengatur emosinya. Setelah dirinya merasa tenang dokter Clarissa membuka matanya dan menatap David kembali.


" Terserah, jika suatu saat terjadi dengan istrimu jangan pernah menyesali nya." ucap dokter Clarissa sambil berjalan meninggalkan David dan Karen yang masih memejamkan matanya.


" Aku tidak akan menyesal sedikitpun." ucap David dengan nada dingin dan tegas.


Dokter Clarissa hanya diam dan dalam hatinya semoga Federick cepat menemukan penawarnya. Dokter Clarissa membuka pintunya dan menutupnya kembali karena hari ini ada jadwal operasi.


David menatap wajah Karen yang pucat seperti kapas hatinya merasakan sakit melihat istrinya sakit dan berbaring tidak berdaya tapi perasaan itu segera ditepisnya. Perlahan Karen membuka matanya dan melihat suaminya dengan tatapan sayu.


" Honey.." panggil Karen lirih tapi masih terdengar oleh David.


" Iya sayang ada apa?" tanya David sambil membelai rambut Karen dengan lembut.


" Aku haus honey." jawab Karen


" Sebentar sayang." jawab David.


David mengambil gelas yang sudah ada sedotan dan diberikan oleh Karen, Karen meminumnya hingga menyisakan setengah gelas. Selesai minum David menaruh kembali gelasnya.


" Ada yang sakit?" tanya David sambil menatap wajah cantik istrinya.


" Tidak ada honey hanya aku ingin.." ucap Karen menggantungkan kalimatnya.


" Ingin apa?" tanya David penasaran.


" Aku ingin makan macaroni panggang buatan honey." ucap Karen sambil menutup matanya karena takut tidak dipenuhi oleh suaminya.

__ADS_1


" Baik sayang, saya akan membuatnya khusus untukmu." ucap David sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


" Terima kasih honey." jawab Karen sambil membuka matanya dan tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


David hanya tersenyum dan berdiri meninggalkan Karen sendiri di ruang perawatan VVIP. Karen menatap punggung suaminya hingga menghilang di balik pintu.


" Honey aku akan mempertahankan anak kita walau taruhannya adalah nyawaku. Mungkin dengan kematianku bisa membuat kebencian pada keluargaku berkurang." ucap Karen dengan nada lirih.


" Anak mommy, jika mommy tiada kamu sayang sama daddy ya sayang karena daddy sangat mencintaimu. Mommy akan merekam semua momen mommy dan Daddy agar kamu bisa melihatnya jika nanti kamu sudah besar." ucap Karen sambil membelai perutnya yang masih rata.


Ketika Karen masih memejamkan matanya Karen mendengar percakapan sahabatnya dengan suaminya hingga dokter Clarissa meninggalkan ruang perawatan.


" Aku harus kuat dan jangan banyak pikiran agar bayi yang ku kandung tidak ada masalah." ucap Karen yang masih membelai perutnya.


Karen pun memejamkan matanya sambil menunggu kedatangan suaminya yang sedang memasak untuk dirinya.


Satu Jam Kemudian


ceklek


Pintu ruang perawatan terbuka David membawa nampan yang berisi 4 cup macaroni panggang dan berjalan ke arah istrinya. David melihat istrinya masih tertidur pulas kemudian memandangi macaroni panggang yang masih panas kemudian menaruhnya di atas meja dekat ranjang istrinya.



Bau harum macaroni panggang membuat Karen membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.


" Honey, bau macaroni panggang membuatku lapar." ucap Karen


"Iya sayang semoga sayangku suka." jawab David.


David mengambil 1 macaroni panggang dan menyuapi Karen sambil meniupnya karena masih panas. Sesendok demi sesendok David menyuapi Karen hingga habis. David menaruhnya di meja kemudian mengambil gelas berisi air mineral. Selesai minum David menaruh kembali gelas tersebut.


" Mau lagi honey." jawab Karen sambil tersenyum


Davidpun kembali menyuapi Karen hingga habis hingga menghasilkan 3 cup macaroni panggang habis di makan Karen.


" Ini macaroni panggang yang terakhir makan ya?" pinta David sambil membawa macaroni panggang yang ke 4.


" Honey aku sudah kenyang. Apakah honey mau memakannya?" tanya Karen dengan nada lembut.


" Tidak sayang ini buatmu saja?" ucap David sambil menaruhnya kembali.


" Honey tidak makan?" tanya Karen.


" Aku belum lapar makannya nanti kalau aku lapar." ucap David


Karen hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. David tersenyum sambil membelai perut Karen yang masih rata kemudian mengecup perutnya.


" Sayangnya daddy yang kuat ya? jangan membuat mommy kelelahan." ucap David


" Baik daddy." jawab Karen menirukan suara anak kecil.


David tersenyum mendengar ucapan istrinya.


" Sekarang tidurlah lagi biar cepat sembuh, aku akan melanjutkan pekerjaanku." ucap David sambil merapikan selimut Karen.


Karen hanya tersenyum dan mulai memejamkan matanya sedangkan David duduk di sofa sambil melanjutkan pekerjaan kantor lewat laptopnya.


xxxxxxx

__ADS_1


Di Tempat Yang Berbeda


" Apa kamu gagal menabrak dokter Clarissa dan Ronald? dasar bodoh... bodoh... padahal itu kesempatan bagus. Lain kali jangan sampai gagal." ucap dari pria paruh baya.


" Baik tuan." jawab anak buahnya


" Bagaimana dengan tuan David?" tanya pria paruh baya


" Istrinya sedang hamil dan dua kali pendarahan dan tuan David sedang menunggu istrinya." ucap anak buahnya.


" Tunggu sampai tuan David tidak ada lalu bunuh istrinya agar dia merasakan kehilangan orang yang dicintainya. Aku tidak ingin rencana yang aku susun gagal lagi. " ucap pria paruh baya itu tanpa punya rasa iba sedikitpun.


" Baik tuan." ucap anak buahnya.


Tut Tut Tut Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung dimatikan secara sepihak.


" Tuan David dan tuan Ronald bersiaplah kalian akan kehilangan orang yang kalian cintai sama seperti diriku harus kehilangan putri kesayanganku." ucap pria paruh baya dengan tatapan ingin membunuh.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2