
Karen keluar dari pintu utama dan seorang sopir menghentikan langkahnya.
" Maaf nona, tuan memintaku untuk mengantar nona pergi." jawab sopir
" Baik, terima kasih paman." jawab Karen dengan nada sopan
" Sama - sama nona." jawab sopir itu dengan nada terkejut karena baru kali ini melihat majikan wanita sangat sopan terhadap seorang sopir.
Karen masuk ke dalam mobil menuju ke perusahaan Aliandro untuk melakukan wawancara pekerjaan. Sampai di perusahaan Aliandro Karen berjalan menuju ke resepsionis.
" Selamat pagi, saya Karen Triatmaja mendapatkan panggilan interview kerja. Kalau boleh tahu di lantai berapa ya?" tanya Karen dengan nada lembut.
" Pagi juga nona Karen, nona Karen naik ke lantai 15 dan ada ruangan meating nona masuk saja ke dalam kebetulan sebentar lagi mau mulai tesnya." ucap resepsionis dengan nada sopan.
" Baik terima kasih atas informasinya." jawab Karen sambil tersenyum.
" Sama - sama nona." jawab resepsionis.
Karen berjalan menuju ke pintu lift, sampai di depan pintu lift Karen masuk ke dalam begitu pula dengan para pelamar yang lainnya. Seorang pelamar wanita datang terburu - buru ingin masuk ke dalam lift tapi sayang terdengar suara kalau lift kelebihan muatan.
" Maaf nona sudah penuh." ucap salah seorang pelamar.
" Tapi sebentar lagi akan di mulai saya bisa terlambat kalau menunggunya." ucap seorang gadis dengan nada memelas.
" Saya juga terlambat kalau saya mengalah. Nona keluar sana atau naik tangga." usir salah satu dari mereka.
" Aku mohon dari salah satu dari kalian mengalah." mohon gadis itu sambil memaksa masuk dan tidak mau keluar.
" Nona jangan keras kepala nanti kami jadi terlambat." omel mereka serempak kecuali Karen merasa tidak tega.
" Biar saya saja yang mengalah." ucap Karen
" Kenapa nona mengalah, salah dia sendiri." ucap salah satu dari mereka
" Kalau saya tidak mengalah semuanya nanti terlambat. Saya naik tangga saja." ucap Karen sambil berjalan keluar dari dalam pintu lift dan berjalan menuju tangga darurat.
Karen berlari sampai di lantai 5 nafas Karen tersengal - sengal dan Karen mencoba melihat di pintu lift yang sedang terbuka. Karen langsung berlari dan masuk ke dalam pintu lift yang hendak tertutup tanpa tahu kalau pintu lift itu adalah lift khusus petinggi.
" Hah... hah... cape banget lari dari lantai 1 sampai ke lantai 5." ucap Karen sambil menekan tombol 15 kemudian ke dua tangannya memegang lutut dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
" Sudah tahu capai kenapa mau mengalah sama wanita tadi." terdengar suara bariton yang dikenalnya.
Karen meluruskan tubuhnya dan membalikkan badannya. Matanya membulat sempurna ketika melihat suaminya ada di hadapannya.
" Honey." panggil Karen sambil tersenyum.
" Ingat kalau di kantor panggil aku tuan." ucap David dengan nada dingin.
" Maaf tuan David." ucap Karen sambil menundukkan kepalanya.
" Dan ingat jangan pernah bilang ke mereka kalau kita adalah pasangan suami istri." ucap David
" Baik tuan." jawab David sambil menahan kesedihan.
__ADS_1
" Dan satu lagi jangan naik lift ini karena lift ini khusus petinggi." ucap David dengan nada dingin.
" Baik, maafkan aku." ucap Karen lirih
Ting
Pintu lift terbuka, Karen keluar dari ruangan pintu lift yang terasa sesak baginya. Karen berjalan menuju ke ruangan meating.
ceklek
Semua orang memandang Karen yang sedang membuka pintu dengan tatapan merendahkan Karen karena terlambat sedangkan Karen melihat para pelamar kerja sedang menulis lembaran soal yang diberikan oleh perusahaan Aliandro.
" Maafkan saya terlambat." ucap Karen sambil berjalan ke salah satu petugas interview yang berjumlah 10 orang yang sedang berkeliling melihat para pelamar.
" Saat ini kami maafkan tapi tidak untuk ke dua kalinya. Kerjakan soal ini dan kami beri waktu 20 menit karena nona sudah terlambat 10 menit." ucap salah satu petugas interview sambil menyerahkan selembar soal.
" Baik. Terima kasih." Jawab Karen sambil tersenyum
Karen duduk dan mengeluarkan alat tulisnya. Karen membaca soal - soal dengan sesama dan menjawabnya. Hingga 15 menit Karen sudah selesai mengerjakannya.
" Saya sudah selesai mengerjakan nya." ucap Karen sambil menyerahkan lembaran soal.
" Baik, silahkan nona menunggu di luar." jawab salah satu dari mereka sambil menerima lembaran yang sudah di jawab oleh Karen.
Karen pun keluar dan diikuti oleh beberapa orang yang sudah selesai mengerjakannya hingga semuanya selesai mengerjakannya.
" Hai, boleh kenalan?" tanya seorang pria ke arah Karen.
" Nama Theo." jawab Theo.
" Kalau kamu siapa?" tanya Karen
" Saya Debora." jawab Debora
" Kalau kamu?" tanya Karen
" Saya Lazarus." jawab Larazarus.
" Semoga kita di terima ya." ucap Karen
" Amin." Jawab mereka serempak.
Setelah setengah jam menunggu salah satu orang petugas interview keluar ruangan dan memanggil orang - orang untuk tes yang ke dua termasuk nama Karen.
Para pelamar yang gagal di suruh pulang sedangkan para pelamar yang lulus mengikuti tes ke dua dan masuk kedalam ruangan meating.
" Kami sudah membaca CV kalian kalau kalian menguasai beberapa bahasa dan untuk membuktikan kalau kalian bisa maka buat surat dengan menggunakan bahasa asing."ucap salah satu petugas interview bernama A.
" Contoh suratnya mengunakan bahasa Inggris dan kalian gunakan bahasa lain. Gunakan laptop yang ada di meja dan di print." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama B.
" Waktu kami berikan sebanyak 20 menit untuk mengetik." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama C.
Mereka pun melakukan apa yang di suruh oleh petugas interview. Mereka sangat serius begitu pula dengan Karen. Jari jemari Karen yang lincah mengetik hingga tidak terasa 20 menit berlalu.
__ADS_1
" Stop, sekarang print tugas kalian." ucap salah satu petugas lainnya yang bernama C.
Merekapun mulai mengeprint hingga suara print saling bersahutan.
" Kasih nama kemudian berikan pada kami." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama B.
Merekapun menuliskan namanya setelah selesai mereka memberikan ke para petugas interview.
" Kalian boleh makan siang nanti setelah makan siang kalian boleh kumpul di sini lagi. Kami akan memanggil nama - nama untuk tes ke 3." ucap salah satu petugas lainnya yang bernama B.
Merekapun keluar meninggalkan ruangan meating. Karen yang sangat cantik dan cepat bergaul sudah mempunyai teman baik laki-laki maupun perempuan.
" Karen kita makan siang bareng yuk." ajak Lazarus.
" Boleh." jawab Karen sambil tersenyum.
" Kita mau makan di mana?" tanya Debora.
" Di restoran depan perusahaan saja." ucap Theo.
" Ok." jawab mereka serempak.
Lazarus berjalan berdampingan dengan Karen sedangkan Debora dengan Theo. Mereka berjalan menuju ke lift khusus karyawan.
Ting
Mereka keluar dari pintu lift bertepatan David keluar dan Ronald keluar dari pintu lift. Tanpa di sadari Karen kalau David menatap tajam ke arah Karen entah mengapa hatinya ingin marah ketika Karen berjalan berdampingan dengan seorang pria terlebih Karen sering tertawa dan tersenyum.
Mereka berjalan menuju keluar lobby untuk menyebrang entah kenapa langkah David mengikuti mereka menyebrang menuju restoran.
Singkat cerita Karen duduk bersebelahan dengan Lazarus sedangkan Debora dengan Theo.
" Mau pesan apa?" tanya Karen
" Aku pesan ..." jawab Debora
" Aku samain kayak kamu." ucap Lazarus pada Karen
" Aku juga samain dengan Debora." ucap Theo
" Ok aku sudah tulis." jawab Karen.
Karen melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan makanan. Sedangkan David hanya menatap Karen dengan tatapan marah dan ada rasa cemburu dihatinya membuat Karen merasakan ada yang memperhatikannya membuat Karen menengok ke arah samping dan melihat suaminya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan marah.
Karen memalingkan wajahnya kembali dan berbicara dengan teman-teman nya tanpa memperdulikan kemarahan suaminya.
" Maaf tuan, tuan tidak memesan makanan?" tanya Ronald
" Pesankan saja." ucap David dengan nada dingin
Ronald pun melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan makanan. Setelah selesai memesan dan mencatat pesanannya pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Apakah tuan David cemburu?" tanya Ronald
__ADS_1