
" Baik tuan." Jawab pelayan toko.
Pelayan toko itupun membuka pembungkus segel ponselnya kemudian mengeluarkan isinya. Pelayan toko itu juga membuka nomer kartu ponselnya dan memasang kannya setelah selesai mengerjakan nya ponsel itupun diberikan oleh Ronald dan Ronald langsung menerimanya.
Pelayan itupun langsung menggesek kan kartu kredit tanpa batas ke mesin edc kemudian memberikan ke Ronald. Ronald pun menerimanya tanpa bicara sedikitpun. Ronald mengutak atik ponsel barunya kemudian mengetik sesuatu setelah selesai Ronald mendengarkan ponselnya berdering sekali.
" Sayang ini pakailah jangan menyimpan nama laki - laki karena aku sangat cemburu." bisik Ronald sambil memberikan ponsel terbarunya untuk dokter Clarissa.
" Eh... ini buatku?" tanya dokter Clarissa dengan nada terkejut.
" Kalau kamu tidak mau aku akan berikan ke pelayan toko itu." ucap Ronald sambil cemberut.
Pelayan itu sangat senang mendengarnya dan sangat berharap wanita itu menolaknya.
" Mau honey." ucap dokter Clarissa tersenyum bahagia dan tanpa sadar mengatakan kata honey.
" Bilang apa tadi?"tanya Ronald tidak percaya dan sekaligus sangat senang mendengar kata honey.
" Mau." jawab dokter Clarissa.
" Lanjutan nya?" tanya Ronald.
" Hmmm.... tidak ada siaran ulang." jawab dokter Clarissa tersenyum malu dan pergi meninggalkan Ronald.
Ronald tersenyum melihat senyuman malu dokter Clarissa dan menyusulnya sedangkan pelayan toko itu menatap kesal ke arah dokter Clarissa. Keinginan dapat cowok tampan dan kaya serta mendapatkan ponsel terbaru hilang dalam sekejap.
xxxxxxx
Di Rumah Sakit
Karen perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih setia memejamkan matanya.
" Honey kalau tidur seperti bayi yang sangat menggemaskan dan juga sangat tampan. Aku sangat mencintaimu honey apapun akan aku lakukan untukmu walau aku harus mengorbankan diriku aku rela." ucap Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.
David yang sebenarnya sudah bangun tapi ketika melihat pergerakan Karen membuat David pura - pura tidur dengan memejamkan matanya dan membiarkan Karen membelai wajahnya.
" Aku akan menjaga anak kita sampai anak kita lahir walau nyawaku taruhannya aku rela karena honey dan anak kita adalah orang yang aku cintai. Jika suatu saat aku melahirkan dan ternyata aku mati aku hanya berharap honey mencintai anak kita dan merawatnya dengan penuh kasih sayang." ucap Karen dengan nada lirih sambil memeluk David.
" Aku sangat mencintaimu honey, sangat sangat dan sangat mencintaimu honey begitu pula dengan anak kita." ucap Karen dengan nada tulus.
" Aku juga sangat sangat mencintaimu sayang." ucap David sambil menatap wajah cantik istrinya sambil mempererat pelukannya.
" Honey, maaf menganggu tidurmu." ucap Karen
" Tidak apa-apa sayang, aku mau ke kamar mandi dulu ya." ucap David.
" Ok." jawab Karen singkat sambil tersenyum.
David turun dari ranjang menuju ke kamar mandi sedangkan Karen hanya memandangi David sampai tidak terlihat karena sudah masuk ke dalam kamar mandi.
" Aku kangen sama mommy dan Daddy tapi jika aku mengatakan ke suamiku pasti suamiku marah dan menyiksaku lagi. Aku tidak perduli jika suamiku menyiksaku tapi ada anak kami yang harus aku pertahankan. Mommy dan Daddy maafkan Karen karena belum bisa menengok kalian, Karen sangat merindukan kalian berdua." ucap Karen dengan nada lirih.
Karen menangis kerinduan akan orang tuanya yang sudah dua bulan lebih harus ditahannya membuat perutnya terasa sakit.
"Sstttttt... sakit..." rintih Karen sambil memegangi perutnya dan tidak berapa lama darah segar keluar dari sela-sela ke dua pahanya karena tidak kuat menahan rasa sakit Karenpun tidak sadarkan diri.
__ADS_1
David keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang segar. David melihat Karen memejamkan matanya padahal tadi sudah sudah terbangun.
" Sayang, kok tidur lagi?" tanya David tanpa curiga sedikitpun.
hening
hening
David mendekati istrinya kemudian duduk di sisi ranjang lalu menyentuh tangan istrinya dengan lembut.
" Sayang kok tidak jawab? Jangan bercanda deh kamu pasti pura - pura." ucap David.
hening
hening
"Sayang." panggil David sambil menepuk-nepuk pipi Karen.
Karen masih terdiam dan tidak memberikan respon sama sekali.
ceklek
Dokter Clarissa dan Ronald membuka pintu ruang perawatan dan melihat David sedang menepuk pipi Karen.
"Ada apa?" tanya mereka berdua dengan serempak.
" Tidak tahu tadi tidak apa - apa terus aku keluar dari kamar mandi Karen sudah seperti ini." Jawab David.
Dokter Clarissa mendekati Karen dan matanya membulat sempurna ketika melihat ada darah segar keluar dari sela-sela paha Karen. Dokter Clarissa memencet bel agar dokter yang menangani Karen datang.
" Kenapa pingsan?" tanya David dan Ronald bersamaan.
" Sepertinya Karen pendarahan lagi." jawab dokter Clarissa
" Kak David dan kak Ronald maaf keluar dulu saya dan temanku sebentar lagi datang akan berusaha menyelamatkan janin dan Karen." ucap dokter Clarissa.
" Tapi.." ucap David terpotong oleh dokter Clarissa.
" Aku mohon kak." pinta dokter Clarissa.
" Hmmm baiklah, tolong selamatkan mereka berdua." pinta David.
" Ya." jawab dokter Clarissa.
David dan Ronald meninggalkan dokter Clarissa dan Karen bertepatan kedatangan dokter yang merawat Karen bersama seorang perawat. David dan Ronald duduk bersebelahan menunggu di luar pintu perawatan.
" Tuan David nona Karen sudah dua kali pendarahan, aku jadi ingat ramuan obat yang diberikan Federick kalau seandainya nona Karen hamil bisa mengalami pendarahan. Jika sudah melahirkan maka nona Karen bisa meninggal." ucap Ronald sambil menunggu jawaban David.
" Iya aku masih ingat itu, sungguh aku sangat menyesal melakukan kesalahan terbesar itu." ucap David
" Kata Clarissa waktu Federick datang dia memberitahukan kalau dirinya sudah membuat penawarnya hanya saja.." ucap Ronald menggantungkan kalimatnya karena baginya sangat berat untuk melanjutkan perkataannya.
" Hanya saja apa?" tanya David pemasaran.
Ronald menghembuskan nafasnya perlahan sampai tiga kali dan menatap wajah bosnya yang sedang menunggu lanjuttan ceritanya.
__ADS_1
" Hanya saja nona Karen harus menggugurkan kandungannya dan Federick bisa menghilangkan efek ramuannya yang di dibuatnya." ucap Ronald sambil menundukkan wajahnya.
" Apa??? tidak... tidak... aku tidak setuju digugurkan... bilang sama temanmu buat ramuan tanpa perlu menggugurkan kandungannya." perintah David.
" Masalahnya Federick berulang kali aku hubungi ponselnya tidak aktif." ucap Ronald
" Coba lagi karena lahiran istriku masih lama jadi masih ada waktu." ucap David
" Baik tuan." jawab Ronald
" Pokoknya aku tidak setuju jika anakku harus digugurkan." ucap David
" Baik tuan." jawab Ronald.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1