Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Suapan Pertama Ronald


__ADS_3

Tuan Aliando bingung dengan ucapan dokter Clarissa. Dokter Clarissa yang mengerti tatapan bingung Tuan Aliando berbicara kembali.


" Tenang saja aku seorang dokter bedah dan aku bisa melakukannya di apartemen ku karena jaraknya tidak begitu jauh dari apartemen ku karena jarak rumah sakit terlalu jauh. Maaf aku tinggal karena kak Ronald sedang tertembak." ucap dokter Clarissa.


" Baik, hati - hati nona." jawab Tuan Aliando


" Ok." Jawab dokter Clarissa.


Dokter Clarissa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai sambil tangan kirinya tidak pernah lepas menggengam tangan Ronald.


" Kak Ronald yang kuat ya." ucap dokter Clarissa.


Ronald hanya memejamkan mata dan diam tidak menjawab ucapan dokter Clarissa membuat dokter Clarissa semakin panik.


Dokter Clarissa mempercepat mobilnya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Clarissa sudah sampai di apartemennya.


Dokter Clarissa membuka pintu mobil milik Ronald kemudian turun dari mobil.


" Kak Ronald bertahanlah aku ingin membuka pintu apartemen dulu." ucap dokter Clarissa sambil menutup pintu mobil.


Dokter Clarissa langsung berjalan dengan cepat menuju ke depan pintu apartemen dan memasukkan nomer pin apartemen setelah terbuka dokter Clarissa mendorong pintu apartemennya agar terbuka lebar.


Setelah selesai dokter Clarissa membuka pintu mobil samping pengemudi.


" Kak Ronald, apakah masih kuat berjalan?" tanya dokter Clarissa sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Ronald untuk melepaskan sabuk pengaman. Bau harum wangi campur keringat membuat tubuh Ronald bereaksi hal itu membuat adik kecil milik Ronald perlahan menegang.


( " *Si*l kenapa dengannya tubuhku bereaksi seperti ini bila dekat dengan Clarissa padahal dia tidak menggodamu sedangkan wanita lain yang sengaja menggodaku kenapa biasa saja." ucap Ronald dalam hati* ).


Ronald membuka matanya menatap dokter Clarisa membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang karena jarak mereka sangat dekat.


" Kak Ronald, maaf aku bantu jalan." ucap Dokter Clarisa memalingkan wajahnya sambil menetralkan jantung nya yang berdetak kencang.


Dokter Clarissa memeluk pinggang Ronald dari arah samping kemudian Ronald perlahan keluar dari pintu mobil. Dokter Clarissa menutup pintu mobil kemudian mereka berjalan menuju ke pintu apartemen sambil menetralkan jantung mereka.


Sampai di dalam dokter Clarissa membawa Ronald masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan Ronald di ranjangnya dengan posisi miring.


" Kak Ronald aku mau mengunci mobil dan apartemen dulu ya? setelah itu aku baru ke sini lagi." ucap dokter Clarissa.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan dokter Clarissa langsung berjalan dengan cepat menuruni anak tangga untuk mengunci pintu mobil dan apartemen. Setelah selesai dokter Clarissa berjalan menuju dapur mengambil lap dan baskom kemudian mengisinya dengan air hangat setelah selesai dokter Clarissa menaiki anak tangga menuju kamarnya.


ceklek


Dokter Clarissa masuk ke dalam kamarnya menaruh baskom dekat meja dekat ranjangnya dan berjalan ke arah meja dekat sofa untuk mengambil tas dokter yang berisi bermacam-macam peralatan dokter. Setelah selesai dokter Clarissa duduk di samping Ronald sambil menaruh tas dokter dekat ranjangnya.


" Kak Ronald, maaf aku buka pakaian kak Ronald." ucap dokter Clarissa sambil mendudukkan Ronald.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya dengan perlahan membuat dokter Clarissa merasa bersalah. Dokter Clarissa perlahan membuka kancing jasnya kemudahan kemeja Ronald.


" Maaf seharusnya aku yang terluka bukan kak Ronald." ucap dokter Clarissa dengan nada lirih.


" Apa maksudmu Cla?" tanya Ronald


" Jika seandainya kak Ronald tidak menolongku kak Ronald tidak terluka seperti ini. Maafkan aku kak?" pinta dokter Clarissa sambil melepaskan kemeja Ronald.

__ADS_1


" Kamu berhutang padaku." ucap Ronald sambil menahan hasratnya karena dokter Clarissa memeluk dirinya ketika membuka pakaiannya.


" Iya aku tahu, aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan kak Ronald." ucap dokter Clarissa yang merasa bersalah tanpa tahu kalau itu menjadi boomerang buat dirinya.


" Sungguh kamu akan melakukan apapun untukku?" tanya Ronald sambil tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh dokter Clarissa karena sedang konsentrasi melepaskan kemejanya.


" Iya aku janji apapun yang kak Ronald inginkan akan aku lakukan. Hmmm.. sudah selesai buka kemejanya dan sekarang aku ambil peluru di punggung kak Ronald tapi sebelumnya aku suntik obat biusnya biar tidak sakit." ucap dokter Clarissa menjelaskan ke Ronald.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan dokter Clarissa menyuntikkan obat bius kemudian mengambil peluru di punggung Ronald.


cling


Dokter Clarissa berhasil mengeluarkan peluru di dalam punggung Ronald kemudian menjahitnya setelah selesai dokter Clarissa memberikan perban.


" Sudah selesai kak, tubuh kak Ronald aku lap dulu ya?" pinta dokter Clarissa.


Lagi - lagi Ronald hanya menganggukkan kepalanya. Dokter Clarissa perlahan melap tubuh Ronald membuat tubuh Ronald terasa segar dan tangan lembut dokter Clarissa membuat tubuh Ronald selalu bereaksi.


( " *Si*l kenapa reaksi tubuhku seperti ini, adik kecilku semakin terasa sesak." ucap Ronald dalam hati* ).


" Sudah selesai kak, kakak mau makan?" tanya dokter Clarissa sambil melap tubuh Ronald dengan handuk yang masih kering kemudian menyelimuti tubuh Ronald.


" Boleh, kebetulan kakak sangat lapar." ucap Ronald


" Masakan yang tadi aku masak sudah dingin, aku masak yang baru saja." ucap dokter Clarissa


" Terus yang dingin?" tanya Ronald


" Nanti aku yang makan." ucap dokter Clarissa


" Hmmm... baiklah kalau kurang enak bilang ya kak." ucap dokter Clarissa


" Hmmm." ucap Ronald berupa deheman.


" Ok. Aku ambil dulu makanannya di meja makan." ucap dokter Clarissa.


Dokter Clarissa mengambil baskom bekas melap tubuh Ronald kemudian keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga untuk membuang air yang di baskom dan mengambil kotak makanan beserta sendok.


Singkat cerita kini dokter Clarissa berada di samping ranjang di mana Ronald berbaring.


" Kak Ronald, maaf saya cobain dulu ya kalau kurang enak aku masak yang baru." ucap dokter Clarissa sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Masih enak kak Ronald." ucap dokter Clarissa sambil mengganti sendok yang baru.


" Pakai sendok bekasmu saja." ucap Ronald


" Apakah kak Ronald tidak jijik?" tanya dokter Clarissa


" Jijik kenapa?" tanya Ronald


" Sendok inikan bekas mulutku." ucap dokter Clarissa.


" Tidak kenapa jijik." ucap Ronald

__ADS_1


" Baiklah." jawab dokter Clarissa.


Dokter Clarissa mulai menyuapi Ronald di suapan ke dua Ronald menutup mulutnya dan tangan kanannya memegang tangan dokter Clarissa kemudian diarahkan ke mulut dokter Clarissa.


" Kamu juga makan." ucap Ronald sambil tersenyum karena ini merupakan suapan pertama Ronald dari seorang gadis yang tanpa di sadari Ronald kalau dokter Clarissa sudah masuk ke dalam hatinya yang terdalam.


" Tapi.." ucap dokter Clarissa terpotong oleh Ronald.


" Apa kamu jijik karena sendoknya bekas mulutku?" tanya Ronald


" Tidak." Jawab dokter Clarissa sambil membuka mulutnya dan memasukkan sendoknya ke mulutnya.


Akhirnya mereka makan saling bergantian hingga tidak terasa makanan itu habis.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2