
" Ya, aku cemburu. Siapa pria itu? kenapa mendekati istriku." ucap David dengan nada kesal.
" Lazarus, dia pelamar seperti nona Karen." jawab Ronald
" Jangan di terima pria itu." ucap David
" Baik tuan." jawab Ronald pasrah.
Selesai makan merekapun kembali ke perusahaan untuk mendengarkan hasil dari tesnya.
Debora, Theo dan Karen namanya masuk ke tes berikutnya sedangkan Lazarus gagal sesuai permintaan David.
" Sayang banget ya kamu tidak berhasil masuk ke tahap berikutnya." ucap Karen
" Tidak apa - apa, kalian semangat ya semoga di terima kerja. Mungkin jodohku bukan kerja di sini." ucap Lazarus bijak.
" Oh iya aku minta nomer ponsel kalian donk? Kitakan bisa bertemu di luar." sambung Lazarus.
" Ok." jawab mereka serempak.
Akhirnya Karen, Debora, Theo dan Lazarus saling memberitahu nomer telpon masing-masing. Tanpa sepengetahuan Karen sepasang mata melihatnya dengan tajam melalui layar laptopnya siapa lagi kalau bukan David.
Karen, Debora dan Theo beserta pelamar lainnya masuk ke dalam untuk mengikuti tes yang ke tiga.
" Kalian sekarang tersisa 12 orang dan perusahaan kami membutuhkan 6 orang karyawan. 1 sekretaris, 2 bagian administrasi, 1 bagian staff keuangan dan 2 bagian HRD. Ini ada soal - soal yang harus dikerjakan dan kami akan menilai siapa yang berhasil atau tidak.
" Kami akan menghubungi kalian jika kalian lulus tes terakhir ini." ucap salah satu petugas interview bernama A.
" Waktu untuk kalian hanya dua puluh lima menit pergunakan waktu sebaik-baiknya." ucap salah satu petugas interview bernama B.
Para petugas memberikan lembaran tugas ke 12 peserta pelamar kerja. Merekapun mengerjakan dengan serius dan 10 menit kemudian Karen sudah selesai mengerjakan di laptopnya bertepatan dengan ponsel Karen yang berbunyi nyaring.
" Suara ponsel siapa yang berbunyi nyaring!!" bentak salah satu petugas interview bernama B.
" Maaf tuan ponselku berdering." ucap Karen tidak enak hati.
" Matikan atau kamu keluar dari sini." perintah salah satu petugas interview bernama C.
" Maaf tuan saya keluar saja dan ini pekerjaan saya." ucap Karen sambil memberikan hasilnya.
Karen berlari keluar dari ruangan meating dan tanpa sepengetahuan Karen kalau David memantau Karen dari cctv yang berada di laptopnya. David pun keluar dari ruangan dan masuk ke dalam lift menuju ke ruang meating.
Karen berusaha mengurangi suara alarm tanda bahaya.
" Ada apa?" tanya David tiba - tiba.
" Kita ke ruangan sekarang ada yang menyabotase perusahaan honey." ucap Karen sambil menarik tangan David menuju ke lift.
David yang tidak mengerti hanya mengikuti langkah Karen menuju ke dalam lift.
" Honey lantai tempat honey kerja di lantai berapa?" tanya Karen
" Lantai 18." ucap David
Karen pun memencet tombol angka 18.
Ting
Karen yang masih belum sadar menarik tangan David.
" Honey ruangan honey di mana?" tanya Karen
" Ikuti aku." ucap David yang berjalan lebih maju mendahului Karen sambil menarik tangan Karen.
ceklek
Tangan David yang tidak memegang tangan Karen membuka pintu ruangannya dan kini mereka berdua berada di ruang kerja milik David.
" Honey aku pinjam laptopmu ya." ucap Karen
Tanpa menunggu persetujuan suaminya Karen memakai laptop milik David. Karen menatap sekilas David kemudian menatap laptopnya kembali.
Karen mulai mengutak atik laptop David membuat David penasaran.
" Berdiri." perintah David
Karen dengan patuh berdiri sedangkan tangannya masih mengutak-atik laptopnya.
" Duduk di pangkuanku." perintah David
Karen tanpa banyak protes melakukannya karena masih serius hingga setengah jam ponselnya pun berhenti.
" Akhhh.... leganya." ucap Karen dengan nada senang dan merasa lega.
" Ada apa sebenarnya?" tanya David penasaran.
" Perusahaan pusat milik honey ada orang yang menyabotase nya karena itulah ponselku berdering. Tapi sekarang sudah aman dan orangnya juga sudah mendapatkan hukuman." ucap Karen.
" Hukuman apa?" tanya David dengan nada bingung.
" Aku kasih hadiah." jawab Karen
" Apa!!!" bentak David
__ADS_1
Karen menggeserkan tubuhnya dan menatap David yang wajahnya berubah merah yang siap menerkam Karen.
cup
" Hadiahnya berupa virus jadi data mereka akan kacau." ucap Karen sambil mengecup bibir suaminya.
" Aku Tidak percaya." ucap David
" Mau bukti?" tanya Karen
" Ya." jawab David singkat
" Baiklah." jawab Karen
" Tapi sebelum itu apakah data perusahaan honey sudah aman?" tanya Karen
" Amanlah." jawab David singkat
" Kalau aku bisa meretas perusahaan honey bagaimana?" tanya Karen
" Tidak mungkin bisa." ucap David penuh percaya diri.
" Baik jika aku bisa meretas aku minta hadiah." pinta Karen
" Hadiah apa?" tanya David.
" Saat ini aku belum memikirkannya, bagaimana setuju?" tanya Karen
" Setuju." Jawab David.
Karen pun menggeserkan kembali tubuhnya sambil mengatur posisi duduknya dan tanpa di sadari di bawah bokongnya sudah mulai mengeras. David berusaha memejamkan matanya menikmati sentuhan bokong milik Karen.
Karen mengutak atik kembali laptop milik David setelah 10 menit Karen berhenti membuat David bingung.
" Kenapa berhenti mengutak atik?" tanya David
" Tunggu saja." jawab Karen
Tidak berapa lama ponsel milik David berdering. David mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya setelah mengetahui David menggeser tombol berwarna hijau sedangkan Karen menggeser tubuhnya dan menatap wajah tampan suaminya.
" Hallo." panggil David
" Maaf tuan, ada orang yang mencoba menyabotase data perusahaan tuan." ucap orang kepercayaannya.
" Apa?? bagaimana bisa?" tanya David dengan nada terkejut.
" Saya juga kurang tahu tuan, ini kami lagi berusaha agar orang itu tidak bisa meretas data perusahaan." ucap orang kepercayaannya.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
David mematikan ponselnya secara sepihak kemudian menatap wajah istrinya yang sedang menatap dirinya.
" Bagaimana percaya bukan." jawab Karen
" Iya aku percaya dan sekarang kembalikan data perusahaan ku." pinta David
" Ok." Jawab Karen sambil membalikkan tubuhnya ke arah laptop.
Karen pun mengutak atik kembali laptop milik David setelah beberapa menit Karen pun berhenti. Karen bersandar di dada milik David. Bau parfum suaminya membuatnya tenang dan rasa lelahnya menjadi hilang. Tidak berapa lama ponsel milik David berdering kembali.
" Hallo." panggil David tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
" Tuan, datanya sudah kembali normal." ucap orang kepercayaannya.
" Bagaimana bisa?" tanya David
" Kami kurang tahu tuan tiba - tiba kembali normal." ucap orang kepercayaannya.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
David menutup komunikasi nya secara sepihak.
" Sudah percayakan?" tanya Karen sambil memejamkan matanya karena kepalanya bersandar di dada David sedangkan ke dua tangannya memegang ke dua tangan David agar tidak terjatuh.
" Iya aku percaya." ucap David
" Berarti perusahaan honey bisa di retas oleh orang lain." ucap Karen dengan nada santai.
" Tadi kamu bilang kalau perusahaan pusat di retas orang tapi kenapa orang kepercayaan ku tidak menghubungiku?" tanya David bingung.
" Karena aku membuat program khusus jadi jika ada yang mencoba meretas perusahaan ponselku berdering nyaring." ucap Karen
" Apakah perusahaan cabangku bisa?" tanya David
" Bisa, mau aku pasangkan?" tawar Karen
" Boleh, pasangkan." ucap David.
Karen pun mulai mengutak atik kembali laptop milik David.
" Nomer ponsel milik honey?" tanya Karen
" 08xx xxxx 1234." ucap David
__ADS_1
Karen pun mulai mengetik nomer ponsel milik David setelah selesai Karen menghentikan aktivitas nya.
" Sudah." Jawab Karen
" Bagaimana bisa tahu?" tanya David
" Kalau di coba pakai laptop honey nanti laptop honey datanya hilang semua karena terserang virus yang aku kirimkan." ucap Karen menjelaskan.
" Tapi kamu bisakan menghilangkan virus nya?" tanya David
" Bisa tapi ada beberapa data yang hilang dan perlu waktu untuk memperbaikinya." ucap Karen menjelaskan.
Ambil laptop yang berada di sebelah kanan itu jarang di pakai." ucap David.
Karen berdiri dan mengambil laptop yang di sebelah kanan meja. Karen menyalakan laptop nya kemudian setelah agak lama barulah Karen mengutak atik kembali laptop nya, setelah selesai beberapa menit kemudian ponsel milik David berdering.
" Ponsel ku berdering?" tanya David
" Itu tanda ada orang yang menyobatase perusahaan dan untuk memperbaikinya honey menekan sandi xxxx x x x x. xxxxx. xxxx xxxx. xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx." ucap Karen menjelaskan ke suaminya.
" Laptop yang mana?" tanya David karena laptopnya ada dua.
" Laptop yang ini." ucap Karen sambil menunjuk laptop satunya yang berada di sebelah kiri.
David memeluk Karen karena posisi Karen berada di pangkuan depannya. David mulai mengetik sandi di laptopnya dan setelah selesai ponsel Davidpun berhenti berdering.
" Dan lihatlah laptop yang berada di sebelah kanan langsung terkena virus." ucap Karen sambil memperbaiki laptop milik David.
" Sudah selesai." jawab Karen.
David memindahkan tubuh Karen yang semula membelakangi nya berpindah menjadi ke arah samping dalam posisi masih di pangkuan nya. David menarik wajah Karen agar menghadap ke wajahnya sedangkan ke dua tangan Karen dikalungkan ke leher David.
cup
Ciuman singkat membuat David menginginkan lebih akhirnya David menciumnya kembali sambil melum**nya. Tangan David tidak bisa diam dan lama - lama ciuman bibir pindah ke leher Karen.
" Sayang, aku sudah tidak tahan kita lanjutkan di kamar pribadi." ucap David dengan nada berat.
Karen hanya menganggukkan kepalanya, David yang mendapatkan lampu hijau langsung menggendong Karen menuju kamarnya tanpa melepaskan ciumannya.
Kini mereka berada di kamar pribadi milik David. David menin**h tubuh mungil istrinya karena sudah tidak tahan David menarik paksa pakaian Karen.
sretttt
sretttt
sretttt
sretttt
Kini tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun. ******* demi ******* memenuhi ruangan tersebut hingga David bersiap memasukkan Kerispatih nya ke tubuh Karen bertepatan dengan ponsel milik David berdering.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1