
David duduk di belakang pengemudi sedangkan Ronald duduk di kursi depan.
" Kenapa perasaanku tidak enak ya?" ucap David dan Ronald bersamaan.
David menatap Ronald dari spion begitu pula dengan Ronald.
" Ronald kenapa perasaanmu tidak enak?" tanya David penasaran.
" Tidak tahu tuan, sepertinya terjadi sesuatu dengan Clarissa tapikan Clarisa sudah meninggal dan beberapa hari ini aku bermimpi Clarissa berlari ketakutan sambil memegangi perutnya yang buncit. Apakah sebenarnya Clarissa masih hidup dan sekarang lagi hamil anak kami? tapi apakah mungkin hanya semalam kami melakukan itu Clarissa hamil?" tanya Ronald sambil berfikir sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Bisa saja jadi Ronald!!" ucap David dengan nada setengah kesal.
" Tuan kenapa perasaan nya tidak enak?" tanya Ronald
" Entahlah aku tidak tahu kenapa hatiku merasakan tidak enak." ucap David
" Kenapa tuan tidak libur saja hari ini?" tanya Ronald.
"Maunya begitu, tapi banyak pekerjaan dan masalah di kantor." ucap David
" Benar tuan." jawab Ronald.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Hallo tuan, tuan David dan tuan Ronald sudah pergi dari mansion." lapor anak buahnya.
" Bagus, sekarang berikan obat yang kemarin aku kasih kasih dan campurkan ke makanannya berikan ke istrinya, sebentar lagi aku akan ke sana." ucap pria paruh baya.
" Baik tuan." jawab anak buahnya
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus.
Karen merasa bosan tinggal di mansion terlebih hanya berbaring di ranjang sambil menunggu kelahiran buah hatinya dengan David. Karen menghubungi sahabat karibnya dokter Sandra, panggilan pertama langsung terhubung.
" Hallo Karen, apa sudah mau melahirkan?" tanya dokter Sandra
" Belum Dan, bisa tidak ke mansion aku bosan di kamar terus." ucap Karen
" Sebentar aku tanya suamiku dulu." ucap dokter Sandra.
" Daddy, boleh tidak mommy pergi ke rumah Karen, aku kangen ingin ketemu." ucap dokter Sandra berbicara dengan Federick.
__ADS_1
" Boleh mommy, apalagi daddy sudah berhasil membuat obat untuk sahabatmu Karen. Sebelum melahirkan Karen meminum obat yang Daddy buat maka ke duanya selamat baik Karen maupun bayinya." ucap Federick sambil tersenyum.
" Benarkah daddy?" tanya dokter Sandra tidak percaya
" Benar, masa Daddy bohong." ucap Federick sambil mengusap rambut dokter Sandra dengan lembut.
" Karen kamu dengarkan ucapan suamiku? aku senang banget mendengarnya, sebentar lagi kami akan datang ke mansion." ucap dokter Sandra dengan nada semangat dan bahagia.
" Iya aku dengar. Bilang sama kak Federick terima kasih banyak." ucap Karen dengan tulus.
" Ok. Tunggu kami ya?" ucap dokter Sandra
" Ok." Jawab Karen sambil tersenyum bahagia.
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus.
" Daddy terima kasih, ini adalah hadiah yang paling termahal yang mommy terima." ucap dokter Sandra.
" Bukankah paling mahal rumah mewah, mobil mewah, perhiasan mewah atau barang mewah lainnya." ucap Federick
" Tidak daddy, bagi mommy barang yang paling mewah dan mahal yang ada di dunia ini adalah bisa menyelamatkan nyawa seseorang terlebih sahabat. Mommy bahagia Daddy karena Daddy bisa berhasil menemukan obat penawar racun untuk Karen, sudah cukup mommy sedih kehilangan sahabat mommy yaitu Clarissa. Mommy tidak sanggup lagi kehilangan harta berharga mommy yaitu sahabatku Karen." ucap dokter Sandra dan tidak berapa lama air mata nya keluar mengingat persahabatan dengan dokter Clarissa.
" Bagaimana dengan Daddy, apakah Daddy juga harta berharga buat mommy?" tanya Federick.
Federick menatap mata istrinya dan tidak ada kebohongan sedikitpun. Membuat Federick sangat terharu dan dirinya sangat bersyukur bisa menikah dengan seorang wanita yang tulus mencintai dirinya apa adanya.
" Daddy, kita bersiap ke tempat Karen." ajak dokter Sandra.
" Ayo mommy." jawab Federick sambil tersenyum
Merekapun bersiap pergi ke mansion milik David. Federick duduk di belakang pengemudi bersama istrinya sedangkan di depan duduk di kursi pengemudi dan samping pengemudi dua orang bodyguard yang bisa bela diri untuk berjaga - jaga mengingat dulu istrinya terluka membuatnya lebih overprotektif. Bukan itu saja di depan dan di belakang juga ada mobil yang mengikuti mobil mereka untuk mengawal dan berjaga - jaga jika musuh tiba - tiba menyerang mereka.
xxxxxxx
Selesai menghubungi sahabatnya Karen membaca noveltoon di aplikasi ponselnya. Tidak berapa lama pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
tok
tok
tok
" Masuk." ucap Karen dengan nada lembut sambil menaruh ponselnya di meja.
__ADS_1
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu dan seorang pelayan membawa nampan berisi makanan dan minuman susu hamil, air mineral dan juice mangga masuk ke dalam kamar milik David dan Karen.
" Maaf nona waktunya makan." ucap kepala pelayan dengan nada sopan.
" Aku masih kenyang paman." jawab Karen dengan nada lembut.
" Kata tuan David nona harus makan yang banyak agar anak yang di perut nona sehat." ucap kepala pelayan dengan nada sopan.
" Hmmm.. baiklah paman tapi paman aku lagi tidak ingin juice mangga, paman saja ya yang minum." ucap Karen sambil tersenyum.
" Saya tidak berani nona." Jawab kepala pelayan dengan sopan.
" Ayolah paman kalau paman tidak minum aku juga tidak mau makan." Jawab Karen
" Hmmm... baiklah." jawab kepala pelayan dengan sopan.
Karenpun duduk bersandar di kepala ranjang dengan di bantu seorang pelayan wanita yang sebelumnya pelayan itu menaruh makanannya di meja dekat ranjang. Setelah bersandar pelayan itupun memberikan nampan tersebut ke Karen sedangkan kepala pelayan meminum juice mangga.
Karen memakan makanan hingga habis karena Karen tidak suka membuang makanan selesai makan Karen meminum air putih kemudian dilanjutkan meminum susu hamil.
" Terima kasih paman dan terima kasih juga kak Imel ( nama pelayan ).
" Sama - sama nona." jawab mereka berdua kompak
Mereka pun meninggalkan Karen sendirian di kamarnya. Karen melanjutkan membaca noveltoon kembali hingga setengah jam lamanya Karen merasakan mengantuk teramat sangat.
" Kok aku mengantuk banget ya?" ucap Karen
Karena sudah tidak tahan Karen pun berbaring dan tidak membutuhkan waktu lama Karen pun tertidur dengan pulas.
ceklek
Seorang wanita berpenampilan pelayan membuka pintu kemudian menatap dengan bengis ke arah Karen yang sudah tertidur pulas.
" Bawa wanita hamil ini ke ruangan gudang dan ikat." perintah wanita yang berpenampilan pelayan.
" Baik nona." Jawab salah satu bodyguard David sambil masuk ke dalam kamar.
Bodyguard itupun menggendong Karen ala bridal style sedangkan wanita itu membuka pintu dengan lebar agar bodyguard nya bisa keluar sambil membawa Karen menuju ke ruangan gudang yang sudah disiapkan.
xxxxxxx
**Ayo donk :
__ADS_1
Vote, komentar, bunga dan kopinya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih yang sudah memberikan vote, komentar, bunga dan kopinya**.