Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Pesona Ronald


__ADS_3

uhuk


uhuk


uhuk


Karen terbatuk - batuk sambil matanya menatap sendu suaminya.


" Aku tidak mungkin membunuh anak kita honey. Walau apapun yang terjadi dengan diriku anak ini akan tetap lahir. Aku sangat mencintaimu honey begitu pula dengan anak kita tapi apakah honey tidak lupa jika honey membuat surat perjanjian kalau setelah 3 tahun honey akan menceraikan aku dan menikah dengan wanita lain." ucap Karen


" Lupakan surat perjanjian itu dan nanti aku akan merobeknya. Aku pegang janjimu untuk tidak menggugurkan anak kita." ucap David sambil menatap tajam ke arah istrinya.


" Aku janji honey apapun yang terjadi padaku nantinya aku akan tetap mempertahankan anak kita." ucap Karen


" Aku pegang janjimu." ucap David ulang


" Iya honey, walau taruhannya nyawaku aku akan tetap mempertahankannya." ucap Karen sambil menatap mata David dengan sendu.


David memalingkan wajahnya ke arah lain membuat mata Karen berkaca - kaca.


( " Honey percayalah padaku jika seandainya ada dua pilihan aku atau anak kita yang diselamatkan aku akan tetap memilih anak kita." ucap Karen dalam hati ).


Karen memejamkan matanya agar air matanya tidak keluar sambil mengelus perutnya yang masih rata.


" Ingatlah jika seandainya suatu saat ada dua pilihan kamu atau anak kita yang perlu diselamatkan aku akan tetap memilih anak kita." ucap David sambil meninggalkan Karen.


" Tanpa honey minta aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku harap jika aku tiada nanti honey menemukan seseorang yang lebih baik dariku dan mencintai anak kita seperti anak kandungnya." ucap Karen sambil membuka matanya dan tidak terasa air matanya keluar.


" Tentu saja jika wanita itu tidak mencintai anakku aku akan membunuhnya." ucap David sambil mendorong pintu kamar perawatan dan meninggalkan Karen sendirian.


" Hiks... hiks... sayang kamu yang kuat ya. Daddy sangat mencintaimu jangan membenci Daddy karena mommy tidak suka." ucap Karen sambil terisak.


Karena lelah Karen memejamkan matanya untuk melupakan kepedihan hatinya.


xxxxxxx


Ronald duduk menunggu dokter Clarissa yang masih berada di ruang operasi dan ketika pintu ruang perawatan nona Karen terbuka membuat Ronald memalingkan wajahnya dan melihat tuan David keluar dari ruang perawatan dengan wajah yang sulit di tebak. David duduk di sebelah Ronald.


" Ada apa tuan?" tanya Ronald


" Aku hampir saja membunuhnya?" ucap David


" Kenapa?" tanya Ronald dengan nada bingung sekaligus terkejut.


David pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi.


" Tuan bolehkah aku kasih saran?" tanya Ronald


" Apa itu?" tanya David

__ADS_1


" Nona Karen sedang hamil, berusahalah menahan amarah agar tidak menyiksa nona Karen dan bisa membahayakan anak tuan dan nona seperti kejadian tadi di ruangan meja makan." ucap Ronald.


" Jika memang tuan menginginkan anak dari rahim Karen jangan siksa lagi sudah cukup yang terakhir tuan lakukan. Jika tuan tidak bisa menahannya pergilah dan tinggalkan nona Karen sendiri seperti saat ini dan tuan sudah tenang barulah temui nona Karen. Ingat tuan nona Karen sedang hamil tubuhnya lemah tidak seperti dulu yang bisa menahan siksaan dari tuan." sambung Ronald


" Aku akan mencobanya." ucap David


" Jangan mencobanya tuan tapi harus jika tuan tetap menyiksanya maka tuan harus bersiap kehilangan ke duanya baik nona Karen dan anak tuan yang belum sempat dilahirkan." ucap Ronald.


David menatap tajam ke arah Ronald karena dirinya tidak suka Ronald mengatakan seperti itu.


" Tuan tadi tidak dengar apa kata dokter tadi kalau kita terlambat mengantarkan nona Karen maka bisa saja nona Karen dan janinnya tidak selamat." sambung Ronald


" Untung rumah sakitnya dekat kalau jauh apa tuan siap jika nona Karen dan bayinya pergi untuk selamanya." sambung Ronald kembali.


David terdiam dan mencerna semua perkataan Ronald. David mengusap wajahnya? kemudian berdiri.


" Terima kasih atas nasehatnya aku akan belajar untuk bersabar." ucap David sambil berjalan ke ruang perawatan VVIP tempat Karen di rawat.


ceklek pintu ruang operasi di buka membuat Ronald memalingkan wajahnya dan melihat dokter Clarissa keluar dan menemui pasangan suami istri tersebut. Suami istri tersebut bercakap-cakap dengan dokter Clarissa setelah selesai mengobrol dokter Clarisa berjalan ke arah Ronald sambil berbicara dengan perawat.


" Dokter jam 2 siang nanti ada jadwal operasi dan jam 4 ada jadwal meating seperti biasa pertemuan awal bulan." ucap perawat itu memberitahukan jadwalnya.


" Berarti aku masih ada waktu 2 jam untuk istirahat." ucap dokter Clarissa.


" Oh ya maaf dok, sekarang cek pasien nona Florence." ucap perawat itu


" Bukankah sudah di periksa oleh dokter jaga?" tanya dokter Clarissa sambil melewati Ronald yang sedang menunggu dirinya.


" Bisa saja kamu sus, pria tampan seperti itu pasti sudah mempunyai kekasih." ucap dokter Clarissa sambil menghentikan langkahnya.


Dokter Clarissa tidak tahu kalau di samping kirinya ada Ronald sedangkan Ronald hanya menatap dokter Clarissa dengan wajah berubah menahan rasa cemburu.


" Tapi dari tatapan matanya menggambarkan kalau pria tampan itu suka dengan dokter." ucap perawat itu


" Pffftttt... hahahaha...lucu kamu sus... sudahlah aku ingin memeriksa pasien dulu setelah itu aku ingin istirahat." ucap dokter Clarissa sambil tertawa lepas membuat Ronald tersenyum senang melihat dokter Clarissa tertawa lepas terlihat tambah cantik.


Dokter Clarissa merasakan dirinya diperhatikan membuat dokter Clarissa memalingkan wajahnya ke arah samping. Matanya membulat sempurna karena melihat pria tampan yang menyebalkan.


" Kamu ngapain ke sini?" ucap dokter Clarissa dengan nada ketus


" Apakah rumah sakit ini milikmu?" tanya Ronald dengan nada sinis.


" Bukan." ucap dokter Clarissa singkat.


" Ya sudah terserah aku donk." ucap Ronald


" Maaf dok dan tuan saya permisi dulu." pamit perawat mengundurkan diri.


" Tidak kita pergi periksa pasien." ucap dokter Clarissa.

__ADS_1


" Tuan ini?" tanya perawat itu.


" Tidak penting, ayo kita pergi suasana di sini sangat panas membuatku tidak betah." ucap dokter Clarissa dengan nada menyindir.


" Apa maksudmu?" tanya Ronald dengan nada kesal


" Pikir saja sendiri, ayo suster kita pergi dari sini." ucap dokter Clarissa sambil menarik tangan perawat.


Perawat itupun mengikuti dokter Clarissa ke ruang perawatan meninggalkan Ronald sendiri.


" Si*l, biasanya semua wanita tergila - gila padaku bahkan ada yang menyerahkan tubuhnya tanpa aku minta tapi aku selalu menolaknya dan sering aku memuti***i tubuhnya kalau mereka memaksaku untuk melakukan nya tapi ini dokter Clarissa malah biasa saja tidak terpesona pada diriku. Apa pesona Ronald sudah hilang?" tanya Ronald pada dirinya sendiri.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2