
Pagi harinya Karen membuka matanya dan kepalanya di angkat ke atas karena dada David di pakai buat sandaran kepala Karen. Karen menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
Karen melepaskan pelukan suaminya dan turun dari ranjangnya secara perlahan sambil menahan rasa perih di bagian intimnya kemudian Karen mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos suaminya kemudian Karen menuju kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Karen menyalakan air di bathtub dan memberikan aroma terapi agar menghilangkan rasa perih di bagian bawahnya.
Karen berendam sambil memejamkan membayangkan semalam kegiatan panasnya dengan suaminya.
David perlahan membuka matanya dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang. David sangat terkejut melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. David berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.
" Aku melakukannya bersama istriku?" tanya David pada dirinya.
" Terasa nikmat dan aku ingin melakukannya lagi. Tidak.... tidak... aku tidak ingin dia hamil karena aku membencinya dan juga membenci orang tuanya." ucap David berusaha membenci Karen.
David turun dari ranjangnya dan mengambil celana boxernya dan memakainya tanpa sengaja selimutnya terjatuh ke lantai dan melihat seprei nya terdapat bercak darah tanda Karen memberikan mahkotanya untuk dirinya. David tersenyum senang karena dialah pria pertama yang melakukannya.
ceklek
Karen keluar dari kamar mandi menggunakan handuk sambil berjalan perlahan karena bagian privasinya masih terasa perih. David tidak memperdulikannya dan berjalan melewati Karen dan masuk ke dalam kamar mandi.
Karen mengambil pakaian dan memakai pakaiannya kemudian handuknya di taruh di kursi rias karena kamar mandinya dipakai suaminya. Karen memakai bedak dan lipstik karena Karen tidak begitu suka dandan tapi walau tidak dandan tapi Karen tetap cantik alami.
Karen menyiapkan pakaian suaminya dan di taruh di ranjangnya. Karen berjalan ke arah balkon kemudian duduk di kursi sambil menikmati udara pagi.
( " Honey, aku sekarang menyerah. Aku tidak akan menggodamu lagi karena apa yang aku lakukan sia - sia. Aku akan tetap melakukan kewajiban sebagai seorang istri sampai kamu menemukan penggantiku maka aku akan pergi dari kehidupanmu tanpa perlu menunggu 3 tahun." ucap Karen dalam hati dan tidak terasa air matanya keluar menghilangkan rasa sesak di hatinya ).
Karen menghapus air matanya dengan kasar hingga terdengar suara pintu kamar mandinya terbuka. Karen tidak beranjak dari duduknya hanya menatap ke depan. Karen mendengar suaminya menutup pintu membuat Karen beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.
Karen menghembuskan nafasnya secara perlahan dan air matanya jatuh kembali karena pakaian yang disiapkan tidak di pakainya. Karen mengambil pakaian milik David kemudian menyimpannya kembali ke dalam lemari.
" Kalau memang ini maumu baiklah aku akan pergi dari sini karena kehadiranku tidak di perlukan lagi." ucap Karen dengan nada lirih.
Karen mengambil secarik kertas dan menulisnya selesai menulis Karen menaruhnya di atas meja kemudian mengambil tas kecilnya yang berisi ponsel, uang dan atm.
Karen keluar sambil membawa kunci hotel dan kemudian mengunci pintu kamarnya. Karen berjalan ke arah pintu lift dan kebetulan pintu lift sedang terbuka. Karen pun masuk ke dalam pintu lift dan menekan tombol lantai dasar.
Sampai di lantai dasar Karen masuk ke dalam taksi yang kebetulan sedang menunggu penumpang.
" Pak, ke stasiun kereta api." ucap Karen
" Baik nona." jawab sopir taksi.
Karen memalingkan wajahnya ke hotel tempat dirinya menginap dan menyerahkan kehormatannya untuk suami yang sangat dicintainya.
( " Selamat tinggal honey, aku harap kamu baik - baik saja dan selalu bahagia." ucap Karen dalam hati ).
Karen memalingkan wajahnya kembali menatap ke arah depan untuk memulai hidup baru melupakan semua yang telah terjadi.
xxxxxxx
__ADS_1
David keluar dari kamar mandi dan melirik sekilas Karen sedang duduk di balkon. David ingin memeluknya tapi rasa dendamnya membuat David mematikan perasaannya.
David melihat Karen sudah menyiapkan pakaian kerja sedangkan David hari ini tidak bekerja karena hari ini David akan menyiksa wanita yang bernama Stefanie yang telah berani memberikan obat perangsang pada dirinya karena itulah David mengambil pakaian santai dan pakaian kerjanya tidak di pakai.
David sebenarnya ingin mengatakan sesuatu ke Karen tapi karena ingin menghukum Stefanie membuatnya mengurungkan niatnya dan David berfikir nanti saja kalau dirinya sudah selesai menghukum Stefanie.
David keluar dari kamarnya dan melihat Ronald sedang menunggunya di depan lift. Merekapun masuk ke dalam lift menuju lobby kemudian mereka pergi ke sebuah tempat gedung yang sudah tua.
xxxxxxx
**Adegan Mengandung Kekerasan Jangan Di Tiru Jika tidak suka di skip saja. Terima kasih.
xxxxxxx**
Singkat cerita David dan Ronald sudah sampai di sebuah gedung tua. David berjalan dengan santai di ikuti oleh Ronald dari belakang. Bunyi suara sepatu pantofel bergema di setiap sudut lantai satu sampai mereka melihat Stefanie sedang duduk di kursi dengan ke dua tangan dan ke dua kakinya terikat dengan mulut di lakban.
David berjalan mendekati Stefanie sambil tersenyum sinis. David menarik paksa lakban yang menutupi mulut Stefanie tersebut membuat Stefanie berteriak kesakitan.
" Tuan David apa salahku? kenapa aku di ikat?" tanya Stefanie
David mencengkeram ke dua pipi Stefanie dengan tangan kirinya hingga bibirnya mengerucut.
" Apa maksudmu menaruh obat perangsang di minuman alkohol yang aku minum. Hah!!" bentak David sambil melepaskan cengkraman tangannya di mulut Stefanie.
" Aku tidak melakukannya." ucap Stefanie berbohong
sretttt
akhhhh
David menggores pipi kiri Stefanie hingga mengeluarkan darah segar dari pipinya.
" Mengaku atau aku gores pipi kananmu." ancam David
" Iya aku melakukannya." jawab Stefanie terpaksa jujur karena Stefanie merasakan pipinya sangat perih akibat goresan pisau lipat milik David.
" Kenapa kamu melakukannya?" tanya David dengan nada dingin.
" Karena aku mencintaimu tapi kamu tidak melirikku sedikitpun!!!" bentak Stefanie
plak
plak
David menampar pipi Stefanie kanan dan kiri hingga ke dua sudut bibirnya berdarah.
" Jangan sekali - kali membentak ku." ucap David sambil menarik rambut indah Stefanie dengan keras sehingga beberapa helai rambutnya terlepas membuat Stefanie meringis menahan rasa sakit.
__ADS_1
" Kamu terkejut Stefanie karena aku bisa menangkapmu?" tanya David
" Ketika aku masuk ke kamarku kamu datang dengan memakai lingerie dan ingin membuka pintu kamarku dan anak buahku langsung menangkapmu." sambung David sambil mendorong wajah Stefanie bersamaan melepaskan rambut yang di tarik oleh David.
" Kini terimalah hukuman dariku Stefanie." ucap David dengan sarkas.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1