Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Karen dan David


__ADS_3

brug


" Aduh, sakit.." ucap Karen sambil mengelus bokongnya yang terasa berdenyut.


Karena berputar putar kepala Karen menjadi pusing dan bokongnya langsung mencium lantai membuat David yang awalnya menatap tajam dengan ekspresi kesal berubah menjadi tertawa lepas karena lucu melihat Karen jatuh ke lantai.


" Hahahaha..." tawa David menggema di kamarnya.


Karen menatap tajam ke arah David yang menertawakan dirinya.


" Bukannya dibantuin bangun malah tertawa." ucap Karen dengan nada kesal


Tanpa menjawab David berjalan ke arah Karen dan menggendongnya kemudian dibaringkan secara perlahan.


" Siapa yang menghubungimu?" tanya David sambil menatap mata istrinya.


" Aku mendapat kan panggilan kerja karena itulah aku senang." ucap Karen


" Di perusahaan apa? dan bagian apa" tanya David penasaran


" Melamar di perusahaan Aliandro besok jam 8 pagi ada wawancara, melamar sebagai sekretaris." ucap Karen


" Oh... Ingat ya pesanku jika di luar panggil aku tuan." ucap David


" Ok. Berarti di luar aku boleh cari cowok lagi." ucap Karen usil


ctak


Aduh


David menyentil kening Karen sambil menatap tajam sedangkan Karen mengelus keningnya.


" Kenapa sih di sentil." ucap Karen kesal


" Apa maksudmu boleh mencari cowok lain?" tanya David


" Cemburu ya?" ledek Karen


" Tidak buat apa cemburu. Aku mau tidur ngantuk. Minggir." ucap David sambil berbaring di ranjang dan membelakangi Karen.


Karen yang usil memeluk David dari arah belakang sambil menyium leher suaminya dan menghirupnya.


" Karen, apa yang kamu lakukan?" tanya David


" Menyium leher suamiku dan menghirupnya wangi sekali. Boleh aku hisap darah suamiku yang tampan ini?" tanya Karen jahil.


David melepaskan pelukan Karen dan membalikkan badannya. David menatap tajam ke arah Karen sedangkan Karen hanya tersenyum menyeringai membuat bulu - bulu halus David berdiri.


" Kamu vampir?" tanya David dengan nada curiga


" Iya, aku ada turunan vampir." ucap Karen sambil menahan senyum.


ctak


aduh


David yang tahu istrinya membohonginya membuatnya kesal dan menyentil kening istrinya.


" Kenapa sich senang banget menyentil keningku." sakit tahu." ucap Karen mengelus keningnya sambil bibir bawahnya maju


" Makanya jangan iseng. Sudah ah aku ngantuk." ucap David sambil membalikkan badannya.


Karen pun ikut membalikkan badannya kemudian memejamkan matanya karena besok pagi Karen harus bangun lebih pagi. Tidak berapa lama Karen pun sudah tertidur pulas sedangkan David masih sulit untuk tidur.


" Cepat sekali istriku tidur." ucap David sambil membalikkan badannya menatap punggung istrinya.

__ADS_1


Karen tanpa sadar membalikkan badannya dan memeluk David seperti memeluk guling sambil kepalanya bersandar di dada David. David hanya tersenyum dan membalas pelukan Karen dan tidak berapa lama diapun ikut tertidur pulas.


xxxxxxx


Tidak terasa malam berganti pagi suara burung - burung berkicau menyambut pagi hari. Karen perlahan membuka matanya dan langsung tersenyum karena dirinya tidur memeluk suaminya. Ada rasa nyaman di hati Karen ketika suaminya juga memeluk dirinya.


Perlahan Karen melepaskan tangan David yang memeluk dirinya. Setelah berhasil lepas Karen turun dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.


Setelah selesai Karen menyiapkan air hangat dan memberikan aroma kesukaan suaminya. Setelah selesai Karen berjalan keluar dari kamar mandi untuk menyiapkan pakaian suaminya dan di taruh di sofa.


Karen perlahan membuka pintu kamarnya agar David tidak terbangun menuju ke dapur. Selesai masak dan dihidangkan ke meja makan Karen menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Karen melihat suaminya sudah rapi hanya dasinya yang belum terpasang.


" Mau aku pakaikan dasinya?" tanya Karen


" Memang bisa?" ledek David


" Bisalah." ucap Karen


Karen langsung memasangkan dasi suaminya sambil berjinjit karena tubuh suaminya lebih tinggi dari dirinya.


" Nah sudah selesai jadi tambah tampan suamiku." puji Karen


cup


David mengecup bibir Karen sekilas sambil tersenyum


" Terima kasih, belajar dari mana? Apa jangan - jangan kamu sering memasangkan sama pacarmu?" tanya David dengan nada cemburu.


" Kalau memasangkan dasi hanya dua kali belajar dan langsung bisa tapi bukan sama pacarku. Pacaran saja tidak pernah yang ada langsung menikah denganmu." ucap Karen


" Terus kamu belajar memasangkan dasi sama siapa?" tanya David sedikit lega


" Belajar sama mommy, mommy mengajariku jika nanti punya suami harus bisa memasang dasi." ucap Karen


bruk


akhh


" Jangan sekali - kali menyebut nama orang tuamu itu." ucap David sambil mendorong istrinya hingga terjatuh.


" Maaf." ucap Karen sambil menahan air matanya agar tidak keluar.


David hanya membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Karen sendiri yang duduk di lantai sambil mengusap bokongnya yang sakit. Karen berusaha bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi Karen berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian kerja.


" Maafkan ke dua orang tuaku suamiku." ucap Karen lirih dan tidak terasa air matanya jatuh.


Karen buru - buru menghapusnya dan memakai pakaian kerja. Karen menghias dirinya hanya memakai bedak dan lipstik warna pink seperti warna bibirnya.


Karen mengambil tasnya kemudian keluar dari kamar nya menuruni anak tangga menuju meja makan. Karen membulatkan matanya karena sarapan buatan Karen sama sekali tidak di sentuh membuat Karen bertambah sedih.


" Aku sudah membuatkan makanan kesukaannya tapi sama sekali tidak di sentuh." ucap Karen dengan nada lirih.


" Nona tidak makan?" tanya kepala pelayan


" Tuan kemana?" tanya Karen sambil membalikkan badannya dan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan


" Tuan sudah berangkat kerja nona." ucap kepala pelayan.


" Oh.. baiklah kalau begitu aku pergi dulu paman." jawab Karen


" Nona tidak makan?" tanya kepala pelayan

__ADS_1


" Tidak paman, suamiku tidak makan maka aku juga tidak ikut makan, aku pamit dulu paman." pamit Karen sambil tersenyum.


" Hati - hati nona." Jawab kepala pelayan.


" Terima kasih paman." jawab Karen sambil membalikkan badannya menuju pintu keluar.


Setelah kepergian Karen ponsel milik kepala pelayan berdering.


" Istriku sudah makan?" tanya David dari sebrang


" Nona tidak makan tuan." ucap kepala pelayan.


" Kenapa?" tanya David terkejut


" Karena tuan tidak makan maka nona juga ikutan tidak makan." jawab kepala pelayan.


" Dasar bodoh, sekarang bungkus semua makanan dan kirim ke bandara secepatnya aku masih di jalan." ucap David sambil tersenyum karena istrinya memperhatikan dirinya.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.


Tut Tut Tut Tut Tut


Ponsel dimatikan oleh David secara sepihak dan kepala pelayan hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Kepala pelayan itupun menyuruh pelayan membungkus semua makanan yang berada di meja untuk di kirim ke tuan David yang sedang menuju ke bandara.


" Tuan - tuan sebenarnya tuan sangat senang diperhatikan oleh nona Karen tapi karena rasa dendamnya membuat tuan menutupi perasaannya. Semoga tuan segera sadar sebelum terlambat nantinya." guman kepala pelayan.


Kepala pelayan menyuruh bodyguard nya untuk mengantar makanan ke bandara.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2