Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat

Perjalanan Cinta 3 Pria Psycophat
Ronald dan dokter Clarissa


__ADS_3

deg deg deg deg deg deg


Dokter Clarissa langsung memeluk tanpa menunggu persetujuan dari Ronald membuat tubuh Ronald menjadi tegang dan jantungnya semakin berdetak kencang.


" Hiks.. hiks... jika Karen hamil hanya ada dua pilihan menggugurkan kandungannya atau tidak? Aku yakin sahabatku Karen pasti akan memilih kandungannya." ucap dokter Clarissa sambil terisak


" Apa maksudmu aku tidak mengerti?" tanya Ronald sambil mendorong pelan tubuh dokter Clarissa. Ronald mengangkat dagu dokter Clarissa agar menatap dirinya.


" Kak Federick waktu itu datang menemuiku dan katanya kalau Karen hamil maka ada dua pilihan mempertahankan janinnya maka Karen kemungkinan bisa meninggal atau menggugurkan kandungannya maka Karen akan selamat." ucap dokter Clarissa.


Ronald terdiam kemudian dirinya ingat akan sahabat lamanya Federick yang dulu meminta ramuan untuk Karen agar cepat sembuh namun efeknya jika Karen hamil maka akan keguguran.


" Hmm... aku ingat dulu waktu itu sahabatku Federick pernah mengatakan itu." ucap Ronald.


" Kak Federick mengatakan sudah membuat ramuannya tapi harus kondisi sahabatku tidak hamil tapi Karen..." ucap dokter Clarissa terpotong karena tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


Dokter Clarissa memeluk Ronald dan Ronald pun membalas pelukan dokter Clarissa. Mereka terdiam menikmati harum di tubuh mereka membuatnya tenang.


" Apakah kamu sudah meminta dibuatkan penawarnya?" tanya Ronald setelah beberapa lama diam.


" Sudah." Jawab dokter Clarissa


" Terus?" tanya Ronald


" Katanya belum ada." ucap dokter Clarissa


Dokter Clarissa melepaskan pelukannya begitu pula dengan Ronald walau sebenarnya Ronald belum rela untuk melepaskan nya. Dokter Clarisa duduk dan di ikuti oleh Ronald.


" Aku akan mencoba berbica dengan Karen untuk menggugurkan kandungannya agar diobati dan jika sudah sembuh bisa hamil lagi." usul dokter Clarissa


" Jangan, yang ada nanti tuan David akan marah dan menyiksa nona Karen lagi. Aku akan coba hubungi sahabatku Federick." ucap Ronald.


Ronald mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sahabatnya tapi ponselnya tidak aktif sampai lima kali barulah Ronald menyerah dan memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.


" Coba kamu hubungi sahabatmu dokter Sandra." pinta Ronald


Dokter Clarissa pun menghubungi sahabatnya tapi tetap sama sampai lima barulah dokter Clarissa berhenti menghubungi sahabatnya.


" Kenapa ponsel mereka berdua tidak bisa dihubungi?" tanya Ronald dengan nada bingung


" Apa mereka masih di desa xxxx?" tanya dokter Clarissa.


" Mungkin saja." ucap Ronald


" Tapi apakah sahabatmu tidak bekerja?" tanya dokter Clarissa


" Bekerja,kenapa memangnya?" tanya Ronald.


" Kantornya dimana" tanya dokter Clarissa menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Aku tidak tahu." jawab Ronald.


" Kenapa tidak tahu?" tanya dokter Clarissa


" Sebenarnya Federick itu sahabatku sejak kami masih kecil hingga lulus sekolah dasar setelah itu kami pisah tidak bertemu lagi. Ketika tuan David meminta dicarikan profesor aku menghubungi kenalanku untuk mencarinya dan kenalanku memberi tahu kan kalau ada profesor yang terkenal bisa membuat ramuan dan aku meminta ponselnya kemudian aku menghubunginya ketika aku berbasa basi menanyakan pendidikan nya mulai dari SD dia cerita kalau sekolah di xxxx xxxx dan aku juga sama sekolah di sana ketika ditanya lagi ternyata kita ini sahabat. Karena kesibukan masing-masing kami jarang berkomunikasi jadi aku tidak tahu dia bekerja di mana?" ucap Ronald menjelaskan


" Waktu bertemu apakah kak Federick tidak cerita atau kak Ronald cerita tentang pekerjaan?" tanya dokter Sandra.

__ADS_1


" Tidak." jawab Ronald singkat


Dokter Clarissa hanya bisa menepuk keningnya sambil menatap ke arah Ronald.


" Ya ampun kak Ronald memang setelah lama tidak bertemu memangnya tidak reuni atau bertemu untuk mengobrol menceritakan masa lalu?" tanya dokter Clarissa


" Tidak, karena kami masing-masing sibuk dengan pekerjaan nya." ucap Ronald.


" Pantas saja." jawab dokter Clarissa


" Maksudnya?" tanya Ronald


" Jujur sesibuk - sibuknya aku, Sandra dan Karen seminggu sekali atau dua minggu sekali pasti bertemu entah itu makan bersama di restoran atau ke salon atau jalan - jalan sambil menceritakan masa lalu dan juga masa depan jika menikah." ucap dokter Clarissa.


" Apakah sudah ada calonnya?" tanya Ronald dengan nada cemburu.


Dokter Clarissa menatap wajah tampan Ronald dan melihat perubahan wajahnya membuatnya tersenyum jahil.


" Sudah, kekasihku sangat tampan dan bekerja sebagai asisten CEO." ucap dokter Clarissa.


" Apakah kamu mencintainya?" tanya Ronald dengan nada dingin.


" Sangat mencintainya dan diapun juga sama sangat mencintaiku." ucap dokter Clarissa tersenyum jahil melihat Ronald sedang menahan kesal.


" Putusin." ucap Ronald dengan nada kesal


" Apa? kenapa?" tanya dokter Clarissa nada terkejut


" Dia bukan laki - laki baik pasti dia orang jahat." ucap Ronald


" Tebak saja." jawab Ronald


" Memang nya kak Ronald pernah bertemu?" tanya dokter Clarissa


" Belum." jawab Ronald singkat


" Oh berarti kak Ronald bukan laki - laki baik melainkan orang jahat." ucap dokter Clarissa sambil jari telunjuk


" Maksudnya?" tanya Ronald bingung


" Kekasih yang kuceritakan adalah kak Ronald. Ya sudah deh berarti aku cari pria lain." goda dokter Clarissa sambil melambaikan ke arah pelayan restoran.


Ronald terdiam memikirkan perkataan ucapan dokter Clarissa setelah 5 menit kemudian...


" Kamu menganggapku sebagai kekasih?" tanya Ronald dengan nada tidak percaya


" Tadinya sich sekarang tidak lagi." ucap dokter Clarissa dengan nada santai.


" Kak minta bill ya " sambung dokter Clarissa ke pelayan yang baru datang.


" Baik nona." jawab pelayan itu dengan sopan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


" Kenapa??" tanya Ronald terkejut.


" Tidak apa-apa, aku hanya bercanda kok." ucap Dokter sambil menahan tawa karena berhasil ngerjain Ronald.


" Benaran juga tidak apa-apa." ucap Ronald penuh harap sambil menatap mata dokter Clarissa.

__ADS_1


" Maaf aku tidak tertarik." ucap dokter Clarisa tanda dosa.


" Kamu tahu banyak wanita yang mengejar - ngejar aku dan berlomba-lomba ingin menjadi kekasihku. Kenapa kamu tidak tertarik padaku?" tanya Ronald penasaran


" Itu mereka tapi aku tidak." ucap dokter Clarissa


" Kenapa!" tanya Ronald penasaran


" Tidak tahu, apakah kak Ronald mencintaiku?" tanya dokter Clarissa sambil menatap mata Ronald


" Iya aku sangat mencintaimu dan aku juga yakin kamu juga mencintaiku." ucap Ronald dengan penuh percaya diri.


" Iya benar aku sangat mencintaimu tapi..." ucap dokter Clarissa menggantungkan kalimatnya


" Tapi apa?" tanya Ronald penasaran


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2