Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Perasaan Mark


__ADS_3

Aku adalah wanita yang sudah dewasa. Tapi aku tetap tidak tahu bagaimana bereaksi dengan hal seperti ini. Mungkin aku seharusnya lebih banyak belajar.


"Iya Starla aku jatuh cinta kepadamu. Kau begitu baik, kau tidak seperti wanita lainnya yang selalu menggangguku karena aku seorang dokter atau karena aku terlihat tampan bagi mereka. Tidak ada yang sudah berteman denganku seperti ini sebelumnya. Aku mengagumi dirimu. Aku benar-benar menyukaimu Starla." Ucap Mark.


Aku terdiam.


Kepalaku berhenti berpikir. Mulutku tidak bisa terbuka. Aku benar-benar kehilangan suaraku. Aku berdiri dalam diam. Setelah beberapa saat, aku mencoba melihat Mark yang seolah mengharapkan jawaban dariku.


"Mmmmm Mark, ini semua terlalu tiba-tiba. Aku menghargai perasaanmu." Ucapku.


Aku mencoba untuk mengatakan sesuatu, tapi aku sendiri tidak tahu apa sebenarnya maksudku dan aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Mark lalu menyelamatkan aku dengan mengatakan hal lainnya.


"Kau tidak perlu merasa canggung karena hal ini. Aku tahu kau hanya menganggap aku sebagai temanmu. Tapi aku hanya ingin mengatakan kepadamu tentang bagaimana perasaanku terhadapmu. Aku tidak bisa menahan hal ini lebih lama lagi. Aku tidak mengharap kau membalas perasaanku ini dengan cepat. Aku akan menunggu dirimu Starla. Aku tidak akan berhenti untuk mencoba. Aku tidak akan menyerah." Ucap Mark kepadaku.


Tiba-tiba Mama Mark mengetuk pintu kamar Mark.


Mark pun membuka pintu kamarnya.


"Starla sayang, aku sudah menyiapkan tempat tidur untukmu di lantai bawah disebuah kamar yang berada di dekat dapur. Kau bisa memanggil aku jika kau membutuhkan sesuatu. Aku akan ada untukmu." Ucap Mama Mark.


"Tante maaf sudah mengganggu. Aku tidak bisa menginap di sini. Aku harus pergi ke rumah sakit besok. Jadi aku harus pulang ke rumah sekarang." Balas ku.


"Oh tidak sayang, kau harus menginap di sini. Kamar itu sudah disiapkan untukmu. Kau tidak boleh pergi hari ini. Aku tidak mau mendengarkan apapun. Mark katakan kepadanya." Ucap Mama Mark kepadaku.


"Iya Starla, kau harus menginap. Kita tidak harus pergi pagi-pagi ke rumah sakit besok. Aku akan mengantarmu pulang sangat pagi besok." Ucap Mark.


"Baiklah." Balas ku.

__ADS_1


Kamar itu sangat nyaman dan menyenangkan berada di dalam kamar itu. Tempat tidurnya juga begitu nyaman. Mereka menyiapkan semuanya seperti untuk seorang selebriti.


Keluarga ini sangat ramah dan aku menyukai mereka semua. Tapi aku tidak mau memberikan harapan palsu kepada mereka. ku tidak bisa menjanjikan apapun. Maksudku aku memang menyukai Mark. Tapi aku tidak mencintai dirinya. Aku tidak bisa menjanjikan sebuah hubungan dan perasaan yang sama untuknya jika aku tidak memilikinya. Aku tidak mau menyakiti siapapun dari mereka.


Saat aku sibuk dengan pikiranku, aku dialihkan oleh sebuah suara.


"Aku minta maaf jika kau berpikir aku lancang. Aku orang yang introver dan aku tidak terlalu tahu bagaimana caranya untuk mengobrol dengan orang lain."


Aku melihat ke arah pintu untuk melihat bahwa itu ternyata adalah adik Mark.


"Tidak apa-apa, kau tidak perlu minta maaf. Aku senang kau ada di sini. Siapa namamu?" Tanyaku kepadanya.


"Jason." Balasnya dengan masih berdiri di dekat pintu.


"Kemari lah duduk di sini." Ucapku memanggilnya untuk duduk di atas tempat tidurku dan dia tidak menolak.


"Iya aku berjanji." Balas ku.


"Aku membencimu pada awalnya. Aku sudah terbiasa hidup hanya bersama Kakakku. Dia menjagaku dan selalu membuatku bahagia. Aku benar-benar mengaguminya. Tapi saat kau datang, dia selalu sibuk mengirim pesan atau bicara denganmu di ponsel. Dia sulit menghabiskan waktu denganku. Dia tidak pernah seperti itu. Dia tidak pernah membiarkan gadis manapun dekat dengannya. Tapi kau adalah yang pertama yang membuat dia seperti itu. Kau memenangkan hatinya, di mana gadis lain tidak pernah bisa melakukannya.


Aku rasa aku iri bahwa dia sekarang mengalihkan perhatiannya kepada orang lain. Jadi aku tidak bisa bicara denganmu saat kau datang. Tapi kau tetap bersikap manis kepadaku dan keluargaku. Bahkan itu semua terlihat jelas dari reaksi mu bahwa kakakku tidak mengatakan apapun padamu jika kau akan bertemu dengan orang tuaku di sini atau apapun tentang keluargaku sama sekali. Aku lalu pergi ke kamarku dan aku memikirkan semuanya sendiri. Aku seharusnya bahagia untuk kakakku dan bangga akan pilihannya.


Kau adalah orang yang sangat baik dan tentu saja spesial baginya. Jadi tolong, jika kau bisa memberikan kesempatan padaku, aku mau menjadi temanmu. Kau sudah seperti kakakku sendiri dan aku berjanji semua yang aku punya untukmu adalah rasa hormat." Ucap Jason panjang lebar padaku.


"Kakakmu bicara banyak tentang dirimu. Dia menyebutkan kau lebih banyak dari semua pasien yang pernah dia temui yang membuat aku percaya bahwa dia sangat menyayangimu. Dia mengatakan kepadaku bahwa kau adalah hidupnya. Jadi tidak ada dan tidak akan pernah ada seseorang yang bisa datang di antara kau dan kakakmu itu. Kau memiliki ikatan yang spesial dan tidak ada yang bisa menghapus hal itu. Kau itu terpisah dari pekerjaannya, teman dan cinta dalam hidupnya. Kau adalah prioritas utamanya. Jadi catat itu dalam pikiranmu. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu saat dia membicarakan tentang dirimu dan aku senang hal itu terjadi hari ini. Aku sangat senang bertemu denganmu Jason.," Ucapku.


"Sangat menyenangkan bertemu denganmu juga Starla." Ucap Jason.

__ADS_1


"Bisakah aku bertanya sesuatu kepadamu? Aku benar-benar bingung tentang hal itu." Ucapku.


"Iya tentu. Aku akan sangat senang jika aku bisa membantu." Balasnya.


"Mmmm.... Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa aku adalah kekasihnya?" Tanyaku.


Aku tidak yakin tentang pertanyaan itu atau pilihan kata yang aku ucapkan.


"Tidak ada siapapun sebenarnya. Bukan kata kekasih tapi bukankah itu sudah jelas? Dia hanya mengatakan bahwa dia akan membawa pulang seorang gadis. Dia ingin kami bertemu dengan seorang gadis dan menurutnya gadis itu sangat baik dan juga seseorang yang dia sukai. Jadi bukankah itu berarti dia membicarakan tentang kekasihnya?" Ucap Jason.


"Masalahnya adalah, aku bukanlah kekasihnya. Setidaknya belum. Aku hanya temannya, teman baik. Kami benar-benar teman baik dan aku benar-benar belum yakin. Aku tidak mengetahui tentang perasaannya sebelum hari ini. Tapi Mamamu malah berpikir tentang diriku sudah seperti menantunya sendiri dan Papamu mungkin saja berpikir hal yang sama. Dan sekarang aku tidak tahu kenapa dia menyebutkan semuanya, tapi faktanya bahwa kami hanya berteman. Apa yang aku lakukan? Aku tidak tahu apa yang akan aku katakan kepadanya. Bagaimana jika dia membenci aku, jadi aku berpikir bahwa ini bukanlah waktu yang tepat. Aku tahu Mark akan mengatakan semuanya kepada orang tua cepat atau lambat. Tapi kau harus tahu itu?" Ucapku panjang lebar.


"Oh ya Tuhan, kami benar-benar minta maaf karena sudah berasumsi seperti itu Starla. Bagaimana canggungnya semua situasi itu kepada dirimu. Mark mungkin memiliki banyak harapan dan tidak mau memikirkan cara. kenapa dia tidak mengatakan kepada kami atau membenarkan kami. Tapi jangan khawatir dia pasti akan melakukannya. Apapun pilihanmu, dia akan bahagia dengan kebahagiaanmu itu tapi Starla Bisakah Aku mengatakan sesuatu?


Aku benar-benar ingin kau menjadi kekasihnya. Kalian benar-benar sempurna bersama. Dia mencintaimu, sangat mencintaimu dan aku tidak bisa memikirkan orang lain dibandingkan dirimu. Kau begitu baik sangat-sangat cocok untuknya." Ucap Jason.


"Tentu aku akan memikirkannya Jason. Tapi aku tidak yakin, ini semua terlalu tiba-tiba. Aku tidak tahu tentang perasaanku kepadanya. Aku selalu memperlakukan Mark seperti temanku, aku butuh waktu." Ucapku.


"Terima kasih. Aku memiliki perasaan bahwa kita akan menjadi teman selamanya Starla. Tolong pikirkan semuanya dengan baik." Ucap Jason.


"Oh iya, sekarang kau pergilah tidur. Sampai bertemu besok pagi." Ucapku.


Jason lalu pergi.


Baiklah jadi yang itu tadi adalah bicara dari hati ke hati dengan adik Mark, dengan semua itu aku pun kembali berpikir dan tidak menyadari kapan aku akhirnya bisa tertidur.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2