Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Bertarung


__ADS_3

"Semuanya bunuh si arogan keparat ini. Bunuh juga kekasihnya di depan matanya. Jadi dia bisa menyaksikan kematian kekasihnya." Ucap Bos dari para penjahat itu.


Aku melihat ke arah kursi dan menemukan sesuatu yang memukuli wajahku. Ternyata itu adalah sebuah senjata. Mungkin pria yang melepaskan ikatan ku yang memegangnya tadi. Aku perlahan bergerak ke arah senjata itu tanpa disadari oleh mereka semua dan mengambilnya untuk menyiapkan diriku sendiri. Aku harap aku tidak mati dengan cepat. Mungkin aku bisa melawan satu atau dua orang dari mereka.


Tidak akan ada kemungkinan bahwa kami bisa melawan kelima puluh orang yang bersenjata itu dan Bos mereka tampak berjalan keluar seolah kami ini hanyalah film menakjubkan yang bisa dilihat ditonton olehnya. Kami akan mati hari ini. Dan itu semua sudah jelas akan terjadi.


"Aku tidak akan mati di sini Jack, tidak hari ini." Ucap Alden.


Dia lalu mendekat ke arahku dan berbisik, "tetaplah menunduk dan jangan berpindah dari sini. Aku akan melindungi mu. Ini semua akan berakhir secepatnya. Kau jangan khawatir dan jangan takut, oke. Aku ada di sini."


Alden dengan cepat berubah seperti menjadi sosok seorang pembunuh. Dia menunduk untuk mengambil dua senjata keluar dari dalam sepatu boots yang dia gunakan.


"Kau pikir aku datang tanpa persiapan?" Ucap Alden.


Detik berikutnya Alden pun berpindah dari tempatnya berdiri, dia berlari, melompat, dan melakukan aksi seperti yang pernah aku lihat dalam sebuah film. Dia menembaki setiap pria yang ada di sana dan membunuh mereka.

__ADS_1


Aku menyadari jika dia ternyata mengenakan jaket anti peluru untuk melindungi dirinya. Aku benar-benar diselamatkan dengan hanya berdiri di sana, seolah aku tengah menonton sebuah pertarungan. Dia tidak membiarkan pria manapun mendekat ke arahku.


Tapi saat dia sibuk melawan mereka semua, entah dari mana datangnya, aku melihat Bos mereka itu datang dengan dua orang pria mendekat ke arahku.


Aku meneriakkan nama Alden untuk meminta bantuan dan mengacungkan senjata yang aku ambil dari bawah kursi ke arah mereka dan dengan cepat menarik pelatuk menembak mereka dengan tidak sadar. Aku begitu terkejut melihat dua orang pria terjatuh ke lantai. Mereka tidak menyadari bahwa aku mempunyai senjata dan menembak ke arah mereka. Bos mereka pun mendekat ke arahku tanpa terluka. Dia menendang senjata itu dari tanganku. Dia mendekat untuk menggapai ku, saat tiba-tiba dia dipukuli oleh Alden dari belakang.


"Apa kalian semua anak kecil? Bukankah kalian berlatih? Kenapa kalian bisa kalah hanya dengan satu orang pria?" Teriak Bos itu menunjukkan kemarahannya kepada orang-orangnya.


Aku merasa sudah tidak bisa tertolong lagi. Aku tidak bisa memanggil siapapun. Aku tidak bisa berlari kemanapun. Aku tidak bisa menolong Alden.


Tiba-tiba aku kemudian mendengar suara sebuah helikopter.


Ada perkelahian yang terjadi di antara Bos penjahat itu dan Alden. Aku tidak pernah bermimpi bahwa aku bisa membayangkan untuk melihat Alden bertarung seperti itu. Tidak peduli bagaimana hebatnya dia, tapi aku tetap benar-benar khawatir akan keselamatannya.


Rasa takut ini sangat membunuhku. Aku bahkan bisa saja buang air di celanaku kapanpun dan aku bahkan tidak bisa bicara.

__ADS_1


Bagaimana mungkin pria tampan itu bisa begitu hebat dalam bertarung? Dia adalah petarung yang sangat hebat yang membuat semuanya seolah seperti permainan anak-anak saja.


Saat aku sibuk melihat ke sekelilingku, para pria yang jahat ada yang sudah mati dan ada juga yang hanya terluka dan tidak bisa bergerak sama sekali. Alden pun akhirnya mengakhiri permainan Bos penjahat itu dengan sebuah tembakan jarak dekat.


"Pak!!!" Ucap semua pasukan militer itu saat mereka memberi hormat kepada Alden yang berlari mendekat ke arahku.


"Apa kau baik-baik saja? Ini Semua sudah berakhir, aku minta maaf Starla karena semua hal ini terjadi." Ucap Alden.


Sejujurnya aku sangat senang karena ini semua berakhir, aku bisa selamat, Alden juga selamat. Aku punya banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadanya tentang banyak hal di dalam kepalaku. Tapi aku hanya ingin pulang ke rumah sekarang dan ya mungkin saja aku akan buang air kecil lebih dulu.


"Kau terlalu lama." Ucapku saat kami sudah berpindah masuk ke dalam sebuah helikopter besar.


"Aku tidak bisa membiarkan dia mati dengan mudah. Dia mencoba untuk melukaimu, jadi aku mematahkan tangannya karena sudah memukuli mu. Aku membuat dia menahan rasa sakit sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya." Ucap Alden.


Dia terdiam sesaat kemudian berkata, "aku minta maaf jika semua ini terdengar begitu kejam. Aku harus meminta maaf yang benar padamu. Tapi ayo kita pulang ke rumah lebih dulu. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu tentang apa yang terjadi hari ini di rumah nanti." Ucap Alden.

__ADS_1


Alden lalu membawaku ke dalam pelukannya saat kami duduk berdekatan satu sama lain. Aku menaruh kepalaku di pundaknya. Dia lalu memberikan sebuah ciuman lembut di kening ku dan aku bisa menemukan kedamaian dalam pelukannya itu.


Bersambung...


__ADS_2