Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Mencari Daniel


__ADS_3

4 bulan....


Mungkin bagi beberapa orang, itu bukanlah waktu yang lama. Tapi bagi orang yang menunggu untuk orang yang mereka kasihi itu, rasanya seperti bertahun-tahun lamanya. Setiap detik terasa begitu lama dan membuat semuanya begitu terasa menyengsarakan. Aku tidak bisa menghubungi Alden dan dia juga tidak mengirim pesan kepadaku.


Jika aku tahu bahwa hal ini akan membuatku tidak bisa bernafas seperti ikan yang keluar dari dalam air, maka aku tidak akan membiarkan dia pergi.


Tapi aku mengerti pria yang aku cintai bukan hanya untukku sendiri, tapi dia adalah pahlawan bagi seluruh negaraku. Dia berurusan dengan orang-orang jahat yang mungkin saja bisa membunuhnya. Kadang-kadang aku berpikir kenapa orang harus melakukan hal itu.


Dengan semua pikiran yang berlari di dalam kepalaku, aku pun pergi ke sebuah supermarket. Sudah begitu lama sejak aku keluar untuk membeli keperluanku dan biasanya aku pergi dengan Alden tapi sekarang....


Sudahlah, aku hanya bisa menghela nafasku. Aku membeli sayuran favorit Alden, bahan-bahan untuk membuat kue dan kue kering lainnya karena aku sedang ingin memanggang kue. Setelah mengambil beberapa bahan yang ada di dalam daftar belanjaan ku, aku akhirnya keluar dengan troli penuh dengan barang-barang yang aku beli.


Aku membungkuk untuk mengambil kantung belanjaan yang aku jatuhkan dan di depanku ada tiga orang pria yang menggunakan pakaian serba hitam dan juga mengenakan kacamata hitam.


Para pria ini bukanlah berasal dari para pria yang bekerja di dalam supermarket karena pakaian mereka berwarna merah.


Aku mulai merasa gugup saat aku menyadari ada gambar ular yang berada di depan setiap pakaian yang mereka kenakan. Aku pun memikirkan apa yang Daniel katakan kepadaku tentang sebuah geng sadis bernama The Black Viper. Tapi itu tidak mungkin mereka. Kepalaku pasti hanya memikirkan hal aneh saja.


Setiap pakaian berwarna hitam dengan gambar ular tidak mungkin semuanya berhubungan dengan mereka dan mereka sudah menghilang sejak lama.


Tidak ada geng apapun yang menunjukkan eksistensinya sekarang dan orang-orang itu mungkin saja hanya orang biasa atau mungkin orang-orang itu adalah bodyguard dari orang kaya siapa yang peduli.


Aku lalu memasukkan semua barang-barang belanjaan ku ke dalam mobil dan keluar dari parkiran supermarket itu.


Para pria itu tidak bisa melihatku. Tapi aku berpikir apa yang mereka lakukan di sini dengan berpakaian seperti itu. Apa Mungkin tiga orang bodyguard juga diberi tugas untuk membeli keperluan rumah?


Aku lalu mengendarai mobil pulang ke rumah untuk masak malam dan berpikir bahwa aku akan tidur dengan cepat hari ini. Tapi aku tidak bisa. Kapanpun aku menutup mataku, aku melihat gambar ular itu.

__ADS_1


Tidak peduli bagaimana alasan bodoh yang aku berikan kepada diriku sendiri untuk tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang mungkin saja memang Black Viper itu.


'Apakah mereka sudah menemukan Daniel?' tanyaku dalam hati.


Aku mulai berkeringat padahal saat ini tidak terlalu panas. Aku merasa gugup dan aku bisa mencium bau bahaya yang akan segera datang. Aku mengambil ponselku untuk menelpon The Red Dragon Academy. Sudah sangat lama sejak aku terakhir kali bicara dengan Daniel.


Aku lalu menelpon mereka, tapi tidak ada jawaban apapun. Lalu aku kembali menelpon dan tetap tidak ada jawaban. Sekarang aku mulai panik. Aku kehilangan kesabaran ku dan mereka padahal hanya perlu mengangkat telepon dariku. Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Dalam rasa frustasi, aku melihat ke arah jam.


Aku begitu terkejut setelah melihat ternyata Sekarang sudah jam 01.00 dini hari. Aku mencoba untuk tidur jam 09.00 dan sekarang ternyata sudah jam 01.00. Mereka mungkin saja sudah tidur.


"Aku akan pergi ke sana besok pagi." Ucapku pada diriku sendiri lalu tidur.


Keesokan paginya...


Aku bangun dengan cukup pagi karena aku mendapatkan mimpi buruk. Aku tidak bisa mengingat semuanya, tapi mimpi itu berakhir dengan seorang pria besar yang menggunakan kaos berwarna hitam dan sebuah gambar ular besar di bajunya itu tengah menembak Daniel. Aku begitu ketakutan bahkan aku hampir saja buang air kecil di celanaku.


Aku dengan cepat sampai di The Red Dragon Academy, lalu mengetuk pintunya dengan keras dan memanggil nama Daniel.


Om dari Daniel keluar dan melihatku.


"Hey Starla sayang. Aku benar-benar minta maaf, aku kehilangan nomormu. Aku punya berita penting untukmu." Ucapnya.


Ini dia... Dia pasti akan mengatakan kepadaku tentang kembalinya orang jahat itu. Dia mungkin saja akan mengatakan kepadaku bahwa The Black Viper ada di sini dan hidup Daniel berada dalam bahaya.


"Iya aku tahu. Aku sudah melihat mereka." Jawabku dengan perasaan begitu ketakutan di dalam diriku.


"Kau tahu? Apakah dia pergi ke rumahmu? Dia pergi ke dalam bahaya dan bahkan tidak mengatakan apapun kepada kami. Tapi dia sudah merencanakan semua itu sejak lama." Ucap Om dari Daniel itu.

__ADS_1


"Iya, aku melihat mereka di..... Tunggu dulu, siapa yang datang ke tempatku dan siapa yang pergi dengan begitu cepat?"


Aku tidak mengerti dengan ucapan itu dan aku pun bertanya dengan cepat.


"Daniel! Memangnya siapa yang kau lihat?" Ucap pria tua itu bertanya dengan bingung.


"The Black Viper." Balas ku dengan suara gemetar dan wajahku menunjukkan ketakutan. "Mereka sudah kembali." Lanjut ku.


"Apa?" Ucap pria itu.


Dia langsung terjatuh di atas kursi. Dia benar-benar tampak begitu panik, tapi aku harus mendiskusikan semua ini.


"Ke mana dia pergi? Aku melihat tiga orang pria menggunakan pakaian serba hitam dengan gambar ular di pakaian mereka di dekat supermarket dan nereka terlihat menyelidiki sesuatu seolah mereka tengah mencari seseorang. Katakan kepadaku apakah Daniel aman?" Tanyaku.


"Pelajaran yang Daniel lakukan sudah berhasil selesai, sekarang dia harus belajar 2 sampai 3 tahun lagi. Tapi dia sudah begitu baik. Dia menyelesaikan ujiannya hanya dalam waktu 3 bulan dan dia berpikir bahwa dia siap untuk semuanya. Jadi dia ingin pergi dan dia tetap mengatakan bahwa dia tidak akan membuang waktu dan mulai merencanakan semuanya dan karena aku tetap menghentikannya. Dia tidak mengatakan kepadaku ke mana dia akan pergi. Dia hanya mengatakan bahwa dia akan pergi bertemu denganmu dan mungkin akan kembali dengan terlambat. Dia membawa sebuah tas yang besar dan saat aku memeriksa kamarnya, ternyata semua barang-barangnya sudah dibawa pergi. Aku pikir dia akan tinggal bersamamu untuk beberapa saat dan kemudian mencoba untuk meninggalkan misi itu. Aku tidak tahu di mana dia sekarang. Aku minta maaf sayang." Ucapnya.


"Dia tidak tahu apapun. Jika kau mendapat informasi apapun, tolong biarkan aku mengetahuinya." Ucapku sebelum pergi meninggalkan akademi itu.


Aku kembali pulang ke rumah dan memeriksa CCTV. Daniel ternyata memang datang ke rumahku. Dia terus memencet bel dan untungnya pelayan membuka pintu. Aku meminta pelayan untuk membersihkan rumah setiap hari.


Setelah mengobrol sesaat, pelayan mungkin saja meminta Daniel untuk datang tapi Daniel menuliskan sesuatu di sebuah kertas dan meninggalkan kertas itu kepada pelayan dan pergi.


Aku harus menemukan surat itu. Aku pun mencari kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukannya. Pelayan datang di malam hari, aku berlari ke arahnya dan menanyakan kepadanya tentang Daniel.


"Itu adalah 4 hari setelah anda pergi. Tuan Daniel datang kemari untuk bertemu dengan Anda. Tapi saat aku mengatakan bahwa Anda pergi untuk liburan dengan teman-teman anda dan Tuan Alden juga pergi untuk pekerjaannya, Tuan Daniel pun mengambil pena dan kertas dari dalam tasnya menulis sesuatu dan memberikan surat itu kepadaku dan meminta aku untuk memberikannya kepada anda. Dia mengatakan bahwa itu adalah hal yang penting. Jadi aku terus menyimpannya dan ini surat itu." Ucap pelayan kepadaku seraya memberikan surat itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2