
PoV Starla William
Tiga bulan kemudian....
Bukankah semuanya begitu sempurna? Hidupku saat ini benar-benar sempurna. Semuanya akhirnya lebih baik dari yang aku impikan.
Daniel mulai mengatur perusahaannya seperti orang yang sudah sangat ahli. Dia berada di sampul majalah hari ini. Perusahaannya berjalan dengan begitu pesat dalam waktu 3 bulan. Dia begitu cepat berhasil.
Aku sendiri sudah dikenal sebagai dokter sekarang. Mark selalu ada di sisiku menjadi sahabat baikku. Aku bersyukur akan hal itu. Aku selalu berdoa agar dia akan menemukan orang yang tepat untuknya.
Alden menjadi pria yang paling dihormati di seluruh negara ini atas jasa yang dia lakukan. Dia sudah melamar ku dan tentu saja aku setuju untuk menikah dengannya tanpa berpikir lebih panjang lagi.
Hari ini adalah hari pernikahanku dan aku benar-benar merasa begitu bahagia. Aku tidak bisa percaya bahwa hal ini akhirnya terjadi. Semua orang akan ada di sini. Mulai dari keluarga Alden, keluargaku, keluarga Mark, Daniel bahkan teman-teman Daniel dari panti asuhannya pun datang. Aku sudah tidak melihat mereka sejak kami menonton film bersama waktu itu terakhir kali.
Semua sahabatku juga tak lupa untuk menghadiri acara pernikahanku ini.
Aku begitu bahagia karena aku akan menghabiskan sepanjang hidupku dengan pria yang aku cintai dan aku tahu dia juga mencintai aku.
__ADS_1
Hidup memberikan aku lebih dari apa yang aku inginkan dan aku tidak bisa lebih berterima kasih lagi.
Ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan. Kami semua sudah melihat semuanya bersama-sama, tumbuh bersama dengan penuh air mata, kebahagiaan, ketakutan, peperangan dan cinta dan tidak ada hal lain yang bisa aku syukuri dengan semua hal itu.
Aku berterima kasih kepada Tuhan karena memberikan orang-orang yang begitu baik dalam hidupku yang membuat hidupku jauh lebih berharga dan membuat aku lebih mencintai hidupku.
Saat ini aku tengah berjalan menuju gedung pernikahanku dengan gaun pernikahan yang paling indah dan aku mungkin saja akan tidak sadarkan diri karena aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari Alden yang terlihat begitu spektakuler dengan mengenakan setelan jas pengantinnya.
Aku melihatnya tengah mengusap air matanya.
Pria itu benar-benar berharga bagiku. Kadang-kadang aku bahkan tidak mengerti apa yang sudah aku lakukan untuk bisa menjadi begitu beruntung menemukan seorang pria yang mencintai, bahkan sangat mencintai aku seperti dirinya itu.
Aku begitu berharap bahwa aku bisa bertemu dengan Alden lebih cepat sebelumnya, jadi aku bisa mencintainya lebih lama. Tapi aku akan membuat setiap detik yang akan kami lalui dengan begitu sempurna.
Alden menjulurkan tangannya memegang tanganku dan kami pun saling berhadapan.
"Apa yang terjadi?" Tanyaku padanya.
__ADS_1
"Kau terlihat sangat cantik Starla." Balasnya.
"Terima kasih karena sudah ada dalam hidupku. Terima kasih karena sudah mau menikah denganku. Aku tidak bisa percaya bahwa semua ini akhirnya terjadi." Ucap Alden lagi dengan suara yang terisak.
"Aku merasakan hal yang sama Alden. Aku mencintaimu." Ucapku menggenggam tangannya dengan erat.
"Aku juga mencintaimu Starla. Aku sangat mencintaimu." Ucapnya seraya mengusap air matanya lagi.
Upacara pernikahan kami pun dilaksanakan dengan begitu hikmat. Aku dan Alden begitu bahagia dan begitu juga semua orang yang hadir di sana.
Aku melihat orang tuaku, orang tua Alden, teman-temanku bahkan Mark dan Daniel tampak meneteskan air mata bahagia.
Mereka mengucapkan selamat kepada kami atas pernikahan kami ini....
Hari ini semuanya benar-benar terasa begitu sempurna bagiku. Ini adalah perjalanan cintaku yang tidak akan pernah terlupakan. Bahkan aku bisa menulisnya menjadi sebuah buku yang berjudul, 'PERJALANAN CINTA STARLA'
.......Tamat........
__ADS_1