
Dia memegang wajahku dan mulai menatapku dengan begitu tajam.
"Starla William, aku mencintaimu dan aku sudah mencintaimu sejak sangat lama. Aku ingin mengatakan kepadamu semua ini sejak dulu. Tapi entah kenapa aku tidak bisa mengatakannya.
Aku pertama kali melihatmu ke di dekat sebuah lampu merah. Mobilku berhenti di sana dan aku merasa begitu stres dengan semua pekerjaanku dan semua yang terjadi dalam hidupku saat itu. Aku melihat ke arah trotoar menatapmu tengah membersihkan dan mengobati luka dari seorang anak laki-laki gelandangan. Aku melupakan duniaku dan terus menatap ke arah dirimu seolah waktu terasa berhenti, seolah semua masalahku sudah menghilang.
Aku benar-benar kehilangan diriku sendiri dalam dirimu. Aku menyadari setiap bagian dari dirimu. Bagaimana kau begitu telaten memasang perban pada anak laki-laki itu. Kau merasakan rasa sakit yang dialami seolah kau itu adalah ibu dari anak itu.
Rambutmu terjatuh ke wajahmu, tapi kau tidak peduli untuk merapikannya karena kau begitu sibuk untuk mengobati luka dari anak itu. Aku tidak pernah menjadi seorang pria yang begitu bahagia Starla. Tapi hari itu kau merubah sesuatu dalam diriku. Aku tersenyum dan aku tidak bisa berhenti untuk melihat ke arahmu dan tersenyum seperti orang bodoh.
Lampu sudah mulai hijau dan mobil mulai bergerak dan aku merasa jantungku berdetak kencang. Aku merasa takut bahwa aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Pikiran itu membuat masalah untukku. Tidak jauh dari jalanan itu aku meminta sopir untuk kembali lagi.
Aku pun kembali ke tempat di mana aku terakhir kali melihatmu. Tapi kau tidak ada di sana. Aku mulai panik. Aku tidak mau kehilangan dirimu dan aku mencari dirimu seperti orang gila memikirkan di mana kau pergi dengan begitu cepat.
Kau seharusnya tidak pergi begitu jauh pikirku. Jadi aku mencari mu kemanapun di setiap toko yang jaraknya dekat dengan tempat itu dan akhirnya aku menemukanmu. Kau tengah memberikan anak itu makan burger dan mengusap mulutnya dengan sapu tanganmu.
Aku kembali kehilangan hatiku terhadap dirimu. Aku tahu bahwa ini semua yang ingin aku lakukan sepanjang hari. Aku meminta sopirku untuk kembali dan membatalkan semua pertemuan yang harus aku hadiri. Aku tahu kau akan berpikir bahwa aku ini seorang penguntit yang gila. Tapi aku tidak bisa menahan diriku.
Aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri untuk mengikuti dirimu. Jadi aku pun melakukannya . Aku tidak mau kau menjauh dari pandanganku setidaknya jangan begitu lama. Kau lalu membawa anak laki-laki itu untuk membeli pakaian. Aku ikut masuk ke dalam toko dan bertingkah seolah aku juga membeli sesuatu untuk diriku sendiri.
Aku begitu terpesona saat aku melihatmu begitu bahagia memilih pakaian untuknya dan memakaikannya pakaian dengan baik.
Aku begitu cemburu terhadap dirinya sepanjang waktu. Aku hanya berharap bahwa dia itu adalah aku. Kau lalu pergi ke taman dan aku mengikuti mu berharap aku bisa duduk denganmu juga . Ponselku dipenuhi dengan panggilan telepon, tapi aku tidak peduli karena hanya inilah yang aku inginkan untuk aku lakukan.
Aku tidur di sebuah kamar hotel di mana kau tidur malam itu. Keesokan paginya aku bangun tiba-tiba dan berlari untuk melihat apakah kau sudah pergi dan aku tidak beruntung karena kau memang sudah pergi.
__ADS_1
Aku meminta orang-orang ku untuk mencari dirimu dan setelah beberapa saat, mereka akhirnya mendapati dirimu tengah mencari sebuah rumah.
Itulah saat aku mengirim asisten pribadiku untuk menunjukkan mu rumahku dan membeli sebagian rumah di area yang kau cari itu.
Aku benar-benar aneh, dan aku tahu itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Bagaimana aku bisa membiarkanmu untuk tinggal di tempat lain saat semua yang aku ingin lakukan adalah berada di sisimu.
Saat kau setuju tinggal di rumahku, aku begitu bahagia. Tapi anak kecil itu akan tinggal bersama denganmu untuk beberapa waktu. Jadi aku pun menunggu. Aku minta maaf untuk bersikap kejam kepadamu. Saat itu, saat kau mengetahui bahwa kau harus tinggal denganku dan hari ini saat aku mengatakan semua ini kepadamu.
Tapi semua itu aku pikirkan saat kau hadir dalam hidupku hanya itulah semua yang aku minta.Kenapa aku menyembunyikan semua itu, karena Ini pertama kalinya saat aku begitu tergila-gila terhadap seseorang dan aku merasa ketakutan. Aku mau kau tahu apakah kau menyukai aku sebelum aku mengatakan hal ini kepadamu.
Aku tidak mau menakuti mu dengan menunjukkan bagaimana aku begitu terobsesi kepada dirimu. Jadi Starla, maafkan aku jika aku berkata terlalu banyak kepadamu dan aku mencoba untuk menunjukkan bagaimana perasaanku kepadamu.
Tapi jika aku harus memilih satu hal dari semua yang ada di dunia ini untukku, maka aku akan memilih dirimu. Tolong jadilah milikku sayang sepanjang hidupku karena itu tidak akan berarti tanpa dirimu." Ucap Alden panjang lebar.
Aku tidak bisa berkata apa-apa. Tanganku berada di mulutku dan aku tidak bisa mempercayai jika itu semua benar . Alden mencintai aku dan dia sudah mencintai aku sejak lama. Tidak ada orang di dunia ini yang pernah membuat aku merasa seperti ini, membuatku merasa begitu penting.
"Aku mencintaimu Alden." Hanya itulah yang ingin aku katakan sejak hatiku dipenuhi dengan perasaan terhadap dirinya.
Dia menarik ku ke dalam pelukannya yang membuatku merasakan semua itulah yang aku inginkan yaitu berada dalam pelukannya.
Alden lalu menceritakan kepadaku tentang bagaimana dia bisa mengajari Daniel. Aku pun mengerti karena dia pasti sudah mengenal Daniel sebelumnya.
Alden pun mengatakan bahwa dia memiliki kamera yang ada di seluruh ruangan rumah namun tidak ada di dalam kamarku. Dia mengatakan kepadaku saat aku berada di rumah sakit, Daniel sering berlatih dengan senjata dari kayu dan juga pedang dari kayu selama berjam-jam. Itulah bagaimana dia bisa mengetahui jika Daniel tengah belajar untuk bertarung dengan senjata buatannya sendiri.
Alden ternyata pergi ke akademi dan mengajari Daniel skill yang dia miliki, karena dia tahu bahwa Daniel akan ada untukku jika dia sendiri sedang pergi bertugas.
__ADS_1
Alden ternyata meminta Daniel untuk berjanji kepadanya bahwa dia tidak akan mengatakan kepadaku tentang apapun. Daniel pun setuju dan dia memang adalah seorang anak yang belajar dengan cepat dan Alden sangat suka mengajari dirinya dan sekarang mereka harus bertarung melawan The Viper bersama sebagai sebuah tim.
"Kami akan segera melawan mereka." Ucap Alden.
"Kapan?" Tanyaku dengan begitu gugup.
"Lusa, kita akan kembali ke akademi besok pagi." Ucap Alden.
Semua sudah diputuskan di akademi. Tapi bukankah itu semua terlalu cepat dan ini terlalu beresiko. Edward itu bukanlah target yang mudah. Dia pasti akan membuat semua ini akan jauh lebih sulit.
...----------------...
Keesokan paginya kami melambaikan tanganmu kepada Mama dan Papa Alden, dan berjanji bahwa kami akan kembali secepatnya.
Semua orang di akademi sudah berkumpul. Akhirnya pertunjukan pun akan dimulai dengan orang-orang yang menghabiskan kebanyakan hidup mereka dengan berlatih untuk bertarung dengan orang yang sudah merusak keluarga mereka.
Daniel begitu penuh tanggung jawab menjaga setiap orang yang berada di dalam akademi menanyakan kepada mereka apakah mereka ketakutan, memberikan dukungan kepada mereka dan menunjukkan kepemimpinan yang benar-benar hebat. Semua orang menyukai dirinya dan juga menghormatinya.
Alden mencium keningku dia memperlihatkan wajahnya yang begitu khawatir dan berkata, "Hei, kau percaya padaku bukan? Aku akan kembali untuk mendapatkan ciuman yang begitu indah darimu secepatnya.Beristirahatlah karena kau tidak akan bisa tidur saat aku kembali."
"Hei..." Ucapku seraya memukuli lengannya dengan lembut.
Dia tertawa kecil dan kemudian pergi bergabung dengan Daniel dan menghabiskan sepanjang hari mendiskusikan rencana mereka dan mulai berlatih dengan Daniel.
Keesokan harinya aku merasa jantungku berada di mulutku saat semua orang bersiap untuk pergi.Aku meminta Alden untuk membawaku ikut. Aku mungkin akan bisa membantu dengan merawat orang-orang yang terluka. Tapi dia tidak setuju dan terus mengatakan bahwa dia tidak bisa fokus jika aku pergi.
__ADS_1
Aku begitu ketakutan dan aku bisa saja mati karena serangan jantung. Aku menciumnya dan berdoa agar dia beruntung dan berdoa bagi kemenangan mereka dan keselamatan sampai mereka kembali lagi.
Bersambung....