
Hari ini hari yang terasa sendu bagi teman-temanku karena hari ini merupakan hari terakhir para pria akan bersama kami. Besok mereka akan pergi untuk bertemu dengan teman mereka. Jadi para pasangan itu ingin tetap terus bersama dengan berencana untuk pergi ke sebuah taman bermain dengan menaiki banyak wahana permainan dan makan di tempat yang menyenangkan. Itu adalah agenda yang akan kami lakukan hari ini.
Setelah pengakuan cinta yang dilakukan oleh Noah, dengan tidur di dalam kamar yang sama terasa tidak menyenangkan bagiku. Tapi semua orang terus memaksa. Noah sendiri sebenarnya memohon untuk tetap bersama denganku dalam satu kamar dan meminta maaf karena membuat semuanya terasa tidak nyaman.
Itulah hal yang paling dia takutkan. Kehilangan pertemanan diantara kami. Jadi aku tidak bisa melakukan itu hanya untuk membuat dia merasa tidak baik bukan?
Hari ini kami pun tiba di sebuah taman bermain. Kami para wanita tiba-tiba berubah menjadi gadis kecil berusia 5 tahun sekarang dengan melompat dan berlari bersama-sama untuk bersenang-senang.
Aku sangat merindukan Alden saat berada di tempat ini.
Aku seolah bisa melihat sikap kekanakannya di sini. Setiap wahana yang kami naiki membuatku berpikir bagaimana rasanya jika dia ada di sini, maka kami pasti akan benar-benar menggila.
'Apakah dia akan ketakutan?' pikirku.
Pertanyaan macam apa itu? Dia adalah seorang Mayor Alden. Dia tidak mungkin takut. Dia lah yang pasti menertawakan aku dan menggodaku dan aku lah yang akan memeluk dia dengan erat pada saat kapanpun wahana yang kami naiki mencapai bagian paling menakutkan. Aku akan memakan gulali milikku dan mencuri gulali miliknya juga.
Aku mungkin saja menjatuhkan es krim ku Jadi kami akan berbagi es krim yang sama. Aku menyeringai saat memikirkan semua hal itu tepat pada saat Noah memberikan aku sebuah es krim yang dia belikan.
"Kenapa? Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tersenyum sejak tadi?" Tanya Noah dengan serius seolah dia ketakutan karena berpikir bahwa aku sudah gila.
"Ah tidak ada. Aku hanya bersenang-senang di sini." Balas ku.
"Aku akan membawamu kembali kemari secepatnya dan ada banyak tempat yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Aku yakin kau akan menyukainya." Ucap Noah dengan wajah yang merona.
Noah memang menggemaskan, tapi aku tidak siap melihat dia yang merona seperti itu. Sia selalu menjadi seorang teman bagiku.
"Tentu." Balas ku.
'Kami memang tetap menjadi teman setelah hari ini. Tapi saat perjalanan kami berakhir nantinya, apakah dia akan tetap memiliki perasaan padaku saat kami bertemu selanjutnya?'
__ADS_1
Setelah selesai dari taman bermain itu, kami pun pergi ke sebuah restoran dengan makan bersama. Para teman-temanku begitu lengket dengan para pria itu dan mereka tampak seperti lem. Sementara aku dan Noah merasa sedikit canggung.
Noah sendiri memintaku berjanji bahwa aku akan membalas pesan darinya kapanpun. Aku tidak mau berdebat, jadi aku pun berjanji kepadanya untuk terus membalas pesan darinya.
...----------------...
Hari berikutnya para pria itu pergi dengan cepat. Teman-temanku terlihat begitu sedih karena kepergian para pria itu. Aku pun bisa merasakan hal yang sama, mengingat saat perpisahan ku dengan Alden yang baru saja pergi meninggalkan aku di rumah.
Setelah itu hari berikutnya lagi kami pun berbelanja, mengobrol dan melakukan banyak hal yang lainnya yang menyenangkan.
Kami mendengar seorang penjaga toko dimana kami tengah berbelanja bicara tentang sebuah pesta besar yang jaraknya tidak jauh dari mall yang kami masuki saat ini. Pesta itu dilakukan oleh orang-orang kaya. Kami semua pun ingin pergi kesana. Tapi penjaga toko itu menjelaskan bahwa itu adalah sebuah pesta pernikahan dan hanya anggota keluarga yang boleh masuk ke sana. Jadi kami tidak bisa pergi.
Ini adalah hari terakhir kami di Yunani. Hari terakhir liburan kami. Jadi kami tidak peduli dengan perkumpulan keluarga itu. Teman-temanku mengatakan bahwa semuanya pasti akan sangat menyenangkan. Jadi kami akan masuk ke dalam pesta itu dan tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan kami.
Keputusan sudah kami buat. Kami memang orang asing bahkan jika mereka menangkap kami nantinya, kami pun akan menghilang dari negara ini besok. Jadi masuk ke dalam pernikahan yang dilakukan oleh orang kaya itu adalah hal yang akan kami lakukan hari ini.
Kami kemudian mengenakan gaun yang mewah untuk yang cocok untuk menghadiri pernikahan orang kaya itu. Setelah itu kami pun bergegas pergi ke acara pesta itu.
Kami masuk ke dalam acara itu dan di sana terlihat ada pengantin yang tampil begitu cantik tengah menyapa para tamu. Dia benar-benar secantik Putri Salju. Maksudku jika seseorang bertanya siapa Putri Salju, maka aku bisa menunjuk bahwa wanita yang menjadi pengantin hari ini adalah Putri Salju.
Dia memiliki kulit yang sangat putih dengan mata yang indah, rambut pendek, wajahnya begitu cantik dan kakinya jenjang. Cara dia menyapa semua orang begitu lembut dan riang. Suaminya pasti adalah seorang pria yang paling beruntung yang kami pikirkan.
Ada sebuah band kecil yang tampil diatas panggung dengan seorang penyanyi, gitaris dan drummer. Penyanyinya adalah seorang wanita cantik dengan rambut panjang. Aku lalu menatap dengan jelas ke arah para pemain band itu.
Kedua pria itu ternyata adalah Noah dan Calvin.
'Apa yang mereka lakukan di sini? Apakah ini adalah pesta pernikahan teman mereka? Tapi nama di banner tadi adalah Alex. Apakah itu adalah Alex yang sama? Tidak mungkin bukan?'
Tapi itu benar-benar nama yang sama dengan salah seorang teman mereka. Aku pun merasa bahwa ini semua mulai terlihat jelas kenapa mereka tidak mengundang kami.
__ADS_1
Aku lalu melihat ke arah teman-temanku untuk melihat apakah mereka memikirkan hal yang sama seperti diriku.
Vera, Riana, Elina dan Hana, berdiri di sana dengan mulut mereka yang terbuka karena terkejut. Mereka berdiri dengan begitu lemah. Wajah mereka begitu pucat seperti sudah kehilangan warnanya. Aku mendekat ke arah mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa semua ini baik-baik saja. Pengantin pria itu mungkin teman mereka yang lainnya yang juga bernama Alex.
Tapi kemudian aku melihat Vera yang menangis. Dia tampak begitu terluka dan hal itu membuat aku merasa sakit hati.
"Vera, itu mungkin saja salah seorang teman dari mereka yang memiliki nama yang sama dengan Alex." Ucapku mencoba menjelaskan semuanya yang ada di dalam pikiranku untuk menghapus prasangka dari semua hal ini.
"Starla, lihat ke sana."
Itu adalah suara dari Elina yang terdengar begitu terluka dengan air mata yang jatuh ke wajahnya.
Alvin yang memainkan drum tampak tengah mencium gadis yang menyanyi itu. Sementara Gio dan Tio tampak menggandeng para wanita yang terlihat seperti kekasih mereka dengan kemesraan yang mereka tunjukkan.
Dan pria yang aku pikir adalah kekasih Vera adalah pengantin laki-lakinya.
Aku tidak bisa menahan diriku lagi. Ini terlalu menyakitkan. Bohong semuanya bohong. Mereka benar-benar berbohong. Selama beberapa hari ini mereka mempermainkan perasaan teman-temanku.
Selama ini semua yang mereka tunjukan adalah kebohongan. Apa mereka itu sebenarnya? Apakah mereka sedang berada dalam pesta bujang saat itu dengan merusak hati para teman-temanku? Apakah mereka berpikir bahwa mereka hanya menghabiskan liburan yang liar dan melupakannya begitu saja?
Ini bukan hanya hidup teman-temanku yang mereka permainkan, tapi para wanita cantik yang bersama mereka saat ini juga dipermainkan. Jika para pria itu serius dengan para wanita itu, maka para wanita itu tidak akan diselingkuhi oleh mereka.
'Badjingan!'
Aku benar-benar marah. Wajahku memerah dan aku bisa merasakan rasa panas dari jantungku.
Ini semua terasa sangat menjengkelkan dan tidak berperasaan sama sekali. Tidak ada orang yang pantas menerima hal ini dan teman-temanku...
Mereka semua benar-benar polos. Mereka begitu bahagia saat bersama dengan para lelaki itu. Tapi sekarang mereka berdiri dengan menatap para pria yang mereka sukai itu tampak mesra dengan wanita lainnya.
__ADS_1
Dengan tanganku yang mengepal aku pun berjalan ke arah panggung musik itu.
Bersambung....