Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Alden Marah


__ADS_3

Aku terbangun dengan mencium aroma makanan yang begitu lezat. Aku sudah bersiap-siap dan hendak pergi ke ruang makan. Mama Mark tampak sudah menyajikan makanan di atas meja makan.


"Oh Starla sayang, kau sudah bangun. Kemari lah dan ayo makan. Mark, Jason.... Ayo kemari sarapan dengan cepat." Teriak Mama Mark.


Tak butuh waktu lama mereka berdua, Mark dan Jason pun dengan cepat datang. Mereka berdua tampak sudah mengenakan pakaian yang rapi.


Semua orang pasti menyadari bahwa mata Mark terus menetap ke arahku. Aku masih mengenakan pakaianku yang kemarin. Aku juga aru saja bangun dari tidur yang nyenyak beberapa saat yang lalu. Tapi dia masih melihat ke arahku seolah aku ini adalah sosok bidadari yang baru saja turun dari angkasa. Dia menatapku dengan begitu berlebihan.


Dia melangkah dengan cepat dengan mendahului Jason dan mengambil tempat duduk tepat di sisiku seolah semua yang dia lakukan dengan Jason itu adalah sebuah kompetisi bagi mereka berdua. Mark itu benar-benar seperti bayi yang tumbuh dalam tubuh manusia dewasa.


Setelah itu, kami semua mulai menyantap makanan yang disajikan oleh Mama Mark. Apalagi semuanya terasa begitu lezat. Setelah selesai sarapan, aku lantas meminta Mark untuk mengantar aku pulang ke rumah.


Mereka semua baru mau mengizinkan aku pergi saat aku berjanji kepada mereka bahwa aku akan secepatnya kembali untuk bertemu dengan mereka.


"Berjanjilah kepadaku bahwa kau akan sering datang berkunjung." Ucap Mama Mark.


"Tentu saja Tante, aku akan sering berkunjung selama disini ada Tante." Balasku tersenyum.


Setelah berpamitan, aku dan Mark lalu menuju mobilnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, kami berdua sudah berada dalam perjalanan pulang ke rumah ku. Aku akhirnya kembali berdua dengan Mark untuk pertama kalinya setelah pengakuan cinta darinya itu.


Tiba-tiba semuanya terasa begitu canggung, kami hanya terdiam selama perjalan pulang itu. Mark kemudian dia pun mulai bicara kepadaku.


"Aku minta maaf Starla, keluargaku berpikir bahwa kau adalah kekasihku dan aku tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada mereka secepatnya. Tapi aku hanya tidak mau menerima fakta bahwa kau adalah memang bukan kekasihku. Aku tidak mau mengatakan hal itu kepada mereka semua. Tapi aku akan mengatakan kepada mereka hari ini semua hal itu dan aku tentu akan menunggu dirimu. Aku benar-benar minta maaf atas pengakuan cinta yang begitu tiba-tiba aku utarakan kemarin.


Aku minta maaf karena tidak mengatakan kepadamu bahwa di sana akan ada Mama dan Papaku juga. Aku pikir jika aku mengatakan semuanya padamu dengan jujur, kau tidak akan pernah mau ikut ke rumahku. Kau langsung mau ikut denganku tanpa mengetahui hal itu, jadi aku tidak mau mengambil resiko dengan memberitahukan kebenarannya padamu.


Kedua orang tua ku sudah melakukan perjalanan yang begitu jauh untuk menemui seorang wanita yang aku sukai dan aku benar-benar mau kau bertemu dengan mereka. Aku tahu bahwa aku begitu egois. Aku minta maaf." Ucap Mark panjang lebar.


"Mark, kumohon berhentilah untuk mengoceh dan berhentilah meminta maaf. Tidak apa-apa, aku menyukai keluargamu dan aku senang aku bisa bertemu dengan mereka. Jadi terima kasih karena sudah membawa aku pergi ke rumahmu." Ucapku pada Mark.


"Baiklah sekarang hentikan semua gombalan mu itu atau aku akan menendang mu keluar dari dalam mobilmu sendiri." Ucapku dengan nada yang serius mengancamnya.


Dia tertawa kecil dan sesaat kemudian, kami akhirnya tiba di rumahku. Dia sudah mengantar aku dan memintaku untuk meneleponnya sebelum kembali pergi ke rumah sakit. Aku lalu masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang bahagia. Tapi aku tidak tahu bahwa aku akan merasa begitu kesal setelahnya.


"Ke mana saja kau pergi? Kenapa kalau tidak kembali ke rumah kemarin?" Ucap Alden yang tiba-tiba berdiri dengan melipat tangan di dadanya.


"Mengapa aku harus mengatakannya kepadamu Alden?" Ucapku mulai kesal.

__ADS_1


"Bagaimana jika kau diculik atau terluka kemarin? Aku tidak mau menyalahkan diriku sendiri karena kecerobohan mu itu." Ucapnya.


"Hei berhentilah bicara omong kosong seperti itu dan akui saja jika kau khawatir padaku." Ucapku.


"Tidak, aku tidak khawatir sedikitpun kepadamu." Ucapnya. "Kemana kau semalam?" Ucapnya lagi.


"Aku menginap di rumah Mark semalam." Balas ku.


"Apa kau serius? Kau tinggal tadi malam di rumah pria bodoh itu?" Ucap Alden dengan suara yang terdengar marah.


"Alden.. sudah untuk yang ke seratus kalinya. Berhentilah ikut campur dengan masalahku. Aku tidak peduli tentang kehidupanmu dan aku mau kau melakukan hal yang sama. Ini hidupku, kau tahu, jika aku mau tetap bersama Mark selamanya, maka aku akan melakukannya. Kenapa kau bertingkah seperti itu? Aku pergi untuk bertemu dengan keluarganya. Semalam aku berada disana dan waktunya sudah larut terlalu larut malam untuk pulang. Jadi aku menginap di sana." Ucapku.


"Terserah kau saja." Ucapnya lalu berpindah pergi ke kamarnya dan aku pun melangkah pergi ke kamarku juga.


Satu momen aku dan Alden baik-baik saja dan momen yang lainnya kami mulai bertengkar. Aku tidak tahu bahkan bagaimana caranya untuk menghadapi sikapnya itu. Aku rasa aku tidak akan pernah berteman dengannya, (teman satu atap).


Aku tidak tahu apakah dia akan tetap membiarkan aku tinggal di sini lebih lama atau tidak.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2