Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Berkeliling


__ADS_3

Aku membawa Mama pergi ke rumah sakit. Mama bertemu dengan Mark di luar rumah sakit. Mark tampak begitu senang untuk bertemu dengan Mama. Dia menjadi orang yang paling manis dibandingkan sebelumnya dan percaya kepadaku bahwa dia benar-benar semanis gula.


"Mama dia adalah teman baikku Mark." Ucapku kepada Mama memperkenalkan Mark.


Mark sudah tahu bahwa Mamaku akan datang, jadi dia membelikan sebuah buket bunga mawar untuk Mama karena Mama sangat menyukai mawar.


"Halo Tante, senang bertemu dengan Tante. Aku sudah mendengarkan banyak hal tentang Tante dari Starla. Aku benar-benar ingin bertemu dengan Tante, dan aku tidak bisa percaya bahwa Tante ada di sini hari ini." Ucap Mark.


"Terima kasih Mark sayang, Tante sangat senang bertemu denganmu. Kau benar-benar pria yang baik dan juga seorang pria tampan yang sempurna." Ucap Mama.


Aku sudah bisa merasa bahwa Mama sudah memikirkan tentang pernikahanku dengan Mark di dalam kepalanya sekarang. Jadi aku harus menghentikan Mama.


"Baiklah guys, sekarang ayo kita pergi makan sesuatu." Ucapku.


"Tentu." Balas Mark dan kemudian membawa kami menuju mobilnya dan membuka pintu mobil untukku dan juga Mama.


"Aku akan membawa kalian ke sebuah restoran terbaik di sini Tante. Tante pasti tidak akan bisa melupakan makanan yang ada di sini." Ucap Mark dan kemudian dia mulai mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Kami mengobrol banyak hal sepanjang perjalanan. Mama menceritakan kisah memalukan tentang diriku kepada Mark. Mark pun tertawa dan terus melihat ke arahku dari kaca depan mobilnya di mana aku duduk di belakang bersama Mama. Mama tentu sangat menyadari hal itu.


Mark ternyata membawa kami ke sebuah restoran mewah dan dia memesan hampir semua makanan yang sangat mahal yang ada di menu restoran itu.


Mark mulai bertanya kepada Mama tentang perjalanan Mama saat datang kemari dan bagaimana kabar Papa dan juga keluargaku.


Sebelum aku dan Mama bisa menghabiskan makanan kami ,semuanya sudah dibayar oleh Mark. Dia juga memesan dessert manis untuk Mamaku.


Setelah selesai makan, Mark kemudian menunjukkan beberapa tempat di kota itu pada Mama. Mark kemudian kembali mengantar kami pulang ke rumah.


"Oh ya Tuhan, putriku sayang!" Ucap Mama dengan cepat.


"Apakah dia adalah kekasihmu? Apakah kalian berdua berkencan? Dia adalah pria yang sangat sempurna." Ucap Mama tanpa henti.


"Tidak Mama. Dia hanyalah temanku dan aku tahu bahwa dia itu sangat manis, sangat baik, malah dia adalah pria yang paling baik. Tapi tidak Ma, dia itu bukanlah kekasihku." Ucapku kepada Mama.


"Bisakah Mama bahkan bertanya kepadamu apa alasanmu tidak berpacaran dengannya?" Tanya Mama.

__ADS_1


"Karena aku tidak mencintainya Ma. Aku hanya berpikir bahwa dia adalah teman baikku dan tidak lebih dari itu. Dia memang pernah menyatakan perasaannya kepadaku bahwa dia mencintai aku. Aku bahkan sudah bertemu dengan keluarganya. Aku mencoba untuk melihat kepadanya dengan cara yang berbeda. Tapi aku tetap tidak bisa. Jadi akan lebih baik jika kami tetap berteman seperti ini dan tidak merusak apa yang sudah kami punya." Ucapku kepada Mama.


Mama sepertinya mengerti perasaanku dan berkata, "baiklah.... mungkin ada orang lain yang mau kau berikan hatimu kepadanya?"


Ucapan mama mengenai hatiku. Bisa saja apa yang dikatakan Mama itu benar. Tapi selain Mark dan beberapa teman di tempat kerja yang hanya temanku semua dan juga Alden. Aku tidak tahu orang lain. Jadi jika tidak Mark, siapa orang itu?


Tapi aku tetap bisa menjawab, "Mama sudah jangan dibahas lagi. Tapi mungkin itu hanya bukan Mark, mungkin aku masih menunggu yang terbaik." Ucapku.


"Baiklah... baiklah. Mama harap kau menemukan orang itu secepatnya." Ucap Mama.


Karena kami berdua sudah kenyang, aku menunjukkan kamar tamu kepada Mama dan tampak sangat disukai ama dan setelah mengucapkan selamat malam dan berterima kasih kepada Mama karena sudah ada di sini bersamaku hari ini. Aku pun kembali ke kamarku.


Aku berbaring di tempat tidur dalam diam, di malam ini aku pun memikirkan tentang Alden. Bagaimana selama ini kami sering berdebat setiap waktu atau mungkin saat dia bisa bersikap manis kepadaku. Aku menikmati keduanya. Aku memikirkan tentang penampilan dirinya yang hebat dan sifatnya yang menakjubkan. Bagaimana dia tiba-tiba memberikan solusi kepadaku dan memberikan kamarnya dan kenyamanan semua ini tanpa bahkan memikirkan apapun, saat dia mendengar bahwa Mamaku akan datang.


'Kenapa aku memikirkan tentang dirinya? Bodohnya aku! Mungkin ini semua terjadi karena dia sudah menjadi bagian dari keseharian ku sekarang.'


Setelah memikirkan semua itu dan aku pun lantas menertawai kebodohan ku sendiri dan tak lama setelah itu aku pun tertidur.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2