
Saat aku membuka mataku, aku mendapati diriku sudah ada di atas tempat tidur dengan pakaian ku yang sudah diganti.
'Hah rasanya cuma satu detik saja tapi aku sudah ada disini dan dengan pakaian yang sudah berbeda?' ucapku bertanya-tanya dalam hati.
"Siapa yang sudah mengganti pakaian ku?" Tanyaku pada dirimu sendiri.
Alden tampak masuk ke dalam kamar ku dengan membawa semangkuk sup hangat.
"Hei, kau sudah bangun? Ayo makanlah ini. Aku sudah membuatkannya untuk mu." Ucap Alden.
"Alden apakah kau yang mengganti pakaian ku?" Tanyaku padanya.
"Oh itu.... iya, aku yang mrelakukannya." Ucap Alden dengan menganggukkan kepalanya seolah hal itu bukanlah masalah yang besar.
"Kau melihatku tidak mengenakan pakaian?" Ucap ku kesal.
"Yuuppp... Dan kau benar-benar mempunyai tubuh yang indah. Kau terlihat begitu seksi. Aku bahkan tidak ingin menaruh pakaian apapun di tubuhmu lagi. Kulitmu begitu lembut dan aku tetap ingin menyentuhnya." Ucap Alden dengan menyeringai.
"ALDEN.....!!" Teriakku dan melempar bantal ke arahnya.
"Pelayan yang mengganti pakaian mu. Aku yang memintanya. Pakaian mu rusak dan kotor. Aku tidak melihat apapun di tubuhmu, jadi jangan khawatir." Ucap Alden tertawa.
Aku menghela napas lega. Setelah itu aku lalu makan sup lezat yang dia buat untukku.
Beberapa saat kami mengobrol dan mulai tertawa di dalam kamarku. Tiba-tiba suara bel pintu terdengar diikuti oleh suara Mark yang begitu khawatir dan berlari kearah kamarku.
"Starla, dimana ponsel mu? Apakah kau baik-baik saja? Apa kau tidak tahu bahwa aku begitu khawatir tentang dirimu." Ucap Mark.
__ADS_1
Aku ingat kemarin saat para penculik itu menangkap ku, aku pun menjatuhkan ponsel ku.
"Aku kehilangan ponsel ku entah di mana Mark. Aku minta maaf." Balas ku.
"Dia akan pergi ke kamar mandi jam 05.00 nanti. Apakah dia harus mengatakan hal itu kepadamu juga? Oh aku sakit perut, aku harus pergi buang air besar tiga kali. Oh aku baru saja bersin. Oh ya Tuhan, aku baru saja bersendawa, kau seharusnya mendengarkannya. Apa kau ingin dia mengatakan semua itu kepadamu?" Ucap Alden kepada Mark dengan suaranya yang terdengar begitu mengejek Mark.
"Aku melihatmu terus mengganggu nya saat kami pergi ke pesta ulang tahun adiknya. Kau benar-benar menyebalkan." Lanjut Alden.
'Jangan lagi. Pertengkaran kucing ini akan dimulai lagi.' ucapku dalam hati.
"Hai kau mulut besar, aku adalah seorang dokter yang terhormat. Aku sudah cukup mendengarkan omong kosong darimu itu. Aku sudah muak dengan dirimu karena aku mencintainya dan dia tinggal bersamamu. Aku sangat membencimu sama seperti aku sangat mencintai dia. Tidak sepertimu. Aku benar-benar khawatir tentang dirinya. Aku peduli tentang dirinya sebanyak aku mengetahui semua hal kecil tentang dirinya dan semuanya. Tidak, aku tidak menyebalkan baginya atau aku terus memintanya bicara denganku sepanjang waktu. Kau adalah pria yang beruntung karena kau bisa tinggal bersamanya, tapi itu tidak akan lama karena dia tidak akan tinggal disini selamanya." Ucap Mark.
Mark lalu mendekat ke arahku dan memegang tanganku, kemudian dia berkata kepadaku.
"Starla, kau harus pindah. Kumohon keluarlah dari rumah ini untukku. Tinggal lah di mana pun yang kau mau, tapi jangan di sini. Aku akan menemukan tempat yang sempurna untuk dirimu."
"Hei... hei...." Ucap Alden berdiri di antara kami berdua. "Apakah Starla pernah mengatakan bahwa dia mencintaimu? Tidak di dalam rumahku bro." Ucap Alden lagi.
"Ini bukan rumahmu, dan menjauh lah dari urusanku bro." Balas Mark.
Mark memegang tanganku dan menarik ku berjalan menjauh dari rumah.
"Starla, maukah kau keluar bersamaku, maksudku sekarang juga. Aku benar-benar mau menghabiskan waktuku bersamamu hanya berdua saja." Ucap Mark.
Aku sebenarnya kelelahan setelah kejadian yang baru saja menimpaku. Tapi aku tidak tega melihat tatapan mata Mark yang menatapku dengan matanya yang tampak berbinar.
"Mmmm baiklah aku akan segera kembali." Ucap ku seraya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Aku lalu melihat Alden yang tampak berdiri bersandar di tembok.
"Kau bersikap terlalu kejam kepadanya Alden." Ucapku.
"Jadi kau membela nya sekarang? Apakah kau sudah jatuh cinta kepadanya?" Ucap Alden.
"Aku akan keluar untuk makan dengannya. Sekarang menyingkir lah." Ucap ku memilih untuk tidak menghiraukan ucapan Alden.
Aku kemudian masuk ke dalam kamarku. Aku lalu dengan cepat mandi dan setelah selesai, aku keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar di tubuhku.
"Damn...." Ucap Alden.
Aku dengan cepat berbalik untuk melihat dan mendapati Alden ternyata ada di dalam kamarku. Dia berdiri disana dengan mulutnya yang tampak menganga.
"Alden, apa-apaan ini?" Ucap ku.
Aku yakin bahwa aku sudah mengunci pintu. Pria kejam itu pasti menggunakan kunci cadangan. Dia pun mendekat ke arahku. Dia benar-benar sangat dekat denganku yang bahkan membuat ku lupa untuk bernafas. Begitu dekatnya hingga bibirku hanya berjarak 2 cm darinya.
"Wah beb, kau mengambil nafasku menjauh. Apa yang kau lakukan kepadaku?" Ucap Alden.
Pipiku mulai memerah. Dia melingkarkan lengannya di tubuhku. Aku kehilangan kontrol diriku dan kepalaku. Dia menggendongku dan menaruh tubuhku di atas tempat tidur. Dia mendekat kearahku dan tubuhnya menekan tubuhku.
"Jangan salahkan aku karena sudah kehilangan pikiranku." Bisik nya.
Dia lalu menaruh ciuman lembut di leherku yang membuat seluruh tubuhku gemetar.
"Alden lepaskan aku." Ucapku.
__ADS_1
Bersambung....