
Kami semua lalu pergi ke taman setelah selesai makan, di mana di sana masih ada dekorasi yang dibuat oleh Alden. Tenda yang nyaman dan lampu-lampu yang masih bercahaya itu.
"Oh ya Tuhan, ini sangat romantis. Kau bahkan tidak mengatakan kepada kami bahwa kau berkencan dengan seseorang." Ucap Vera.
"Oh ya Tuhan, apakah kau berada dalam sebuah hubungan dengan seorang pria? Jangan katakan kepada kami tentang hal itu." Ucap Hana.
"Kau akan mati Starla William. Beraninya kau tidak mengatakan hal itu kepada kami. Kami sudah mengatakan semuanya kepada satu sama lain bahkan tentang berapa kali kami bersin atau kentut dalam satu hari dan kau tidak mau mengatakan sesuatu yang sebesar ini kepada kami." Ucap Riana.
"Oke, guys.... guys.... Berhentilah! Bisakah kalian memberikan kesempatan untuk aku menjelaskan kepada kalian semua. Aku selalu ingin mengatakan kepada kalian tentang hal ini, tapi tidak melalui telepon. Aku tidak berada dalam sebuah hubungan tapi aku memang menyukai seseorang." Ucapku kepada mereka.
"Sekarang duduklah aku akan mengatakan kepada kalian semua." Ucapku lagi kepada mereka.
Aku lalu meminta pelayan untuk menyiapkan minuman untuk kami semua di sini bersamaku dan mereka begitu tertarik dengan gosip yang akan aku katakan kepada mereka. Minuman sudah dituang di dalam gelas dan atmosfernya sangat menyenangkan dan aku pun mulai bercerita pada mereka.
"Aku tinggal di rumah ini secara tidak disengaja. Ini terjadi karena rumah ini memang yang paling cocok untuk aku tempati dibandingkan dengan banyak tempat yang sudah aku lihat sebelumnya. Siapa yang tidak ingin tinggal di rumah seperti ini? Tapi aku pun menyadari bahwa aku tidak bisa membayar harga sewa dari rumah ini. Tapi penyewa rumah ini mengatakan bahwa aku bisa tinggal di rumah ini hanya dengan membayar satu kamar di mana aku tinggal sekarang dan sisanya sudah dibayar oleh orang yang tinggal di sini juga.
Jadi aku benar-benar hanya bisa menyewa satu kamar di rumah ini dan orang lain yang tinggal di rumah ini juga benar-benar ingin menyewakan kamar itu untukku. Jadi aku pun setuju untuk menyewanya tanpa berpikir. Mereka mengatakan orang yang tinggal bersamaku ada di lantai atas dan aku berpikir bahwa dia juga seorang gadis dan saat itu orang itu juga pergi untuk pekerjaannya.
Kemudian saat aku sudah pindah aku mulai menyadari bahwa orang yang tinggal di lantai atas itu seorang pria bernama Alden. Kami bahkan tidak berteman pada awalnya. Kami sering bertengkar, dia itu seorang pria yang begitu misterius. Aku bahkan tidak mengetahui apapun tentang dirinya. Tapi setelah beberapa saat, sikapnya kepadaku mulai berubah dan entah kenapa di antara semua pertengkaran dan waktu yang begitu menyulitkan kepada kami berdua, aku malah jatuh cinta dengan pria misterius yang tampan dan seksi itu. Oh ya apakah aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa dia terlihat begitu tampan seperti Dewa?" Ucapku kepada mereka semua.
"Wah.... seksi dan misterius! Oh ya Tuhan. Aku tidak bisa menunggu untuk bisa melihatnya." Ucap seorang temanku dengan nada yang menggoda seolah mereka memang sudah berencana untuk mengatakan hal itu sejak tadi.
__ADS_1
"Jadi, kenapa kau mengatakan bahwa kalian tidak dalam sebuah hubungan dan kenapa kau tidak mengatakan hal ini kepada kami sebelumnya?" Tanya Elina.
"Karena kami memang tidak memiliki hubungan apapun. Aku tidak tahu bagaimana perasaannya kepadaku. Dia memang dekat denganku, tapi dia mungkin saja dekat dengan semua gadis lainnya. Dia itu tampak seperti seorang playboy. Kapanpun kami pergi bersama keluar rumah, ada banyak wanita yang melihat ke arahnya, seolah mereka akan memakannya hidup-hidup." Ucapku.
Aku mengatakan kepada mereka tentang momen yang kami lalui dan semua yang ada di taman itu disiapkan oleh Alden untukku.
"Kau harus mengatakan kepadanya bagaimana perasaanmu. Aku rasa dia merasakan hal yang sama denganmu. Jadi, di mana dia sekarang?" Tanya Riana.
"Itu adalah bagian cerita lainnya. Dia sekarang baru saja mengatakan kepadaku bahwa orang yang aku cintai itu adalah seorang tentara dan bukan hanya seorang tentara biasa saja. Dia adalah seorang Mayor. Pemimpin pasukan mereka yang paling bereputasi. Mayor yang paling muda. Aku tidak tahu banyak tentang hal itu. Tapi dia menangani para ******* dan kriminal yang memiliki reputasi yang buruk." Ucapku.
"Oh ya Tuhan, apa yang kau lakukan di kehidupanmu sebelumnya Starla. Bagaimana kau bisa mendapatkan semua ini? Itu semua sangat menakjubkan Starla. Kau menemukan suami yang sempurna untuk dirimu sendiri." Ucap teman-temanku.
"Hentikan! Asal kalian tahu, sekarang dia berada dalam sebuah misi yang berurusan dengan hal yang paling mematikan yaitu menghadapi *******. Itulah alasan kenapa aku menolak untuk pergi sejak awaln, karena dia di sana sedang menghadapi bahaya. Bagaimana aku disini malah pergi untuk bersenang-senang." Ucapku.
"Dan bahkan jika kau mengatakan tidak, kau tidak punya pilihan." Ucap Vera.
"Baiklah guys, dia akan mengatakan apa yang terjadi besok. Jika misinya sukses dengan mulus, kita akan pergi." Ucapku kepada mereka.
Dan setelah itu mereka berteriak dan melompat bersama menjatuhkan diri di atas diriku dan mereka semua berbaring di lantai, di atas karpet dan mulai tertawa bersama denganku.
Hari berikutnya Alden menelepon kami menghentikan semua pekerjaan kami. Teman-temanku berdiri di depanku dengan tangan yang memegang satu sama lain dalam diam dan mendengarkan aku yang bicara dengan Alden di sambungan telepon.
__ADS_1
"Oh ya Tuhan, itu menakjubkan." Teriakku yang membuat teman-temanku melompat seolah mereka berada di sebuah trampolin.
"Baiklah cepatlah pulang ke rumah." Ucapku dan mengakhiri panggilan telepon itu.
"Baiklah bantu aku mengemasi barang-barang ku guys." Ucapku yang membuat mereka kehilangan akal mereka.
Kami semua mulai menari dengan begitu menggila merayakan kemenangan mulus Alden dan kami yang akan pergi berlibur ke Yunani dan Spanyol selama 15 hari. Setelah itu kami lalu pergi berbelanja membeli banyak barang dan aku pun mulai mengemasi barang-barang ku.
Aku memasukkan barang-barang ku di dalam mobil yang dan berikan Alden kepadaku dan mereka begitu terkejut dengan mulut mereka yang tampak menganga.
Aku keluar dari dalam rumah memeriksa jika aku sudah mengemasi semua barang-barang ku dan mengatakan kepada pelayan untuk beristirahat selama 15 hari dan mengunci rumah. Setelah itu aku kembali ke mobil dan melihat mereka semua berdiri di sana dengan wajah tampak terkejut.
"Ayolah guys, kalian berlebihan. Ayo naik dan kita segera berangkat. Perjalanan akan dimulai. Ayo lakukan ini." Teriakku.
Setelah itu kami duduk di dalam mobil dan pergi ke bandara.
...----------------...
Kami turun dari dalam pesawat yang sudah tiba di sebuah airport di Yunani. Aku bersumpah bahwa udaranya begitu berbeda. Rasanya sangat nyaman dan adrenalin di dalam tubuhku berlari di dalam tubuhku. Aku hanya ingin mengeksplor tempat indah ini dan mengunjungi setiap tempat melihat semuanya dan mengambil banyak gambar sebagai kenang-kenangan yang bisa aku simpan di dalam hatiku.
Aku benar-benar merasa begitu bahagia.
__ADS_1
"Yunani.... sambutlah kami." Ucap Vera yang begitu bahagia saat kami memasuki negara yang cantik ini.
Bersambung...