
"Aku terlahir di kota C. Orang tuaku begitu keras. Aku sering di-bully di sekolah. Satu-satunya orang yang selalu berdiri untukku, dan menyelamatkan aku dari para orang yang membully ku dan begitu baik kepadaku adalah kakakku. Dia mengajari aku untuk tidak memaafkan orang yang tidak menghargai aku dan memukuliku. Aku harus melawan mereka dengan kekuatanku sendiri. Dia mengajari aku beberapa ilmu bela diri. Dia juga mengajari aku untuk menjadi lebih baik. Dia adalah orang yang paling dekat untukku. Tapi dia melukai hatiku karena dia meninggalkan aku dengan begitu cepat.
Dia meninggal karena leukemia dan bahkan dia tidak bisa mengatakan hal itu kepadaku sebelum itu semua terlambat. Aku merasa begitu depresi untuk waktu yang sangat lama. Aku kehilangan semangat untuk hidup. Tapi kemudian aku menyadari bahwa dia pasti tidak mau melihatku seperti itu.
Jadi aku pun menyemangati diriku sendiri. Aku pun berakhir dengan menjadi laki-laki yang cukup kuat hingga tidak ada orang yang bisa membully diriku lagi. Aku mulai masuk ke dalam berbagai akademi dan ekstrakurikuler di sekolah.
Orang-orang mulai melihatku. Aku menjadi begitu populer. Tapi Mama dan Papa masih tetap kasar kepadaku. Aku merasa sendirian di rumah.
Suatu hari saat malam hari, aku melewati kamar Mama dan Papa untuk pergi ke kamar mandi saat aku tidak sengaja mendengar Mama tengah menangis. Mama begitu sedih karena merindukan kakakku. Papa mencoba untuk menghibur Mama. Aku juga merasa sedih, tapi saat aku mendengar mereka berkata 'kenapa bukan Alden saja yang mendapatkan penyakit itu dibandingkan dengan anak kandung kita. Itu mungkin tidak akan membuat luka yang begitu mendalam di hatiku.' Aku begitu terluka dan terkejut mendengarkan hal itu. Aku pun akhirnya menyadari bahwa aku ini ternyata bukanlah anak kandung mereka dan mereka berharap bahwa aku lah yang mati dibandingkan kakakku.
Aku tidak membiarkan mereka tahu bahwa aku mendengar semua hal itu. Aku pun hanya bisa menangis sendirian dalam tidurku.
Aku masih tinggal bersama mereka tapi aku mulai melakukan pekerjaan paruh waktu tanpa membiarkan mereka mengetahuinya dan mengumpulkan uang karena mereka tidak akan memberikan uang kepadaku.
Setelah aku mengumpulkan uang, aku secara diam-diam mengikuti pelatihan dan belajar lebih baik tentang ilmu bela diri.
Aku bekerja keras di sekolah, di dalam pekerjaan dan juga di tempat pelatihan. Aku sering pulang terlambat. Tapi kedua orang tua ku tetap tidak peduli kepadaku. Mereka mungkin memang berharap bahwa aku tidak akan kembali suatu hari nanti. Rasanya sangat sulit untukku tetap tinggal di sana.
Setelah aku mempelajari banyak hal yang aku perlukan, aku kabur dari rumah dan meninggalkan sebuah catatan dan semua uang gaji yang aku dapatkan dari pekerjaan dengan tujuan membalas sedikit biaya yang sudah mereka keluarkan untukku. Di dalam catatan itu aku berterima kasih kepada mereka karena sudah membesarkan aku. Aku menulis hal itu karena aku tahu bahwa aku diadopsi dan juga menulis bagaimana aku sangat merindukan kakakku.
Aku juga mengatakan bahwa uang yang aku tinggalkan itu bukanlah uang yang aku curi. Tapi itu adalah uang yang aku kumpulkan dan setelah itu aku pun berlari menjauh dari rumah tanpa berhenti. Aku tidak tahu kemana aku akan pergi? Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya ingin berlari menjauh.
__ADS_1
Kemudian di suatu tempat aku berhenti dan meminta pekerjaan. Aku pun bekerja 5 pekerjaan yang berbeda dalam satu hari. Aku tinggal di sebuah area yang kumuh di dekat tempat parkir dengan sebuah tenda yang aku bangun sendiri. Setelah aku bisa berhasil untuk mengumpulkan uang, aku pun mendaftar untuk bisa menjadi seorang prajurit militer.
Aku pun lulus dan bekerja di sana dan mencapai apa yang aku dapatkan hari ini. Aku adalah pemimpin termuda dan memiliki dukungan yang cukup baik. Beberapa orang mengenali aku. Tapi aku mencoba untuk tidak terlalu mencolok karena tidak aman mengingat profesi ku ini. Tapi aku tidak peduli apapun sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Aku ingin melindungi mu, tidak peduli apapun yang terjadi. Aku tidak mau kau menghadapi bahaya apapun dan itulah kenapa aku tidak mengatakan kepadamu apapun sebelumnya tentang diriku.
Aku minta maaf tentang insiden yang terjadi sebelumnya. Semua itu karena diriku. Aku benar-benar minta maaf karena kau harus melalui semua ini." Ucap Alden dengan begitu panjang lebar tentang masa lalunya dalam perjalanan hidupnya itu.
"Ini bukan salahmu Alden." Ucapku mencoba bicara padanya untuk berhenti menyalahkan dirinya sendiri.
Aku benar-benar tidak menyangka tentang masa lalunya yang begitu keras. Aku malah memikirkan yang sebaliknya Setiap hari aku habiskan dengan pria ini mencoba untuk menemukan sesuatu yang baru sesuatu yang spesial tentang dirinya yang membuat aku jauh lebih menghargai dirinya lagi.
"Apakah kau membuat pertemanan di sekolah yang kau rindukan setelah kau pergi?" Tanyaku.
"Jadi apakah kau bertemu dengan mereka setelah itu? Apakah mereka ada di sini, di suatu tempat?" Tanyaku.
"Tidak, aku tidak tahu di mana mereka. Tidak ada jejak apapun, tapi hanya memori lama yang mereka tinggalkan bersamaku." Ucap Alden.
"Jadi bagaimana kau bertemu dengan temanmu yang ada di sini?" Ucpku mengalihkan pikirannya saat aku tahu bahwa dia mulai tampak tidak senang.
"Aku tidak punya teman di sini. Aku tidak terlalu suka untuk bersosialisasi. Aku selalu sibuk dengan pekerjaanku menjaga semua keamanan ditambah seperti yang aku katakan kepadamu. Aku harus menyembunyikan identitas ku atau mereka akan menargetkan dirimu untuk mendapatkan aku. Di mana aku tidak mau membiarkan itu semua terjadi." Ucap Alden.
'Oh ya Tuhan, apakah dia sendirian di sini? Tapi tunggu dulu....' aku mulai berpikir.
__ADS_1
"Jadi tempat siapa, rumah yamg di mana kau tinggal saat Mamaku datang. Kau bilang kau akan pergi ke rumah seorang temanmu bukan begitu?" Tanyaku.
"Ini... itu sebenarnya adalah rumahku yang lainnya. Aku akan membawamu ke sana lain kali." Balas Alden.
'Baiklah, dia ini ternyata orang kaya.' ucapku dalam setelah melihat semua bukti yang ada.
Aku bersumpah bahwa aku melihat ada dua buah mobil terparkir di luar rumah itu saat aku mengantarnya ke sana. Jadi dia memiliki 3 mobil dan bahkan rumah itu jauh lebih mewah dari rumah yang ini.
Sebelum aku bisa bertanya apapun kepadanya tentang kenapa dia menyembunyikan semua itu atau kenapa dia tinggal di sini, dia pun langsung mengatakan sesuatu kepadaku.
"Starla, aku akan mengatakan sesuatu yang penting kepadamu." Ucap Alden serius.
"Iya apa itu?" Tanyaku penasaran.
'Apa yang akan dia katakan? Apakah dia akan memintaku untuk menjadi kekasihnya? Sial! Berhentilah bermimpi Starla.' ucapku dalam hati.
"Aku akan pergi bekerja selama 4 bulan." Ucapnya.
"4 BULAN? APA???" Ucapku begitu terkejut.
Bersambung....
__ADS_1