Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Kedatangan Mama


__ADS_3

Aku melihat ke arah matanya dan berkata, "Mamaku akan datang besok Alden, ke rumah kita. Mungkin saja Papa juga akan datang dan Mama akan menginap dan aku tidak tahu untuk berapa lama. Mama tidak tahu bahwa aku tinggal dengan seorang pria. Aku tidak pernah menyembunyikan apapun dari Mama sebelumnya. Tapi ini sangat sulit untuk menemukan sebuah rumah di sini kapanpun aku masuk ke dalam sebuah rumah yang ingin aku sewa rumah, rumah itu sudah lebih dulu disewa orang lain atau terlalu buruk bahkan untuk masuk ke dalamnya ini adalah rumahku satu-satunya dan rumah paling menakjubkan yang aku dapatkan dan tawarannya juga sangat baik. Bagaimana aku menjelaskannya kepada Mama? Mama pasti akan berpikir bahwa aku berada dalam sebuah hubungan dengan seorang pria dan tidak mengatakan apapun kepada Mama." Ucapku panjang lebar.


"Oh Beb, itu masalah sederhana. Kenapa kau begitu khawatir dengan hal itu." Ucap Alden. "Sangat sederhana, kau tinggallah di sini dengan Mamamu dan aku bisa tinggal di tempat lain sampai dia pergi, jangan khawatir." Ucap Alden.


"Bagaimana kau bisa menemukan sebuah tempat untuk tinggal Alden? Berhentilah bicara omong kosong hanya karena kau mau membantuku. Kau tidak akan pergi kemanapun, ini salahku. Aku tidak mengatakan apapun kepada Mama jadi kau tidak perlu meninggalkan rumahmu sendiri untukku." Ucapku.


"Aku punya tempat untuk tinggal, jadi ini bukanlah sebuah masalah untukku. Aku bersumpah. Sekarang aku akan mengemasi barang-barang ku dulu." Ucap Alden.


"Alden, tapi di mana?" Ucapku seraya memegang tangannya.


Saat dia hendak pergi dan aku pun menghentikannya.


"Ini sudah hampir larut malam dan sekarang sudah jam 10.00 dan Mama akan datang besok pagi. Kenapa Mama tidak mengatakan kepadaku lebih awal. Aku pasti bisa mengatur semuanya. Tapi aku akan mengatakan semuanya kepada Mama, jadi kau tetaplah ada di kamarmu. Kau tidak perlu pergi." Ucapku.


Alden kembali memelukku lagi dan berkata, "oh Beb, aku mengerti jika kau tidak mau aku untuk pergi. Tapi tidak apa-apa, aku bersumpah bahwa aku punya sebuah tempat yang bagus untuk menjadi tempat aku tinggal. Tapi jangan berpikir bahwa kau adalah burung yang bebas karena aku tidak akan meninggalkanmu begitu cepat dan setelah itu, Alden pun menciumku lagi.


'Ah, aku benar-benar menyukai ciuman darinya ini. Dia begitu dominan tapi juga lembut padaku. Dia sering membuatku kesal, tapi dia juga menjagaku.


Dia sering menggodaku, tapi dia juga manis kepadaku.'


Dia lalu melepas ku dan berjalan ke arah kamarnya. Aku tidak mau menghentikan ciuman kami, tapi aku tidak bisa menunjukkannya, tidak sekarang.


Saat Alden bersiap-siap, aku pun berpikir bahwa Mama tahu jik gaji ku tidak akan cukup untuk menyewa seluruh rumah ini. Aku harus membuat alasan yang jelas tentang pemilik rumah ini.


Alden lalu kembali dengan tasnya yang sudah dia isi dengan pakaiannya.


"Aku minta maaf Alden, kau tidak harus melakukan ini. Kumohon tinggallah di sini." Ucapku memohon kepadanya.

__ADS_1


"Berhentilah khawatir, aku punya sebuah rumah beberapa blok dari sini. Aku tidak akan pergi jika aku tidak punya tempat untuk tinggal. Aku tidak akan tidur di jalanan dan jangan meminta maaf. Ini keputusanku Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sudah ya, bye Beb. Jangan merindukan aku dan sampai bertemu lagi secepatnya." Ucap Alden.


Dia lalu duduk di dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menjauh dari rumah. Aku lalu masuk ke dalam kamarku dan melompat di atas tempat tidur dan berbaring dengan menatap ke arah langit-langit kamarku.


Akan terasa sepi tanpa dirinya dan aku mulai berpikir tentang ciuman panas yang baru saja kami lakukan tadi.


'Apakah itu berarti sesuatu baginya, atau itu semua hanya permainan yang sering dia lakukan dengan gadis lainnya.?'


Aku yakin pikiran kedua lah yang benar. Kejadian itu semua hanyalah sesuatu yang membuat suasana begitu panas saat itu. Tapi tenanglah, ciuman itu tidak berarti apapun. Kami akan bersikap normal seperti biasanya dan memikirkan semua itu aku bahkan tidak menyadari kapan aku mulai tertidur.


 


Cahaya matahari mengenai wajahku dan aku melihat ke arah ponselku untuk melihat jam berapa sekarang.


'Oh sial!'


'Sial...'


Aku harus menjemput Mama dari bandara. Jadi aku bergegas mengganti pakaian dan langsung menuju bandara dan melihat Mama yang menungguku dengan barang-barangnya. Aku merasa begitu bahagia melihat Mama setelah begitu lama tak bertemu. Aku tidak bisa menahan kebahagiaanku. Aku berlari ke arah Mama dan memeluk Mama dengan sangat erat. Air mata mulai terjatuh dari mataku.


"Apa kabar Ma, ini sudah sangat lama. Aku sangat merindukan Mama." Ucapku.


"Mama juga sangat merindukanmu sayang. Perjalanannya tadi sangat menyenangkan. Mama begitu bahagia sepanjang perjalanan karena memikirkan bahwa Mama akan bertemu denganmu." Ucap Mama.


Ternyata Papa tidak datang. Mama mengatakan bahwa Papa Memiliki pekerjaan penting yang harus Papa lakukan. Jadi Papa tidak bisa ikut bersama Mama. Aku lalu membawa Mama ke rumahku dan Alden. Pelayan sudah membersihkannya dengan begitu berkilau.


"Oh Ya Tuhan Starla m, apakah ini rumahmu? Ini benar-benar tempat di mana kau tinggal?" Ucap Mama tidak mempercayai apa yang Mama lihat. "Apakah kau secara rahasia berkencan dengan anak dari Bill Gates sayang? Atau kau merampok seseorang?" Ucap Mama.

__ADS_1


"Mama, aku tinggal di rumah ini dengan menyewanya. Pemilik rumah ini membutuhkan seseorang untuk tinggal di sini. Hanya kamar yang menjadi milikku dan aku bisa menggunakan dapur, dan ruang makan dan juga kamar mandi." Ucapku.


"Oh, lalu siapa yang tinggal di lantai atas?" Tanya Mama.


"Ada seorang gadis seusia denganku. Saat ini dia tengah pergi ke kampung halamannya untuk beberapa hari. Aku sendirian di sini sekarang dan hanya ada pelayan yang terus menemani aku." Ucapku pada pusara Mama.


"Mama harap bahwa Mama bisa bertemu dengannya. Bagaimana dengannya? Apakah dia baik denganmu? Apakah kalian hidup dengan damai?" Tanya Mama.


"Iya... iya Ma, duduklah dan minumlah. Aku akan menceritakan semuanya kepada Mama tentang dia. Kami kadang-kadang bertengkar pada awalnya. Tapi sekarang dia sudah menjagaku. Dia begitu baik. Dia juga memasak untukku. Dia sering mengantarku ke rumah sakit. Dia orang yang sangat hebat. Dia sangat cantik Ma. Dia adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat." Ucapku kepada Mama.


Padahal semua yang aku pikirkan adalah tentang Alden.


"Sayang, apakah kau penyuka sesama jenis, karena Mama rasa kau mencintai gadis itu. Jangan bilang bahwa kau memang seperti itu, karena Mama tidak akan menganggap mu anak lagi." Ucap Mama serius.


"Apa? Tidak. Tentu saja tidak Ma. Aku bukan penyuka sesama jenis. Aku hanya mengagumi dirinya dan mengatakan kepada Mama bagaimana sosoknya itu. Aku tidak seperti yang Mama pikirkan itu." Ucapku mencoba menjelaskan kepada Mama.


'Cinta? Apa? Aku tidak punya perasaan untuk Alden.'


"Sekarang Mama semakin benar-benar ingin bertemu dengannya. Tidak bisakah kau video call dengannya atau menunjukkan sebuah foto dirinya kepada Mama?" Ucap Mama padaku.


'Uppss.... Bagaimana ini?'


"Hmmm.... tidak Ma. Papanya tengah sakit sekarang. Jadi aku rasa, aku seharusnya tidak mengganggunya dengan melakukan video call sekarang dan aku sebenarnya tidak punya foto dirinya di dalam ponselku. Dia tidak terlalu suka difoto. Kami juga tidak punya foto bersama." Ucapku mencoba untuk menutupi semuanya dengan cepat.


"Ah sayang sekali. Tapi tidak apa-apa, mungkin lain kali. Sekarang tunjukkan kepada Mama bagaimana kota ini. Mama ingin melihat bagaimana kehidupan kota ini." Ucap Mama.


"Baiklah Ma, tapi beristirahatlah, dan mandilah lebih dulu lalu. Aku akan mengajak Mama mengunjungi berbagai tempat nanti dan aku juga akan menunjukkan kepada Mama di mana tempat aku bekerja." Ucapku pada Mama.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2