Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Marah


__ADS_3

"Halo kalian orang-orang bodoh. Namaku adalah Starla William. Bagi kebanyakan dari kalian aku mungkin adalah orang asing. Tapi ada beberapa orang badjingan yang ada di sekitar kalian dan ada sesuatu yang sangat salah yang sudah dilakukan oleh para badjingan itu." Ucapku.


"Starla....!" Aku mendengar teriakan Noah yang melihat ke arahku seolah dia tampak begitu malu.


Dia tidak bicara apapun dan hanya menundukkan kepalanya mencoba untuk memikirkan apa yang akan terjadi dengan apa yang akan aku lakukan saat ini.


"Wanita ******.....!!!" Aku mendengar Alex berteriak kepada diriku.


"Seseorang usir dia keluar!"


Aku juga mendengar orang lainnya bicara, tapi aku tidak akan berhenti hari ini.


"Pria yang merayakan pernikahannya hari ini adalah seorang penghianat. Dia benar-benar pembohong besar dan bukan hanya dia, tapi semua teman-temannya juga. Aku minta maaf karena harus mengatakan hal ini dengan cara seperti ini. Tapi aku tidak punya cukup waktu. Semua wanita yang bersama dengan Alex, Tio, Gio, Calvin dan Noah, aku mau mengatakan bahwa pria kalian itu badjingan.


Biarkan aku menjelaskan semuanya. Jika kalian berencana untuk tetap berhubungan dengan mereka, maka kalian sama dengan memotong leher kalian sendiri. Selama beberapa hari ini mereka tetap bersama kami dengan membuktikan cinta mereka pada para wanita yang bisa kalian lihat berdiri di sana dengan wajah terkejut dan dengan hati mereka yang hancur. Para pria itu datang ke dalam kehidupan teman-temanku, mendekati mereka dan menggoda mereka pada awalnya dan membuktikan bahwa mereka seperti sebuah belahan jiwa dan di sini mereka malah merayakan pernikahan ini dengan orang lain.


Kepada semua orang yang hadir di sini. Aku ingin bertanya, apakah tidak masalah jika kau berkencan dengan orang lain di belakangmu di hari sebelum pernikahanmu? Aku harap aku bisa menunjukkan kebenaran dari wajah kelima pria yang ada di depan kalian itu dan berharap kalian bisa menyadari dengan siapa kalian menghabiskan waktu kalian itu dan mengajari mereka pelajaran yang pantas mereka dapatkan." Ucapku panjang lebar.


Ada dua orang security penjaga yang menarik aku turun dari atas panggung. Aku berusaha melawan kemudian berlari ke arah Alex dan menamparnya dengan seluruh kekuatan yang aku punya.


"Beraninya kau!" Teriakku dan melemparkan pandangan mematikan ke arah Calvin, Gio, Noah dan Tio saat para security itu membawa aku pergi.


"Starla.... Hei.... lepaskan dia."


Aku mendengar suara Noah berteriak dari belakang.


Genggaman tangan dari para security itu pun melemah.

__ADS_1


"Starla, kumohon dengarkan aku. Kumohon biarkan aku menjelaskan semuanya. Aku tahu apa yang dilakukan teman-temanku adalah salah dan aku memang pantas disalahkan karena tidak mengatakan hal ini kepadamu sebelumnya. Tapi Aku bersumpah aku tidak memiliki orang lain dalam hidupku kecuali dirimu. Aku seratus persen jujur dengan perasaanku. Aku tidak pernah berbohong Starla. Aku tahu mereka melakukan hal yang salah dan aku juga sering memarahi mereka. Tapi bukan tempatku untuk mengatakan semuanya kepada mereka, karena mereka tidak mau mendengarkan aku. Aku sudah sering mencoba tapi gagal. Mereka adalah teman-temanku sejak aku berusia 7 tahun dan aku tidak bisa kehilangan pertemanan dengan mereka." Ucap Noah.


"Persetan dengan pertemanan mu Noah. Jangan kau berani-beraninya mengatakan bahwa kau jujur tentang perasaanmu itu jika kau sendiri bahkan tidak bisa mengatakan kepadaku kebenarannya tentang para pria badjingan itu. Kau melihat mereka menghancurkan hidup teman-temanku seolah itu tidak berarti apapun. Kau gila Noah dan aku membenci sikapmu itu menjauhlah dan jangan pernah menunjukkan wajahmu padaku lagi." Teriakku dengan semua kekuatan yang aku punya.


Aku kemudian berlari dan aku mendengar Noah memanggilku dengan suara yang gemetar dan menangis.


Dia berteriak, "Starla kumohon kembalilah. Aku minta maaf. Pukul saja aku, marahi aku, tapi jangan tinggalkan aku. Jangan menjauh dariku."


Tapi aku sama sekali tidak lagi melihat ke belakang.


Aku benar-benar berharap bahwa aku bisa menampar Tio, Gio, Calvin dan Noah juga jika saja para security itu tidak menarik ku menjauh. Aku bersumpah kepada Tuhan bahwa aku pasti akan melakukannya.


"Starla tenanglah." Ucap Hana yang terlihat lebih baik sekarang. "Kau begitu marah, jangan kehilangan kendali akan dirimu dan perbaikilah perasaanmu. Jangan terus marah hanya karena beberapa pengkhianat itu." Ucap Hana lagi.


"Tapi mereka begitu keterlaluan. Jika gadis bodoh yang bersama dengan mereka tidak meninggalkan mereka dan mengajari mereka, aku pasti akan kembali untuk memukuli mereka semua." Ucapku.


"Lupakan saja. Ayo kita bersenang-senang. Kita akan baik-baik saja. Ini semua hanya terjadi karena kita bertemu dengan mereka beberapa hari yang lalu, kita tidak terlalu tertarik kepada mereka. Jadi jangan khawatirkan kami." Ucap Riana.


"Kami minta maaf Starla." Ucap Vera untuk pertama kalinya mulai bicara sejak insiden di pernikahan tadi.


"Untuk apa?" Tanyaku bingung.


"Kami terlalu membanggakan para pria itu dibandingkan dirimu. Kami bukannya menghabiskan waktu bersamamu tapi malah terjebak dengan para pria itu seperti lem. Kami bahkan sering meninggalkanmu sendirian walaupun kami sendiri bahkan tahu bahwa kau tidak memiliki perasaan kepada Noah seperti yang dia rasakan padamu." Ucap Vera.


Aku hanya terdiam.


"Oh ya Tuhan, aku begitu malu hari itu saat kau mengatakan bahwa kami terlalu terburu-buru dan memarahi mu bahkan berteriak kepadamu karena alasan yang tidak masuk akal. Aku mengatakan apa yang harus kau ketahui sekarang. Aku mendapatkan pelajarannya." Ucap Vera lagi mulai menangis.

__ADS_1


"Sudahlah tidak apa-apa guys. Aku mengerti dan aku sama sekali tidak sendirian. Noah adalah teman yang baik untukku. Sudahlah jangan bicarakan tentang mereka lagi. Intinya sekarang kita harus bersenang-senang di sini dan aku senang aku bisa pergi dengan kalian guys. Terima kasih karena sudah membuat semua perjalanan ini terasa menyenangkan. Terima kasih karena sudah membuat kenangan terindah untukku." Ucapku kepada mereka.


"Kami menyayangimu Starla." Ucap mereka semua dengan serius dan kami bersama pun berpelukan.


...****************...


Keesokan harinya kami meninggalkan bandara sangat pagi dan mengucapkan selamat tinggal kepada bandara di negara itu. Kami pun kembali ke rumah. Suasana udaranya terasa sedikit berbeda. Aku merindukan tempat ini.


Aku mengendarai mobilku pulang ke rumah dengan langsung menginjak rem karena rasa terkejut.


'Apa-apaan itu?' ucapku dalam hati.


Di depan rumah tampak seluruh areanya ditutup dengan lampu-lampu bercahaya, bunga dan balon, sepertinya ada ribuan balon yang ada disana.


Ada banner besar dari ujung gerbang yang bertuliskan, 'WELCOME BACK STARLA' dengan tulisan yang begitu tebal.


Ada banyak bunga mawar yang ditata disana. Aku memang sangat suka bunga mawar. Ada mawar berwarna pink, kuning, merah, itu semua benar-benar memenuhi seluruh area depan rumah. Aku tidak pernah melihat sesuatu hal yang indah seperti itu sebelumnya.


Aku pun keluar dari dalam mobil dan aku merasa begitu terkejut. Aku melihat ke arah pintu dan menatap Mark yang berdiri dengan menggunakan jas dengan sebuah buket bunga di tangannya.


"Aku sangat merindukanmu, bahkan kata-kata tidak bisa menjelaskan semuanya." Ucap Mark.


'Oh Mark...!'


Dia benar-benar pria yang sangat manis. Dia benar-benar orang yang sempurna, pintar, baik, tampan, pria yang begitu penyayang. Aku merasa begitu bersalah dalam hatiku setiap kali aku melihat ke arah matanya. Melihat bagaimana caranya melihatku, caranya bicara denganku, caranya menjelaskan bagaimana cintanya untukku, bagaimana cara dia memperlakukan aku. Aku merasa bahwa aku mengkhianati dirinya dan menyakitinya.


Hal itu adalah hal yang sangat paling menyakiti aku sendiri. Dia pantas mendapatkan yang terbaik dari yang paling baik. Aku bahkan tidak pantas menerima pria yang begitu sempurna seperti dirinya. Aku tidak pernah mau menjadi orang yang melukai hatinya. Tapi aku rasa aku harus mengatakan semuanya kepadanya. Satu-satunya orang yang ada di dalam hatiku adalah orang lain. Aku sudah kehilangan hatiku karena mengejar dirinya.

__ADS_1


'Mark... Oh... Mark... Maafkan Aku.' ucapku dalam hatiku.


Bersambung....


__ADS_2