
"Alden berhenti." Ucapku mengikuti dirinya ke kamar di mana kami tinggal.
Dia tiba-tiba berhenti dan membalikkan wajahnya menghadap ku dan memegang pinggangku lalu mendorong aku ke arah tembok.
Tangannya ada di tembok dengan memegang ku. Aku berdiri di sana menikmati setiap kesempatan yang aku punya untuk bisa dekat dengannya.
"Aku suka kau mengikuti aku sayang. Apa kau mau mengatakan sesuatu?" Ucap Alden menggodaku.
Dia lalu mendekat ke arahku dengan nafasnya yang menghangat terasa di telingaku yang membuatku merasa geli.
"Ti.... I... Iya." Balas ku dengan menutup mataku.
Setelah itu kami mulai bermesraan lagi. Dia terus menciumku, kami sudah berada di tempat tidur lagi menikmati setiap bagian tubuh dari satu sama lain. Aku menciumnya dan merasakan dia yang sudah mencium tubuhku. Aku tidak mau setiap detik pergi tanpa kami yang saling menyentuh satu sama lain.
'Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku?'
Aku kehilangan pikiranku dan aku harus mengatakan hal ini kepadanya secepatnya. Aku tidak bisa menahan perasaan ini dalam diriku sendiri.
'AKU MENCINTAIMU ALDEN!' teriakku dalam hati.
Tapi aku malah menanyakan hal lain kepadanya.
"Bagaimana kau mengajari Daniel? Kau hanya datang kemari dua kali dan itu juga bersamaku dan kau juga mendapatkan promosi." Ucapku.
"Iya, aku adalah ketuanya sekarang. Aku menghentikan tiga serangan utama. Jadi semua orang begitu terkesan kepadaku dan kau akan tahu bagaimana aku mengajari Daniel secepatnya." Ucap Alden.
Aku tidak mengatakan apapun. Senyuman lebar di wajahku menunjukkan bagaimana bangganya aku kepadanya. Aku senang untuk melihatnya berkembang. Aku berdoa untuk kesuksesan dan keselamatannya. Aku juga berdoa untuk kebahagiaannya dan juga kesehatannya.
"Baiklah, aku tahu kau bahagia. Kemari lah, aku akan membawamu keluar untuk makan malam." Ucap Alden lalu mencubit pipiku.
"Yaaay... Keluarlah sekarang, aku akan bersiap-siap." Ucapku dan mendorong dia keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
Aku begitu bahagia.
Ini semua karena Alden. Dia membuatku bahagia. Aku menggunakan gaun yang paling seksi yang aku punya. Aku juga menggunakan make up dan heels, juga anting-anting.
Aku menyisir rambutku dan membiarkannya tergerai dan aku pun bersiap untuk pergi.
Alden menungguku di luar. Dia sudah mengenakan jas serba hitam dan terlihat begitu tampan dan aku merasa insecure. Aku merasa bahwa aku ini tidak cocok dengannya. Tapi dia melihat ke arahku yang membuat semua keraguan ku pergi.
Matanya mengatakan banyak hal yang menunjukkan begitu banyak perasaan yang membuatku akan kehilangan diriku sendiri dan tidak akan pernah menemukan diriku jika aku menyelam ke dalam matanya itu dan sekarang cara dia melihatku membuatku begitu merona merah.
"Lihat, sekarang aku tidak mau pergi kemanapun kecuali di kamar dan salah siapa itu?" Bisik Alden di telingaku.
'Sial! Pria ini benar-benar menggodaku.'
Aku mencium pipinya karena kami pasti akan membatalkan rencana kami jika aku mencium bibirnya. Dia memegang tanganku lalu menggenggamnya erat dan kami berpindah ke arah mobilnya.
Dalam perjalanan, semuanya terasa begitu menyenangkan. Aku ikut menyanyikan semua lagu yang dimainkan oleh Alden di dalam mobil dan dia melihat ke arahku tersenyum dan ikut menggila seperti diriku.
Aku hendak pindah untuk duduk di mana semua orang tengah makan saat Alden menghentikan aku.
"Tidak di sini sayang." Hanya itu yang dikatakan Alden.
Alden lalu memegang tanganku dengan erat dan kami pun berjalan ke arah lift. Dia menekan lift ke lantai yang paling atas dan kami masuk ke area roof top dan aku sedikit terkejut karena semua itu terbuka. Jadi kami bisa melihat langit malam yang memperlihatkan bulan yang bersinar terang membuat semuanya jauh lebih indah dan ada banyak bintang yang membuat aku merasakan malam ini terasa begitu spesial.
Aku tidak pernah melihat ada begitu banyak bintang seperti malam ini. Seluruh area ditutupi dengan cahaya indah dan lampu-lampu yang merupakan kelemahan bagiku. Semuanya begitu mempesona dan aku begitu terpesona melihat dinding yang tertulis namaku dengan Indah.
"Kau melakukan semua ini untukku." Ucapku.
Aku mencoba untuk mengontrol perasaanku yang membuatku begitu luluh. Saat ini aku ingin menangis karena semua ini terlalu spesial dan sangat berarti untukku.
"Aku hanya ingin kau tahu bahwa kau berarti segalanya bagiku dan aku hanya mau kau untuk memegang tanganku dan tidak akan pernah melepaskan aku Starla." Ucap Alden.
__ADS_1
Matanya terus menatap ke arahku menunjukkan bahwa dia begitu jujur tentang semua kata yang dia ucapkan.
'Tapi kenapa dia tidak mengatakan bahwa dia mencintai aku? Apakah aku ini hanya orang yang penting baginya?'
Aku tahu aku terlalu naif. Tapi aku menginginkan sesuatu yang lain untuk aku dengar.
'Apakah dia akan mengatakan hal itu atau aku hanya berimajinasi saja.'
"Starla…!"
Alden mengalihkan perhatianku dan aku menyadari aku belum membalas ucapannya.
Sebelum aku bisa mengatakan apapun, dia pun mengatakan kepadaku, “aku akan membawamu bertemu dengan keluargaku besok. Kemas barang-barang mu. Selama 3 hari kita akan terbang ke kota asal ku besok."
'Oh ya Tuhan...!'
Aku begitu gugup. Bertemu dengan orang tuanya adalah hal yang terlalu besar bagiku. Aku mengingat dia pernah mengatakan kepadaku bahwa Kakak tertuanya sudah meninggal dan orang tuanya bukanlah orang tua kandungnya dan mereka sangat kejam kepadanya.
'Bukankah dia membenci mereka? Apa yang akan kami lakukan di sana? Bagaimana jika mereka tidak menyukai aku? Dengan hubungan apa dia akan memperkenalkan aku dengan orang tuanya. Kenapa dia mau mengenalkan aku dengan orang tuanya?'
Aku mengumpulkan keberanian ku untuk bertanya kepadanya tentang pertanyaan yang membuatku merasa begitu terganggu.
"Bukankah mereka memperlakukanmu dengan buruk? Apakah mereka mungkin tidak akan menyukai aku?” Ucapku dengan mencoba untuk bersikap sopan seperti yang aku bisa.
"Oh, aku lupa untuk mengatakan semuanya. Aku sudah menemukan orang tua kandungku. Mereka juga berasal dari kota itu. Aku menemukan informasi bahwa mereka mencari ku di setiap rumah sakit, di setiap Panti Asuhan atau di tempat yang memungkinan bisa menemukan aku di kotaku itu. Tapi mereka tidak bisa menemukanku. Aku mau kau tahu semua cerita itu, dan itulah kenapa aku mau kau bertemu dengan mereka." Ucap Alden.
'Alden mau bertemu dengan orang tua kandungnya untuk pertama kalinya dan dia mau membawa aku pergi ikut dengannya.'
Aku begitu gugup hanya dengan memikirkan semuanya, karena ini adalah pengalaman pertama bagiku untuk bertemu dengan orang tua dari sosok pria yang aku cintai.
Bersambung.....
__ADS_1