
Kami membagi waktu kami yang 15 hari menjadi 7 hari di Yunani dan 8 hari di Spanyol.
Tujuan pertama kami adalah pergi ke Santorini. Kami sudah membooking sebuah hotel dan seorang travel guide. Perjalanannya terasa begitu melelahkan. Jadi kami tidur siang dan kemudian pergi ke Santo Wines. Tempat itu terlihat begitu indah dan memiliki pemandangan yang spektakuler dari kaldera dengan sunset nya terlihat begitu indah. Kami benar-benar menikmati semuanya dan itu hanya baru permulaannya saja.
Kami memeriksa semua tempat yang ada di list yang akan kami kunjungi, mulai dari pantai dan volcano yang ada.
Di hari kelima kami pergi ke Mykonos, pergi berbelanja dan mengambil sebuah tour dari pulau yang indah dan kami berakhir di sebuah tempat yang disebut dengan 'The Little Venice'. Di sana ada sebuah bar yang keren yang memiliki pemandangan pantai yang begitu indah dan sangat menarik perhatianku.
Jadi di sinilah kami, tengah mengobrol, minum dan bersenang-senang, saat tiga orang pria mendekat ke arah kami.
"Hei kalian turis juga bukan?" Ucap salah satu dari mereka yang berambut ikal yang membuat kami melihat ke arahnya secara bersama.
"Iya. Apakah kami terlihat seperti burung merpati di sekumpulan pinguin?" Ucap Riana yang membuat para pria itu tertawa kecil.
"Sebenarnya iya dan kami juga begitu. Apakah kalian tidak keberatan jika kami ikut bergabung bersama kalian?" Ucap pria itu lagi.
"Iya tentu saja kami akan sangat senang memiliki teman lainnya." Ucap Fera dan aku melihat matanya berbinar menatap ke arah para pria seksi yang duduk bersama kami.
Mereka benar-benar memiliki tubuh yang sempurna.
Setelah mengobrol sedikit dengan mereka, kami pun mengenal bahwa pria yang berambut ikal bernama Calvin. Pria yang berambut coklat bernama Alex dan yang ketiga bernama Tio.
Dan merupakan suatu kebetulan saat mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka juga adalah teman-teman kuliah yang juga melakukan sebuah reuni dan tujuan mereka selanjutnya adalah Spanyol juga. Kami benar-benar merasa senang.
Bicara dengan mereka adalah suatu ide yang brilian. Mereka terlihat baik dan bukanlah pria yang jahat yang hanya duduk dengan gadis sembarangan. Tapi mereka terlihat begitu pintar dan juga baik sebagai seorang teman. Mereka juga memiliki kesamaan yang banyak dengan kami.
Mereka menawarkan kepada kami untuk bergabung dengan mereka di sebuah pesta yang diadakan di Super Paradise Beach Club. Mereka mengatakan bahwa hal itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi kami jika bisa melakukannya.
Kami tidak terlalu memiliki banyak agenda esok hari, jadi tanpa memikirkan lebih lama kami pun setuju dengan ajakan mereka. Kami mengatakan kepada mereka di mana lokasi hotel tempat kami menginap. Dan mereka mengatakan bahwa mereka akan menjemput kami jam 06.00 sore besok.
Sepanjang malam teman-temanku membicarakan tentang para pria yang baru saja kami temui dan mulai berdebat siapa yang cocok dengan siapa. Mereka benar-benar kekanakan.
Tapi para pria itu memang pantas untuk dibicarakan. Mereka benar-benar baik dan juga merupakan orang-orang yang menyenangkan.
__ADS_1
...----------------...
Hari berikutnya kami bangun dengan terlambat dan para gadis itu menari dengan gembira dan bergegas untuk bersiap-siap bertemu dengan para pria seksi itu. Mereka semua mengenakan pakaian seolah mereka akan menghadiri sebuah pesta yang diadakan di sebuah istana megah.
Para pria itu datang tepat waktu dan mereka terlihat begitu tampan dan mereka bertiga berdiri seolah di depan kami. Mereka melihat ke arah kami seolah seperti tengah menatap selebriti favorit mereka. Ekspresi mereka membuat kami semua tersenyum.
Gaun yang kami kenakan benar-benar cocok dengan pesta yang ada. Kami duduk di dalam mobil dan mereka pun mengendarai mobil itu menuju tempat pesta itu. Saat kami masuk ke dalam pesta itu musik yang terdengar langsung memekakkan telinga kami. Kami pun mengetahui bahwa itu adalah hari yang terbaik yang terjadi sampai saat ini.
Perjalanan kami tiba-tiba menjadi seribu kali lebih menyenangkan. Kami tidak bisa mengontrol tubuh kami yang mulai mengikuti hentakan musik yang terdengar.
Para pria itu mengambilkan minuman dan memperkenalkan kami kepada teman mereka yang bernama Noah yang menjadi DJ hari ini dan Gio yang mengatur pesta bersama Noah.
Sepuluh menit berada dalam pesta, Hana mulai dekat dengan Tio. Vera dekat dengan Alex dan Elina dengan Calvin. Sementara Riana mulai bicara dengan Gio. Jadi mereka meninggalkan aku sendirian.
Aku berpikir pasti akan sangat menyenangkan jika Alden ada di sini bersamaku. Jika saja aku bisa ikut menari dengan dia juga.
'Tapi apakah Alden bisa menari?' pikirku.
Aku tahu jenis selera musik yang disukai. Alden sering memainkan beberapa jenis lagu yang aku sukai di dalam mobil kapanpun dia mengantar aku ke rumah sakit. Aku lalu menyesap minuman yang ada di depanku dan menunjukkan ibu jariku kepada Noah karena dia memainkan lagu yang aku sukai.
Aku menjadi penggemar dari arsitektur yang ada dan tempat yang penuh warna di tempat ini. Aku begitu berterima kasih kepada teman-temanku karena sudah membawa aku kemari.
Semua yang kita butuhkan dalam hidup adalah seorang teman yang tidak akan pernah menghakimi diri kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita dan aku begitu beruntung karena aku memiliki teman-temanku.
Dari sulitnya kehidupan yang aku jalani, mereka membawa kenangan yang begitu indah untukku. Kapanpun aku merasa sendirian atau merasakan ada kekosongan dalam hidupku, mereka selalu ada untuk menghidupkan cahaya dalam hidupku. Tawa mereka menjadi musik di telingaku dan aku benar-benar mengagumi mereka.
Disaat yang seperti ini, aku juga memikirkan tentang Alden.
'Bagaimana keadaannya sekarang? Apa yang dia lakukan sekarang? Apakah dia sudah masuk ke dalam misi berikutnya?' pikirku.
"Hmmm.... Menemukan ketenangan di tempat ini?"
Sebuah suara mengejutkan aku. Aku melihat ke arah samping di mana Noah duduk di sampingku. Hanya saat itulah aku menyadari rambutnya terlihat begitu halus dan berwarna hitam gelap. Matanya juga berbinar dan senyumnya cukup menawan.
__ADS_1
'Sebenarnya dari mana semua pria ini berasal? Dari mana mereka mendapatkan gen seperti ini? Dari mana planet mana mereka berasal? Bagaimana mereka semua bisa begitu terlihat tampan, termasuk juga Mark dan Alden. Bagaimana semua pria yang aku temui begitu tampan dan sempurna?'
"Apa yang kau pikirkan?" Ucap Noah mengalihkan pikiranku.
"Hmmm tidak ada. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanyaku.
"Seorang teman menggantikan tempatku dan aku ingin menemukan kedamaian dan tempat ini menarik perhatianku di sini di samping dirimu." Ucapnya.
"Iya aku benar-benar menikmati ketenangan dan keindahan tempat ini. Musik yang kau mainkan sangat enak untuk didengar. Tapi aku ingin berada di sini beberapa saat." Ucapku mencoba untuk sopan karena pergi menjauh dari keramaian dan dari musik yang dia mainkan.
"Oh ya aku benar-benar mengerti bahwa akan jauh lebih baik berada di sini dibandingkan dengan atmosfer yang kacau di dalam sana. Apa kau tidak keberatan aku menemanimu di sini?" Tanya Noah.
"Oh tidak, tentu saja tidak. Aku benar-benar senang kau menemaniku." Ucapku.
Aku memulai obrolan kami dengan bertanya kepadanya.
"Apakah kau tinggal di sini?" Tanyaku.
"Tidak aku sebenarnya tinggal di kota L." Balasnya.
"Oh ya Tuhan, benarkah? Aku juga. Sungguh suatu kebetulan." Ucapku begitu terkejut.
Itulah bagaimana kami mulai mengobrol dan waktu berjalan dengan cepat bahkan kami tidak menyadari kapan matahari mulai muncul. Benar-benar pemandangan yang indah dengan menatap matahari terbit dari pantai.
Noah adalah orang yang sangat menakjubkan. Dia begitu ramah dan manis. Tidak butuh waktu lama bagi kami untuk bisa berteman baik.
Dia adalah satu-satunya orang yang membuatku merasa nyaman pada saat pertama kali bertemu. Dia begitu mudah diajak bicara seolah aku sudah mengenalnya sangat lama.
Beberapa saat kemudian, teman-temanku tiba bersama dengan para pria lainnya yang tampak memegang pinggang mereka. Mereka terlihat begitu menggemaskan dan begitu dekat satu sama lain.
"Ternyata di sini lah kalian berdua." Teriak Elina yang merangkul dan berjalan dengan Calvin yang memegang dirinya seolah dia akan terjatuh aku tertawa melihat kejadian itu.
"Baiklah guys! Ayo kita tidur sebentar. Kemudian kita bisa pergi ke Spanyol hari ini di siang hari." Ucap Noah.
__ADS_1
Setelah itu, kami semua pun mengikuti apa yang dia katakan.
Bersambung....