
"Terima kasih banyak Mark. Kau tahu, kau adalah yang terbaik." Ucapku.
Aku merasa sangat baik bisa melihat dia setelah begitu lama. Apalagi setelah adanya masalah yang aku dan teman-temanku alami dengan para pria waktu itu.
"Kenapa rumah mu dikunci? Aku pikir aku sudah punya waktu yang sulit menghadapi pria itu." Ucap Mark.
"Ayo masuklah. Aku punya banyak hal yang ingin aku katakan kepadamu. Kau mungkin harus berada di sini sepanjang hari." Ucapku seraya membuka pintu yang terkunci dengan kunci yang aku punya.
Aku juga sangat membutuhkan teman hari ini. Jadi kehadiran Mark bisa membuatku merasa lebih tenang.
"Oh benar-benar hari yang menenangkan. Aku pikir kau tidak akan pernah memintaku untuk melakukan hal seperti itu." Ucap Mark dan masuk dengan membawa barang-barang ku sama seperti yang dia lakukan selama ini.
Mark memang selalu seperti itu. Setiap kali kami keluar untuk membeli makanan atau minuman, dia lah yang akan senantiasa membawa pesanan ku. Aku bukannya tidak mau membawa pesanan ku sendiri, tapi dia lah yang terus memaksa untuk membawa pesanan milikku.
Kami pun lalu duduk di ruang tamu. Setelah itu aku kemudian mengatakan kepadanya tentang profesi Alden dan di mana dia sekarang berada. Kemudian aku merubah topik pembicaraan kami berpindah ke arah perjalanan liburanku dimana saat aku bertemu dan mulai berteman bersama para pria itu dan tentang cerita yang berhubungan dengan Noah.
Tangan Mark tampak mengepal, tapi dia tetap berusaha mendengarkan aku dengan sabar.
Aku melihat dia pun bisa tenang pada akhirnya saat aku mengatakan kepadanya bagaimana aku memarahi Noah dan berjalan menjauh dari acara pernikahan itu.
"Itu adalah perjalanan yang terburuk." Ucap Mark.
Aku setuju dengan ucapan Mark karena itu memang sangat buruk. Tapi ada satu hal yang perlu aku katakan kepadanya yaitu tentang perasaanku.
__ADS_1
Dia mungkin tidak akan berada di dalam kegelapan lagi setelah aku mengatakan semuanya. Aku tidak bisa terus memberikannya harapan palsu. Aku mencoba, aku bahkan sangat mencobanya. Tapi aku tidak bisa menahan diriku lagi. Aku tidak bisa menganggapnya lebih dari sekedar sahabat baik bagiku.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Mark.
'Oh ya Tuhan... Oh ya Tuhan ku... ini semua jauh lebih sulit dari yang aku bayangkan. Apa yang harus aku katakan? Bagaimana aku harus mengatakannya? Bagaimana jika dia memutus hubungan di antara kami berdua? Bagaimana jika dia berhenti menjadi temanku?' tanyaku dalam hati.
Dia adalah sahabat baikku. Apa yang harus aku lakukan. Apakah hari ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk mengatakan semuanya?
"Aku tahu kau menyukai Alden, Starla." Ucapnya.
"Apa? Ba... bagaimana kau bisa... Ma... maksudku... Aa... Apakah aku?"
"Tidak Starla, kau tidak mengatakan tentang hal itu. Tapi matamu menunjukkan bagaimana isi hatimu. Matamu bicara lebih dari apa yang keluar dari bibirmu dan hanya orang bodoh yang tidak bisa menyadari hal itu.
Kau dengan cepat mulai mengetik pesan dengan jemari mu yang begitu cepat. Kau bahkan hanya membutuhkan waktu 6 detik untuk bisa mengirim pesan itu kepadanya dengan wajahmu yang tersenyum dan tampak begitu berbeda jika pesan itu bukan darinya. Senyuman mu akan langsung menghilang begitu saja. Kau mencoba untuk mengabaikan pesan itu dengan wajahmu yang tampak cemberut jika pesan itu memang bukan dari dirinya.
Matamu terlihat begitu sedih saat aku mengatakan hal buruk tentang dirinya. Kau terlihat seperti ingin membuat aku agar menyukai dia seperti kau menyukainya dan itu semua baik. Itu berarti aku mendapatkan tempat yang penting dalam hidupmu yang membuatmu menginginkan aku menyukai pria yang kau cintai.
Tapi aku masih tetap cemburu Starla. Aku benar-benar cemburu kepada dirinya. Aku tetap melakukan semua hal kecil ini kepadamu padahal aku sendiri tahu bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku.
Sekarang aku sudah bisa menerima semuanya. Aku sudah bisa menerima bahwa kau tidak bisa menjadi milikku. Tapi aku mau kau ada dalam hidupku. Aku butuh kehadiran dirimu untuk bisa tetap hidup. Hari di mana kau membuat keputusan untuk pergi berlibur membuatku berpikir dan aku pun mendapatkan solusi bahwa aku tidak bisa menerima jika aku kehilangan dirimu, hari-hariku terasa begitu menyedihkan.
Aku berjanji bahwa aku tidak akan ada di antara dirimu dan Alden seperti orang yang begitu tergila-gila kepada cintamu. Aku hanya perlu mengetahui bahwa kau akan bahagia bersamanya dan hanya itu saja yang aku inginkan, yaitu kebahagiaanmu.
__ADS_1
Aku tidak keberatan sama sekali jika kau tinggal bersama orang yang kau cintai. Hanya saja berjanjilah kepadaku kau tidak akan menyerah akan diriku. Kau akan tetap bersamaku menjadi sahabatku, mendukung ku, seperti aku mendukung dirimu.
Katakan kepadaku kapanpun aku melewati batas. Tapi kumohon jangan menghilang dariku bahkan jika Alden atau orang lain yang memintanya kepadamu." Ujar Mark panjang lebar.
"Mark kau adalah sahabat baikku. Jangan pernah berpikir bahwa aku akan membiarkan dirimu pergi dari hidupku. Alden memiliki tempat yang berbeda di dalam hatiku dan kau juga memiliki separuhnya. Kau ada disini untukku saat tidak ada orang yang bisa melakukannya. Aku tidak akan menyerah akan dirimu, apalagi meninggalkanmu." Balas ku dengan begitu tulus.
"Itu sangat melegakan bagiku." Ucap Mark tersenyum.
"Baiklah, sudah cukup dengan pembicaraan yang penuh perasaan ini. Ayo kita mengambil barang-barang mu dan kemudian kita akan menonton film di rumahku dan kemudian kau akan tidur di kamar tamu. Kau akan pergi ke rumah sakit besok bersamaku. Apakah itu bisa kita lakukan?" Tanyaku.
"Sempurna." Balas Mark.
Aku begitu bahagia karena dia bisa mengerti perasaanku. Aku begitu senang karena dia tahu dan aku tidak perlu mengatakan apapun kepadanya. Aku begitu takut jika dia marah kepadaku saat aku mengatakan kepadanya bahwa aku menyukai seseorang yang lain. Tapi dia begitu baik.
Apapun yang dia katakan kepadaku sangat melegakan bagiku. Dia menyadari banyak hal tentang diriku. Dia tahu apapun tentang diriku yang bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya.
"Terima kasih Mark." Ucapku kepadanya saat kami pergi ke rumahnya.
"Tidak, akulah yang seharusnya berterima kasih padamu. Terima kasih banyak Starla. Kau tidak tahu bagaimana bahagianya aku untuk melihat bahwa kau masih sahabatku dan kau juga tidak memutuskan hubungan pertemanan kita. Aku pikir bahwa kaulah orang yang akan melakukan hal itu saat kau kembali dan aku benar-benar ketakutan memikirkan hal itu. Aku sangat senang melihat dirimu, aku merindukanmu." Ucap Mark.
"Aku juga merindukanmu Mark. Aku bahagia berada di sini." Balas ku dengan begitu penuh kebahagiaan.
Bersambung....
__ADS_1