Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Geng Viper Kembali


__ADS_3

Aku dengan cepat membuka surat itu dan membacanya.


'Kak Starla sayang...


Aku datang kemari untuk menemui Kakak tapi aku senang mendengar bahwa Kakak berada dalam perjalanan liburan bersama dengan teman-teman Kakak. Aku harap Kakak menikmati semuanya dan mendapatkan waktu yang terbaik dalam hidup Kakak.


Saat Kakak menerima surat ini aku mungkin sedang melakukan sesuatu yang sangat penting. Aku mengatakan kepada Kakak bahwa aku harus menyelesaikan latihan ku dan kemudian mulai dengan rencana ku untuk memulai bisnis orang tuaku.


Sebenarnya aku masih harus belajar banyak. Tapi aku tidak bisa menunggu lagi. Pertama-tama aku harus mengumpulkan orang-orang yang bekerja untuk perusahaan Papa dan merencanakan sebuah pertemuan dan meminta mereka apakah mereka mau bergabung denganku.


Aku sudah beranjak dewasa sekarang. Aku sudah penuh tanggung jawab. Aku bisa menghandle semua ini, jadi jangan khawatirkan diriku. Aku akan kembali lagi setelah beberapa hari. Aku berjanji jadi jangan cari aku.


Aku menyayangimu Kak...


^^^Daniel.^^^


'Oh Ya Tuhan, apakah mereka menemukan Daniel?'


'Tanggung jawab? Ya Tuhan, pemuda ini akan mati saat aku menemukannya nanti.' ucapku dalam hati.


Dia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17 dan dia berpikir bahwa dia sudah dewasa dan bertanggung jawab sekarang.


Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menunggu dirinya? Aku harus menemukannya. Tapi ini sudah lebih dari 15 hari sejak dia menghilang.


Aku lalu menelepon Om dari Daniel dan memintanya untuk mengirimkan aku nomor orang kepercayaan dan rekan bisnis perusahaan dan alamat mereka dan aku pun mengambil kunci mobilku dengan cepat. Aku ingin pergi untuk menemui mereka dan menanyakan tentang Daniel.


Ponselku berdering. Aku dengan cepat mengangkat sambungan telepon itu dan itu dari rumah sakit.


"Starla, terima kasih Tuhan. Apa kau baik-baik saja?" Ucap Mark dengan suara yang gemetar.

__ADS_1


"Iya Mark. Apa yang terjadi? Kenapa kau menelpon ku dari nomor rumah sakit?" Tanyaku bingung.


"Oh Tuhan Starla, aku tidak punya banyak waktu. Tapi tidak peduli apapun, tetaplah berada di rumahmu. Ada tiga orang pria mengenakan pakaian hitam dengan gambar ular di pakaian mereka datang ke rumah sakit dan mulai menanyakan tentang dirimu.


Tidak ada alamat atau kontak detail tentang dirimu saat kau masuk ke rumah sakit ini. Jadi mereka pun pergi dan mereka mulai menanyakan semua orang tentang dirimu, tapi tidak ada yang mengetahui di mana kau tinggal. Jadi mereka pun pergi. Tetaplah berada di tempat yang aman. Aku akan bicara denganmu secepatnya." Ucap Mark lalu menutup sambungan telepon.


'The Viper itu mencari aku? Tapi kenapa? Apakah mereka sudah mengetahui tentang Daniel? Apakah mereka tahu bahwa Daniel mengenalku?'


Aku punya begitu banyak pertanyaan dan aku begitu kebingungan.


Aku menaruh kunci mobil kembali. The Viper ada di mana-mana. Aku seharusnya tetap berada di rumah karena tidak ada banyak orang kecuali beberapa orang yang mengetahui tentang rumah ini.


'Terima kasih Tuhan karena aku tidak terlalu dekat dengan orang lain untuk pertama kalinya.'


Aku bangga karena aku yang memiliki sifat seperti itu. Aku tidak membuat pertemanan di rumah sakit kecuali dengan Mark. Jadi tidak ada yang terlalu mengenal diriku.


Ponselku berdering dan ternyata itu dari Elina.


"Hei bodoh apa kau tuli sampai tidak mendengar suara ponsel mu?" Ucapnya.


Iya aku seharusnya melakukan hal seperti ini. Aku bisa bicara dengan teman-temanku dan melupakan tentang semua hal gila yang terjadi di dalam hidupku. Tapi kenapa dia mulai memanggilku bodoh? Apakah aku melupakan ulang tahun seseorang? Aku rasa tidak.


"Iya aku mungkin saja bodoh. Tapi apa yang aku lakukan sekarang?" Tanyaku.


"Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku bahwa kau tidak sehat dan siapa orang bodoh yang tidak mengatakan alamat mereka kepada orang tua mereka?" Ucap Elina.


"Tunggu! Apa?" Ucapku begitu terkejut.


"Papamu meneleponku. Ah sial! Apakah aku baru saja mengacaukan kejutan yang direncanakan orang tuamu? Oh sial! Aku minta maaf, aku tidak tahu." Ucap Elina.

__ADS_1


'Kenapa orang tuaku harus menanyakan alamatku saat mereka sudah mengetahuinya?'


Aku hanya terdiam, setelah itu aku dengan cepat menelepon Papa dan menanyakan apakah Papa menanyakan alamatku dan berencana untuk mengejutkan aku.


"Putri kesayangan Papa, Papa minta maaf karena Papa tidak bisa bertemu denganmu. Tapi Papa sudah mengetahui alamat mu. Papa tidak menanyakan siapapun dan Papa akan datang menemui mu secepatnya. Tapi tidak sekarang, mungkin setelah satu atau dua bulan." Ucap Papa membalas pertanyaan ku.


Aku menjatuhkan ponselku itu. Aku merasa jiwaku pergi meninggalkan tubuhku seolah darahku sudah keluar dari tubuhku. Aku mendengar Papa memanggil namaku. Aku tidak bisa membiarkan Papa tahu. Papa berada di tempat yang cukup jauh dan Papa tidak akan bisa melakukan apapun sekarang kecuali panik. Aku tidak bisa mengatakan apapun kepada Papa. Jadi aku mengangkat ponselku kembali dengan cepat dan membalas ucapannya.


"Iya maaf Pa, aku menjatuhkan ponselku tidak sengaja. Tanganku begitu berkeringat karena memasak. Aku tengah memasak sekarang. Tidak apa-apa Pa. Kita akan bertemu secepatnya. Aku mencintai Papa. Katakan kepada Mama dan saudaraku bahwa aku mencintai mereka. Tetaplah bahagia kalian semuanya, tidak peduli apapun yang terjadi. Jaga diri kalian." Ucapku.


"Hai Starla, apa kau baik-baik saja? Papa juga sangat menyayangimu sayang. Tapi kau terdengar begitu khawatir sekarang. Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Papa.


"Iya, semuanya baik Pa. Aku merindukan Papa sampai ketemu secepatnya." Ucapku.


"Papa berencana untuk pergi kurang dari 1 bulan sekarang. Jangan khawatir nak, Papa akan berada di sana secepatnya." Balas Papa.


Aku menutup sambungan telepon karena jika aku bicara sedikit lebih lama lagi, aku takut aku tidak bisa menghentikan air mataku dan Papa akan tahu bahwa aku berbohong.


Aku dengan cepat mengirim pesan kepada Elina bertanya apakah dia mengatakan alamatku kepada orang yang berkata bahwa dia itu adalah papaku.


(Tentu saja. Kenapa aku tidak mengatakannya. Keluargamu datang untuk menemui mu dan itu menakjubkan. Berpura-pura lah untuk terkejut, oke.) Balas Elina.


'Oh dasar gadis bodoh!'


Bagaimana aku bisa mengatakan kepadanya bahwa dia hanya menggali kuburan ku dan bahagia akan hal itu. Aku tahu ini bukan kesalahannya, tapi sekarang mereka sudah mengetahui alamatku.


Bagaimana aku mengatakan kepadanya bahwa ini adalah terakhir kalinya aku bicara dengannya dan terakhir kalinya aku mendengar suara Papa ku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2