
"Jangan ada yang bergerak dan cepat lepaskan dia atau kakinya yang lain akan pergi juga." Ucap suara seseorang.
"Iya... Iya... Tolong, jangan tembak aku."
Aku merasa seseorang melepaskan ikatan yang menutup mataku. Saat ikatan terbuka, yang bisa aku lihat hanyalah pandanganku yang buram. Aku tidak bisa melihat apapun. Kemudian laki-laki itu membuka ikatan dari tanganku dan juga kakiku.
Aku lalu mengusap mataku untuk membuat pandanganku tampak jelas. Aku tidak peduli tentang rasa sakit yang aku rasakan. Aku hanya mau melihat siapa pria yang datang dan mengatakan kepada orang ini untuk melepaskan ikatan ku.
'Apakah dia di sini untuk menyelamatkanku atau membunuhku dengan cara lainnya?'
Di sana tampak berdiri sosok seorang pria dengan tubuh yang paling sempurna dengan menggunakan seragam militer.
"Tu... Tuan... Tolong ampuni hidupku." Mohon pria lainnya yang tengah berlutut di depan pria yang memakai seragam militer itu.
Pria yang menggunakan pakaian militer itu mendekat ke arahku.
Sekarang aku bisa melihat dengan jelas. Aku melihat ke arah wajahnya dan aku langsung terjatuh dari atas kursi.
__ADS_1
'Ini tidak mungkin?'
Rahang ku begitu menganga karena aku begitu terkejut yang bahkan tidak bisa membuatku berkedip.
Pria di depanku yang menggunakan seragam militer itu bukanlah orang lain selain Alden.
Aku benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang aku lihat.
Tiba-tiba ada sekitar 50 orang pria yang masing-masing memegang senjata api masuk ke dalam ruangan itu yang lebih cocok disebut dengan sebuah ruangan pesta yang sangat besar dan hanya Alden yang berdiri tegak di sana. Aku bisa menebak mana yang merupakan Bos dari orang-orang jahat itu.
Alden sendiri tampak dengan tenang mendekat ke arahku dan berkata, "apakah seseorang mencoba untuk menyakitimu Starla?"
Aku melihat ke arah Bos dari orang-orang itu. Dia melihat langsung ke arah mataku.
"Ti... tidak." Balas ku.
Alden semakin mendekat dan menyentuh tanganku melihat bekas ikatan yang membuat tanganku sedikit membiru. Dia lalu melihat wajahku dan mendapati ada tanda merah yang aku dapatkan saat mereka memukulku tadi karena aku tidak mau bicara ditelepon saat pertama kali mereka memintaku untuk bicara.
__ADS_1
Aku tiba-tiba melihat kemarahan di wajah Alden. Dia tampak mengepalkan tangannya dan wajahnya begitu memerah karena kemarahan. Matanya seolah bersiap untuk ingin keluar.
Entah kenapa aku malah melihatnya tampak begitu seksi, hingga membuat jantungku berdetak kencang. Aku melihat dirinya tampak begitu sempurna, rambutnya, matanya, membuat jantungku terasa ingin meledak.
Alden lalu bangun pergi ke arah pria yang memohon untuk mengampuni nyawanya itu.
"Siapa yang sudah berani menyentuhnya, sebut namanya atau hidupmu berakhir sekarang juga?" Ucap Alden.
"Cukup!" Teriak Bos dari orang-orang itu. "Aku yang melakukannya. Aku lah yang memukuli wajah cantiknya itu dengan tanganku sendiri. Sekarang aku sudah muak melihat omong kosongmu itu. Kau sudah mencoba untuk menunjukkan kemampuanmu di depan kekasihmu seperti kaulah yang memiliki tempat ini. Tapi tebak, akulah bos nya di sini dan kau tidak akan bisa pergi kemanapun." Lanjut Bos itu.
Alden tetap berdiri dalam diam dan bersikap santai.
"Ini semua sudah aku atur untuk melawan dirimu. Kau menggagalkan rencanaku, bahkan aku harus dipenjara selama 3 tahun dan tidak bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Sekarang lihat dirimu sendiri. Kau sendirian tanpa persiapan dan hanya datang untuk seorang wanita dan masuk ke dalam jebakanku. Kau memberikan ku uang dan kau bahkan tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup." Ucap Bos dari orang-orang itu lagi.
"Aku tahu bagaimana kemampuanmu Jack, dan aku tidak takut kepadamu. Aku salah karena sudah membiarkanmu hidup. Kau pantas untuk mati. Ada alasannya kenapa aku adalah seorang Mayor. Aku tidak butuh anak buah untuk bisa melawan dirimu. Dan dengan melibatkan Starla dalam hal ini, kau sudah menggali kuburan mu sendiri." Ucap Alden.
Bersambung...
__ADS_1