Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Daniel Menjadi Pemimpin Red Dragon


__ADS_3

Hal berikutnya yang aku tahu seseorang mengetuk pintu lagi. Aku dengan cepat membuka mataku untuk memeriksa apakah yang terjadi tadi itu adalah mimpi bahwa Alden ada di sini. Tapi saat aku melihatnya berbaring di dekatku dengan wajah yang begitu sempurna dengan memiliki mata indah yang tertutup dan sebuah senyuman di bibirnya, jantungku mulai berdetak kencang.


Aku perlahan berpindah dari atas tempat tidur agar aku tidak membangunkannya. Aku lalu membuka pintu dan melihat Daniel berdiri di sana.


"Kenapa kau bangun begitu pagi Daniel?" Ucapku menutup pintu di belakangku agar suara kami tidak akan membangunkan pria menggemaskan yang tidur di dalam kamarku itu.


"Aku tahu dia sudah kembali. Aku lah yang membuka pintu untuknya semalam. Jadi biarkan aku bicara kepadanya." Ucap Daniel dengan sumringah.


"Kami tidur terlambat semalam. Aku rasa kau harus membiarkan dia tidur beberapa saat lagi." Ucapku.


Aku mencoba untuk memberikan Alden waktu agar dia bisa tidur lebih lama lagi, karena kami kurang tidur semalam dan dia juga pasti memang lelah setelah berkelahi dengan para pria jahat dan tentu saja untuk kelelahan yang kami lakukan semalam.


"Tapi...."


Aku tidak bisa menyelesaikan ucapanku karena Daniel tidak menghiraukan aku dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Hai Bro, bagaimana kabarmu?" Tanya Alden yang sudah tampak duduk di atas tempat tidur dengan wajahnya yang ceria, seolah dia sudah bangun 2 jam yang lalu.


"Ikutlah denganku. Akan ada pengumuman diriku yang akan memimpin The Red Dragon hari ini. Cepatlah kalian berdua." Ucap Daniel dengan senyuman di wajahnya dan aku begitu bangga kepadanya.


Kami pergi ke lapangan latihan untuk melihat ratusan orang dewasa dan juga para pemuda yang berdiri dengan posisi yang siap dan Om dari Daniel berdiri di atas sebuah podium. Sementara Daniel berada di sampingnya. Daniel tampak gugup.


Tidak ada yang bisa mengetahui ekspresinya itu, tapi aku bisa merasakannya. Aku tahu bahwa dia menyembunyikan perasaannya itu. Dia selama ini selalu berusaha kuat dan aku yakin dia akan bisa menghandle semua ini dengan cepat.


"Selamat pagi para murid ku yang pemberani. Setiap orang dari kalian di sini adalah para pejuang kelas A1. Kalian semua sudah belajar dan berlatih dengan begitu disiplin. Aku selalu mengatakan kepada kalian bahwa kalian memiliki sebuah pertarungan di masa depan dan untuk itulah kalian semua dilatih dengan keras dan membawa keluar semua itu dengan yang terbaik dari diri kalian dan sekarang waktunya sudah datang.

__ADS_1


Aku sudah pensiun karena aku sudah tua dan kehilangan kemampuanku untuk bertarung. Jadi mulai hari ini mungkin kalian akan dipegang oleh Master Daniel. Dia sebenarnya pemilik dari The Red Dragon.


Selama ini kalian melihat dia bekerja keras setiap hari untuk menunjukkan bagaimana hebatnya dia sekarang. Tanpa keraguan dia adalah petarung terbaik yang hadir di sini, bahkan lebih baik dari diriku.


Dia sudah melalui banyak latihan keras dan dia sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Aku harap kalian semua bisa setia kepadanya seperti yang kalian lakukan kepadaku." Ucap Om dari Daniel.


Setelah mengatakan semua itu Daniel pun diminta untuk mengatakan sesuatu kepada orang-orang yang akan menjadikan dia pemimpin dari pasukan itu.


"Untuk menjadi seorang pemimpin dan seorang petarung, semua itu tidak akan terjadi jika tidak ada dukungan dari tim yang terbaik dan aku sudah mengetahui hal itu. Aku memiliki orang-orang terbaik dari seluruh dunia.


Kalian semua adalah keluargaku dan aku menghargai setiap orang dari kalian yang hadir di sini. Aku butuh kalian semua untuk bertarung melawan musuh terbesar kita The Black Viper. Aku tahu sebagian banyak dari kalian hadir di sini karena kalian sudah kehilangan orang-orang kesayangan kalian karena orang jahat itu.


Aku juga aku kehilangan orang tuaku, Mamaku, Papaku, pengasuhku dan orang-orang paling setia yang pernah aku punya seperti juga Simon. Aku kehilangan mereka semua. Dan sekarang ini adalah waktunya untuk membalaskan semuanya ini. Waktunya bagi kita menunjukkan kepada mereka dengan siapa mereka sudah berurusan.


Kalian semua lebih kuat dibandingkan mereka di setiap aspeknya. Jika salah seorang dari kalian mau keluar dan tidak mau bergabung untuk melawan mereka, aku akan menghargai keputusan kalian.


Kami semua menunggu akankah ada orang-orang yang mau tetap tinggal dan tidak melangkah mundur. Tapi itu semua mengejutkan kami dan juga membuat kami sekaligus merasa puas karena tidak ada satu orang pun yang mundur dari barisan.


Aku tahu bahwa Daniel pasti stres memikirkan fakta bahwa mereka akan tetap ada di sini atau pergi ke rumah mereka dan tidak akan ada yang bisa membangun sebuah dunia melawan musuh mereka.


Tapi mereka hanya membalas dengan ucapan, "Master Daniel, kami sudah berlatih dengan keras setiap hari untuk datangnya hari ini. Kami sudah menunggu datangnya hari ini sejak sangat lama. Bagaimana mungkin kami bisa mundur begitu saja saat waktu ini akhirnya datang. Kami merasa begitu bersyukur memiliki pemimpin seperti dirimu dan kami siap menumpahkan darah kami untuk melawan para pria jahat itu."


"Jadi, ayo kita hapus The Black Viper." Ucap Daniel.


Semua orang yang hadir di sana mulai berteriak dan bersorak untuk Daniel.

__ADS_1


"Master Daniel.... Master Daniel..." Teriak semua orang di lapangan itu.


Setelah itu, Daniel mendekat ke arahku dengan sebuah senyuman di wajahnya.


"Aku begitu bahagia Kak. Aku akhirnya mencapai apa yang sudah aku tunggu selama hidupku. Perusahaan akan dimulai secepatnya, timku sudah bersiap sekarang dan juga ada beberapa orang yang setia membantuku mengurus perusahaan. Dan semua yang aku butuhkan adalah menunjukkan diriku kepada mereka. Pertarungan akan dimulai setelah itu." Ucap Daniel.


Daniel hanya mengatakan kepadaku bahwa The Viper bukanlah sebuah geng yang kecil. Pemimpin mereka sudah menyebar teror di seluruh dunia. Walaupun orang-orang di academy sudah terlatih dan bisa membuat perbedaan tapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada pertempuran nanti.


"Hei Nak, ini bukan hanya pertempuran mu sendirian. Mereka juga musuhku. Pemimpin dari The Viper, Edward adalah iblis yang jahat. Dia sudah melakukan banyak hal dengan membunuh dan menyerang orang-orang yang tak bersalah selama bertahun-tahun. Selama ini orang-orang yang hadir di sini adalah orang-orang yang anggota keluarga mereka dibunuh olehnya.


Kekuasaan Edward itu benar-benar besar sehingga dia tidak pernah bisa ditangkap. Para polisi kebanyakan sudah berada di bawah kendalinya. Tidak ada yang bisa menghentikan dia. Tapi sekarang aku ada di sini dan dia berani untuk mengganggu wanitaku, aku akan menghapus dia dari dunia ini." Ucap Alden.


Aku bisa merasakan tubuh Alden yang memanas karena penuh dengan kemarahan saat dia mengatakan tentang hal itu.


Entah kenapa aku selalu merona setiap kali dia memanggilku dengan sebutan 'wanitaku'. Benar-benar obrolan yang begitu serius dan aku tidak bisa berhenti merona seperti wanita idiot yang baru saja jatuh cinta.


"Itu semua akan menjadi bantuan yang sangat hebat dan aku tahu tak bisa menghandle dia sendirian. Tapi karena ini pembalasan dendam ku aku harus menunggu semua itu. Jadi aku mau kepalanya adalah harus aku yang memenggalnya." Ucap Daniel.


"Anak buah ku akan bersamamu dan aku ada disini untukmu. Edward akan dibunuh olehmu." Ucap Alden mengusap kepala Daniel dan mulai berjalan menjauh.


"Hei Mayor Alden.... Selamat atas promosi jabatan mu dan terima kasih karena sudah mengajari aku." Teriak Daniel.


'Apa? Alden mengajari Daniel! Kapan? Dia juga mendapatkan promosi jabatan. Kenapa Daniel si iblis kecil ini tahu akan hal itu, sementara aku tidak tahu. Oh ya Tuhan, Alden mendapat kenaikan jabatan. Hebat sekali, priaku mendapat kenaikan jabatan.... Yeeeaaaii...' Teriakku dalam hati.


"Hei Alden kita harus bicara." Ucapku berlari mengejarnya.

__ADS_1


Dia perlu dihukum karena tidak membiarkan aku mengetahui semua hal ini.


Bersambung....


__ADS_2