
PoV Daniel
Hari ini akhirnya menjadi hari yang paling aku tunggu, sejak aku meninggalkan rumah orang tuaku.
Aku menginginkan kematian The Black Viper dan saat ini akhirnya waktu itu datang untuk membalaskan dendam atas apa yang sudah mereka lakukan kepadaku, keluargaku dan kepada orang-orang yang aku sayangi.
Kami semua sudah memegang senjata dan tiba di basecamp The Black Viper. Kami menerima informasi bahwa di sana ada sekitar 5000 orang dan berencana untuk serangan selanjutnya.
Alden sudah masuk ke dalam dari pintu belakang dan aku dari pintu depan bersama dengan semua tim kami. Aku mengambil nafas dalam dan memikirkan tentang orang tuaku dan memberikan sinyal kepada timku untuk masuk. Kami merusak pintu dan mulai menembak dari kedua sisi.
Darahku terasa begitu mendidih di dalam tubuhku, jantungku berdetak begitu kencang bahkan aku bisa mendengar suara detak jantungku lebih keras dari suara senjata api.
Para anggota geng itu begitu terlatih dan cukup sulit untuk kami bertarung melawan mereka. Tapi begitu juga dengan timku. Semua musuh kami bisa diatasi dengan begitu mudah.
__ADS_1
Aku berpikir bagaimana semua ini berjalan dengan Alden. Tapi siapa dia yang harus aku khawatirkan? Dia bisa menghadapi semua situasi ini sendiri.
Aku tidak pernah melihat seorang petarung seperti dirinya. Dia begitu cepat dibandingkan dengan cahaya. Setiap gerakannya sudah direncanakan. Dia tidak pernah kehilangan satu tembakan pun. Dia tidak pernah mendapat pukulan dari musuhnya. Dia bisa membaca serangan sebelum menggapai tubuhnya. Dia begitu jenius. Dia merupakan mimpi buruk dari para musuhnya.
Saat kami semakin masuk ke dalam, kami menyadari bahwa basecamp itu berada di bawah tanah. Di mana peta yang kami miliki tidak menunjukkan hal itu dan itu bukan hanya 5000 orang, tapi mereka jauh lebih banyak dan tidak ada tanda dari Edward.
Kami terus masuk ke dalam. Aku tidak bisa menemukan keberadaan Alden atau orang-orangnya. Aku berpikir di mana mereka berada dan seberapa besar tempat ini sebenarnya.
Orang-orang ku mulai terluka, tapi mereka cukup kuat. Tidak ada yang berhenti karena mereka saling menjaga satu sama lain dan kami tim yang paling kuat selamanya.
Edward ternyata sudah bersiap dengan hal yang terburuk
Aku tidak akan bohong, setiap tembakan dari senjata api membuatku takut. Pertarungan ini adalah yang pertama bagiku dan yang paling penting dalam hidupku.
__ADS_1
Pertarungan terus berlanjut. Kami bahkan tidak bisa menghitung sudah berapa banyak orang yang kami bunuh hari ini. Tapi itu rasanya seperti kami sudah menghapus sebagian orang dari negara ini.
Alden akhirnya muncul dan bertanya kepadaku, "apakah kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, tapi semua ini begitu baru bagiku. Aku mau menghentikan semua ini. Tapi aku tahu bahwa aku tidak bisa." Balasku.
Alden pun menyemangati aku dengan mengatakan sesuatu kepadaku.
"Aku sudah melakukan hal yang baik dan kita sudah dekat dengan tujuan kita." Ucap Alden.
Tapi Alden tiba-tiba berhenti dan aku tidak bisa mengerti dengan apa yang tengah dia pikirkan tiba-tiba dia berteriak....
"LARIIII....."
__ADS_1
Dan semua orang mulai berlari secepat mungkin yang mereka bisa. Kurang dari 2 menit ada sebuah granat yang meledak. Banyak dari kami yang selamat, tapi beberapa juga terluka. Tapi tidak begitu fatal. Kehadiran Alden membuat kami bisa selamat.
Bersambung....