Perjalanan Cinta Starla

Perjalanan Cinta Starla
Alden Kembali


__ADS_3

Aku tengah berbaring. Tapi aku tidak bisa tidur dengan cepat karena memikirkan tentang Alden. Aku selalu memiliki dia dalam pikiranku. Aku tidak bisa menghentikan diriku untuk merindukannya.


'Bukankah ini aneh?'


Aku bahkan tidak tahu jika dia benar-benar menyukaiku atau dia hanyalah seorang pria playboy yang mempermainkan aku. Aku bahkan tidak tahu sudah berapa banyak wanita yang dia miliki. Aku memang tidak pernah melihat salah satu dari mereka.


'Tapi untuk apa dia harus membawa seorang wanita pulang saat aku ada di sana?' pikirku.


Aku memakai headphone ku dan mulai memainkan lagu dengan berharap bahwa aku akan segera tidur.


Tapi kenapa aku merasa bahwa lirik lagu yang aku putar seolah berhubungan denganku?


Aku begitu kehilangan diriku sendiri sampai aku tidak mendengar seseorang terus mengetuk pintu kamarku.


Suara ketukan itu begitu perlahan. Entah siapapun itu, dia pasti tidak mau membangunkan orang lain. Tapi dia benar-benar ingin aku yang bangun. Jadi aku melepaskan headphone yang aku kenakan dan pergi ke arah pintu untuk membukanya.


Saat aku membuka pintu, seseorang langsung memberikan sebuah pelukan dan kami pun mundur beberapa langkah. Tapi dia menyelamatkan aku dari terjatuh ke lantai dengan tidak melepaskan pegangannya dariku dan malah semakin memelukku dengan sangat erat yang membuat aku bahkan hampir tidak bisa bernapas.


Aku mencium aroma parfum di tubuhnya dan menyentuh orang itu dan semuanya terasa begitu familiar bagiku dan reaksi pertamaku adalah mataku yang membelalak dan langsung mengeluarkan air mata saat aku membalas pelukannya lebih erat dari yang dia lakukan.


"Kau butuh waktu yang lama untuk datang." Ucapku dengan menangis dengan kepalaku yang bersandar di pundaknya.


"Aku minta maaf karena terlambat. Tapi aku kembali secepat yang aku bisa." Ucapnya.


Jika Ini adalah sebuah mimpi, aku tidak mau terbangun. Aku mau waktu berhenti. Pelukan yang kami lakukan ini adalah pelukan yang sangat aku rindukan.

__ADS_1


Orang yang datang itu adalah dia. Alden ku sudah kembali. Aku tidak peduli sudah berapa lama saat aku berada dalam pelukannya. Kakiku bahkan terasa mati rasa Karena berdiri begitu lama. Dia pasti sudah menyadari hal itu karena dia langsung menggendongku dan membuat aku duduk di tempat tidur dan dia duduk di dekatku.


Aku kehilangan nafasku tapi aku menyukainya. Jantungku berdetak dengan cepat dan seolah ingin keluar dari dalam dadaku. Dia ada di sini dan aku tidak bisa mempercayai apa yang dilihat oleh mataku.


Aku hanya tidak mau ada jarak diantara kami. Aku benar-benar begitu dekat dengannya, di mana aku sebenarnya cukup merasa begitu canggung. Tapi aku tidak bisa menahan diriku sendiri. Aku tidak mau dia pergi menjauh. Aku benar-benar ingin dia dekat denganku. Aku hanya ingin memeluk dirinya.


Aku menyadari bahwa Alden harusnya akan kembali setelah dua setengah bulan lagi. Lalu bagaimana dia bisa kembali dengan begitu cepat? Jadi aku pun bertanya kepadanya.


"Aku begitu ketakutan di sana tanpa dirimu. Tapi setidaknya aku tahu kau di sini selamat. Walaupun aku tahu bahwa akan ada bahaya yang mengancam dirimu." Ucap Alden.


"Kau tahu!" Ucapku begitu bingung.


"Iya, The Viper itu juga membunuh para penjaga. Tubuh mereka masih menghilang. Aku memiliki seluruh tim di sini untuk keselamatanmu. Beberapa dari mereka ada yang bertugas di belakang layar dengan tetap melihat apa ada yang aneh terjadi denganmu.


Aku mengetahui ini semua karena anggota yang aku minta untuk mengawasi mu yang mengatakan kepadaku bahwa ada seseorang yang menyerang penjaga dan mereka mencoba untuk membawamu pergi. Mereka sebentar lagi tiba untuk mengamankan dirimu, tapi mereka menemukan Daniel tengah memukuli para pria jahat itu.


Saat aku mendengar berita itu, aku langsung kembali kemari. Aku minta maaf sayang. Kau harus melalui semua ini. Ini semua salahku. Aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi kepadamu lagi." Ucap Alden.


Dan untuk yang pertama kalinya aku melihat ada air mata di mata Alden dan itu semua untukku. Matanya dipenuhi dengan rasa bersalah, seolah dia bertanggung jawab akan semua yang terjadi hari ini. Hatiku terluka dan aku langsung menciumnya. Ciuman yang cukup singkat untuk membuat tubuhnya terdiam, seolah dia mendapatkan kejutan dari setruman listrik.


Aku sangat menyukai reaksinya itu, seolah menunjukkan apa yang aku lakukan itu berarti sesuatu bagi dirinya.


'Sebuah kecupan singkat bisa membuat dia bersikap menggemaskan seperti itu?' pikirku.


"Aku baik-baik saja Alden, aku selamat dan bahagia. Terima kasih karena sudah datang dengan cepat. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan tentang diriku. Aku tidak akan meninggalkanmu secepat ini." Ucapku.

__ADS_1


Alden langsung menutup mulutku dengan hukuman yang begitu manis dengan menciumku. Di mana hal itu menunjukkan bahwa senyumannya begitu penuh hasrat yang dia tahan selama ini untukku. Dia menciumku dengan penuh hasrat. Dia benar-benar sudah ada dalam diriku sekarang dan tiba-tiba perpisahan kami itu seolah membuat kami ingin balas dendam.


Ciuman kami yang manis berubah menjadi penuh hasrat dan merasa lapar.


Kami mulai memanas dengan terus saling mencium satu sama lain. Ciuman itu berubah semakin liar dan membuat kami berbaring di atas tempat tidur dengan mengeksplor masing-masing tubuh kami.


Aku sangat merindukan Alden dan aku melihat di dalam matanya dia juga menginginkan aku sama seperti aku menginginkannya. Aku berbalik melihatnya dengan berbaring di atasnya dan mengulang senyuman yang sama yang dia berikan kepadaku dan aku pun memimpin ciuman kami.


Aku mencium lehernya dadanya dan merasakan kehangatan tubuhnya. Hal itu membuatku percaya diri dan aku semakin menggoda dirinya.


Dia benar-benar membuat aku menggila dan aku ingin menunjukkan kemampuanku kepada dirinya.


Namun sepertinya dia mengerti dari isi hatiku.


"Datanglah. Aku menginginkanmu. Aku sangat menginginkan semua dari dirimu. Aku akan menggila, kau membuat aku merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Kau adalah milikku Starla, hanya milikku." Ucapnya.


Setelah itu, Alden pun mulai mengontrol seluruh tubuhku. Beberapa saat kemudian dia pun mulai melakukan hal itu dengan memegang pinggangku dan kami berdua merintih dan dia tidak mengalihkan pandangannya dariku seolah dia mau melihat setiap detail yang ada di wajahku dan mengingatnya di dalam kepalanya. Tubuh kami pun bersatu.


Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa aku mencintainya. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat. Aku ingin mengetahui dengan yakin bagaimana perasaannya terhadapku. Apakah dia merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan terhadap dirinya.


Aku punya banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadanya. Tapi di dalam pelukannya, aku merasa aku melayang seolah aku tidak memiliki kekhawatiran apapun. Hanya ada kebahagiaan bersamanya. Semua itu begitu ajaib di mana pelukan seseorang bisa melakukan semuanya kepadaku.


Sentuhannya begitu lembut dan dia mengusap rambutku dan memberikan ciuman lembut di keningku dan aku merasa seperti seorang bayi yang tidak tahu apapun tentang dunia ini lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2