
Daniel mulai bercerita padaku.
"Dari diary orang tuaku yang aku temukan saat memeriksa rumahku untuk mencari petunjuk. Aku mengirim surat ke alamat yang ada di diary itu dari semua anggota setia dari perusahaan orang tuaku. Setelah itu, aku kabur dari akademi karena aku pikir aku sudah siap sekarang.
Aku pergi untuk menemui Kakak dan kemudian aku tidak bisa menemui Kakak karena Kakak tengah pergi liburan. Aku hanya pergi ke tempat di mana aku pikir bahwa aku akan bertemu orang-orang itu. Namun, hanya ada 5 orang yang datang. Aku hanya bisa menelepon 5 orang saja. Padahal ada 25 orang yang berkumpul saat aku pertama kali bertemu dengan mereka bersama Simon saat kami berdiskusi tentang perusahaan yang harus ditutup.
Aku mengerti beberapa orang sudah tua. Tapi beberapa dari mereka masih muda saat itu dan memiliki anak yang bisa menjadi karyawan juga. Tapi mungkin mereka berpikir bahwa aku tidak bisa menghandle sebuah perusahaan besar di usiaku yang masih muda. Mereka sudah cukup bahagia dengan apa yang ada dalam hidup mereka sekarang. Jadi hanya ada 5 orang yang datang menemui ku.
Mungkin hanya mereka yang mau datang untuk menepati janji mereka. Mereka terus menatap satu sama lain seolah ada kesalahan karena mereka sudah datang menemui ku. Aku benar-benar merasa terluka, tapi aku harus membuat mereka percaya bahwa aku mampu.
Jadi aku pun mengatakan kepada mereka, 'terima kasih karena sudah datang kemari. Aku sangat menghargai effort yang kalian semua berikan. Aku tahu apa yang ada dalam pikiran kalian dan aku mengerti kekhawatiran kalian. Pertanyaan utama kalian pasti, apakah ini akan sepadan? Aku sangat senang melihat bahwa diantara semua orang yang ada, kalian masih mau berpikir untuk memberikanku sebuah kesempatan. Aku tidak bisa menjadi sehebat orang tuaku. Aku tidak bisa belajar manajemen di bawah pengajaran mereka. Tapi aku benar-benar berjuang. Aku benar-benar berjuang di jalanan sebagai gelandangan dan juga di rumah Panti Asuhan. Tapi semua itu membuatku berbeda. Aku bekerja keras untuk menemui kalian, orang-orang yang sudah pernah aku tinggalkan. Aku berbeda karena aku bukan menjadi seorang mata-mata, aku lah orang yang akan memimpin The Red Dragon. Dengan rencana yang aku punya di dalam pikiranku aku yakin kalian tidak akan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hasilnya. Hanya saja aku harap kalian bisa bersabar terhadap diriku. Berikan aku sebuah kesempatan. ku tidak bisa melakukan semuanya tanpa dukungan dari kalian Aku butuh bantuan kalian. Aku akan memberikan kalian beberapa waktu untuk memikirkan hal itu. Aku tahu sangat tidak mudah bergantung pada seseorang yang tidak berpengalaman dan baru saja berusia 17 tahun. Aku tidak akan membuat janji apapun yang aku sendiri tidak akan bisa untuk memenuhinya. Tapi aku hanya bisa berjanji untuk tidak membuat kalian kecewa karena sudah bergabung bersamaku.' ucapku.
Mereka semua lalu mendiskusikan tentang hal itu selama beberapa menit dan kemudian mereka mengatakan bahwa mereka akan bergabung bersamaku. Aku merasa begitu bahagia karena satu langkah sudah selesai aku lakukan. Aku lalu duduk dengan mereka dan mempelajari tentang perusahaan.
Bagaimana orang tuaku yang ternyata sudah mengatur semuanya. Aku pergi ke sebuah hotel dan tidak tidur sepanjang malam memikirkan tentang bagaimana aku bisa memulai sebuah perusahaan dan juga menjadi bagian dari The Red Dragon.
Hari berikutnya aku pun pergi ke area tempat di mana lokasi perusahaan yang akan aku mulai bangun berada.
Perusahaan itu benar-benar sudah dihapuskan. Tapi tetap tidak di beli oleh orang manapun sampai sekarang. Tanah dari area itu berada di bawah namaku karena sudah diatur oleh orang tuaku. Orang tuaku ternyata sudah merencanakan semua itu dan menyiapkan semuanya dan aku tidak memiliki ide apapun akan semua hal itu.
Aku lalu menelpon nomor yang ada di diary Mama ku dan mengatakan kepada mereka tentang perusahaan itu dan aku terkejut mengetahui bahwa mereka semua memang menunggu panggilan dariku.
Mereka semua mulai bicara dengan ucapan, 'Tuan Daniel akhirnya kami mendapat panggilan darimu. Sangat senang mendengar kabar darimu.'
__ADS_1
Kebahagiaanku pun benar-benar terwujud. Mimpiku perlahan bisa aku wujudkan dan aku pikir orang tuaku meninggalkan aku begitu saja. Tapi aku begitu salah sangka. Mereka sudah melakukan banyak hal untukku dan aku bahkan tidak bisa berterima kasih kepada mereka.
Di hari yang sama pekerjaan pun dimulai dan itu semua hampir selesai sekarang.
Aku lalu memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Kakak dan di sana aku melihat seorang dokter yang tampan tampak menangis di sebuah bangku yang di mana hal itu terlihat begitu aneh dan aku pergi ke arahnya dan bertanya kepadanya ada apa dengannya.
Dia benar-benar tidak mengatakan apapun kepadaku, bahkan dia tidak melihat ke arahku. Tapi saat aku bertanya apakah dia melihat kakakku Starla, dia langsung berbalik dengan wajah yang penuh ekspresi yang aku tidak bisa mengerti saat itu.
Dia begitu ketakutan, seolah dia sudah melihat seekor ular yang sangat besar, dan itu semua karena Kakak. Dia mengenali aku. Kakak sepertinya pernah menceritakan kepada dirinya tentang aku. Dia lalu memanggil namaku dan aku mengangguk. Dia mengatakan bahwa namanya adalah Mark dan mengatakan semuanya tentang The Black Viper yang mengunjungi rumah sakit.
Dia begitu ketakutan jika mereka pergi menemui Kakak. Mereka sudah melacak keberadaan Kakak jadi dia begitu ketakutan seolah dia ketakutan akan kehilangan Kakak.
'Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan aku tidak berguna.' ucap Mark saat itu seraya mulai menangis.
Aku lalu mengatakan padanya, 'jangan khawatir. Mereka berpikir bahwa aku hanya pasien disini. Aku tidak akan membuat mereka curiga. Aku akan pergi memeriksa Kak Starla.' ucapku kepadanya dan meninggalkan Rumah Sakit dengan cepat lalu datang kemari untuk menemui Kakak.
Lalu, saat aku tiba disini, aku melihat mereka membawa Kakak masuk ke dalam mobil seperti itu dengan tangan dan kaki Kakak yang sudah terikat. Itu semua membuatku merasa begitu marah. Darahku mendidih dan hal berikutnya yang aku tahu, aku sudah membunuh para pria itu dengan tangan kosong.
Tapi aku tahu mereka hanyalah beberapa anak buah saja. Ada pasukan yang lebih terlatih dan sekarang mereka akan datang kemari karena urusan mereka belum selesai. Mereka akan mulai marah karena kematian ketiga orang itu. Jadi aku harus bertindak dengan cepat. Sekarang kemas lah barang-barang Kakak. Kakak sudah tidak aman di sini. Kita akan pergi ke The Red Dragon Academy." Ucap Daniel akhirnya menyelesaikan ceritanya yang begitu panjang.
Aku melihat ke arah ponselku. Alden masih memiliki waktu yang banyak untuk menjauh dariku karena pekerjaannya itu dan dia bahkan tidak mengirimkan pesan kepadaku. Dia bahkan tidak tahu bahwa aku hampir saja terbunuh disini.
Dia juga tidak akan tahu bahwa aku akan tinggal di Red Dragon Academy untuk aku sendiri tidak tahu berapa lama akan terjadi. Aku lalu mengemasi barang-barang ku dan meninggalkan beberapa di dalam kamar. Berharap aku akan kembali kemari saat semua ini sudah berakhir.
__ADS_1
Aku mengambil tasku dan mendapati Daniel yang sudah menelpon seseorang untuk memperbaiki kaca jendela yang rusak dan meminta mereka untuk tidak membuat itu tidak bisa dirusak. Dia sekarang begitu penuh bertanggung jawab.
Rasanya seperti baru saja kemarin dia berlari di sekeliling rumah dan memintaku untuk memasak pancake untuknya, tapi sekarang dia sudah berubah jauh lebih dewasa.
Kami lalu mengunci rumah dan meninggalkan rumah untuk pergi ke Academy. Daniel lebih dulu membawa ku pergi menunjukkan gedung yang akan menjadi perusahaannya itu. Semuanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi Daniel sudah siap untuk menunggu.
Kami akhirnya tiba di academy dan Om dari Daniel datang dengan berlari secepat mungkin saat dia melihat Daniel.
"Oh ya Tuhan, kenapa kau begitu keras kepala Daniel? Om begitu ketakutan saat Om mengetahui bahwa kau tidak ada di tempat Starla." Ucapnya.
"Om kami memiliki sesuatu hal yang penting untuk didiskusikan." Ucap Daniel langsung bicara tentang hal ya g sudah terjadi.
"Aku tahu The Vipers sudah kembali. Apakah mereka mengenal dirimu?" Tanya Om dari Daniel.
"Belum, tapi mereka hendak membawa Starla bersama mereka. Jika aku tidak tiba di sana tepat waktu...."
Daniel terdiam memikirkan tentang di mana mereka akan membawa aku pergi dan itu semua benar-benar tidak kami sangka akan terjadi.
"Aku harus memimpin geng ini secepat mungkin Om." Ucap Daniel lagi.
"Iya, aku rasa inilah waktunya. Om akan bicara dengan semua orang di Academy ini besok. Hari ini kalian berdua beristirahatlah." Ucap Om dari Daniel dan kami pun setuju.
Aku lalu pergi ke kamar yang ditunjukkan oleh Daniel. Aku lalu mengatur barang-barang ku dan waktu sudah begitu larut saat aku sudah selesai melakukannya.
__ADS_1
Bersambung....