
Semua orang terdiam saat Noah mulai bicara. Meski mereka semua tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Noah mengingat bahasa kami yang berbeda. Sementara aku hanya bisa melongo mendengarkan setiap apapun yang keluar dari mulut Noah.
"Starla William, sejak pertama kali aku melihatmu menari di pesta waktu itu aku langsung tertarik kepadamu. Saat aku melihatmu duduk di dekat pantai dan membiarkan aku masuk dalam hidupmu, berbagi pandangan dengan kehidupan pribadimu dan bicara denganku, memberikan waktu yang begitu berarti bagiku. Tidak ada yang terlihat bisa menghentikan perasaan terdalam itu dan semakin dalam kepadamu.
Aku tahu kau memiliki seseorang uang lainnya di dalam hatimu. Tapi aku bahagia mengetahui bahwa kau masih lajang dan entah kenapa aku masih punya kesempatan. Jadi aku mengatakan bahwa tidak ada yang perlu aku takutkan. Mungkin aku akan kehilangan dirimu jika aku tidak mengatakan apapun hari ini. Aku sudah tidak bisa tidur selama 2 hari dan aku merasa begitu senan saat kau berada di kamar yang sama denganku. Aku terus menatap ke arah wajah mu yang cantik sepanjang waktu.
Hari ini aku akan membuktikan perasaan yang aku punya untukmu adalah tulus. Kau memberikanku alasan untuk hidup dan aku akan menang hari ini dan aku tidak bisa melakukan hal itu sebelum mengatakan kepadaku tentang perasaanku padamu. Jadi di sinilah aku mengharapkan hatimu dan jiwamu, mengatakan kepadamu bahwa aku menyukaimu, sangat menyukaimu dan aku tidak mengharapkan kau membalas cintaku. Tapi tetaplah ada bersamaku selamanya sebagai temanku dan aku berjanji bahwa aku tidak akan menyebabkan masalah untukmu. Starla William, I love you and wish me luck." Ucap Noah panjang lebar.
Dan setelah itu Noah menjatuhkan mic dan menandakan kepada petugas untuk melepaskan banteng itu.
Aku pikir bahwa aku akan kehilangan akal ku karena satu-satunya teman yang baru saja aku miliki di sini malah membahayakan nyawanya sendiri dalam perkelahian melawan seekor banteng dan dia bahkan baru saja menyatakan perasaannya bahwa dia menyukai aku. Di mana semua itu tidak aku duga sama sekali. Jika saja orang lain yang akan mengatakan hal itu kepadaku, aku pasti akan menertawakan mereka. Tapi ini adalah Noah. Aku pikir bahwa dia tidak memiliki perasaan seperti itu padaku.
'Kenapa aku tidak bisa melihat perasaan yang dia miliki untukku? Apa aku memang tidak peka atau aku memang terlalu bodoh?'
Aku melihat ke arah teman-temanku. Mereka sama sekali tampak tidak terkejut. Ternyata mereka semua sudah tahu akan hal ini. Ternyata, hanya diriku sendiri yang tidak mengetahui apapun.
Mereka semua melompat dan berteriak mendukung Noah, sementara aku hanya bisa melihat ke arah keramaian yang diciptakan semua penonton. Pengakuan cinta dari Noah tadi membuat mereka semua menjadikan Noah sebagai peserta favorit mereka. Mereka semua berdiri dan berteriak dengan sangat keras seolah mereka tidak memberikan kesempatan kepada suara mereka untuk menghilang.
Dengan sekejap mata pertandingan itu dimulai dan aku hanya bisa duduk di sana dengan jemariku yang menutup mulutku. Kakiku terasa begitu gemetar dengan seluruh tubuhku yang juga ikut gemetar. Aku merasa begitu panik. Aku takut akan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Noah.
__ADS_1
Semua yang bisa aku dengar hanyalah suara orang-orang yang berteriak menyebut nama Noah.
"Noah... Noah... Noah..." Sorak para penonton.
Jantungku berdetak sangat cepat. Aku bahkan bisa saja mengalami serangan jantung saat ini juga.
'Kenapa semua ini terjadi padaku Tuhan?' ucapku dalam hati.
Dengan semua yang Noah lakukan dibawah dana melawan banteng membuat semua orang mulai semakin menggila. Saat setiap kali banteng mencoba untuk menabraknya, orang-orang semakin berteriak kencang, sementara aku merasa jiwaku akan keluar dari tubuhku. Aku membenci Noah karena menempatkan aku dalam situasi seperti ini.
Aku benar-benar ketakutan saat ini. Tidakkah dia bisa mengerti perasaan ku ini.
Aku benar-benar bisa buang air kecil di celana saat memikirkan bagaimana Alden menghadapi para musuhnya para ******* itu dan sekarang giliran Noah yang tengah berhadapan dengan banteng.
Pertandingan itu akhirnya berakhir setelah 20 menit, di mana 20 menit itulah waktu yang paling terpanjang yang pernah aku rasakan dalam hidupku.
Kami semua bergegas mendekat ke arah Noah dan kami melompat ke arahnya bersamaan seperti seekor kucing yang melompat ke arah seekor tikus untuk menangkapnya.
"Guys, aku tidak bisa bernapas. Aku tidak terluka di sana tapi aku malah merasa bahwa aku akan mati di sini." Ucap Noah dengan suara yang terdengar kelelahan bernapas.
__ADS_1
Setelah itu kami memberikan dia ruangan dan mendapati ada luka di tubuhnya.
"Starla, kau harus mengurus lukanya itu." Ucap Alex.
Setelah itu, kami lalu kembali ke penginapan. Tai sebelumnya, aku membeli obat untuk Noah. Dia tampak terduduk di atas tempat tidur. Tidak peduli bagaimana aku mencoba untuk bersikap normal saat bersama dengan Noah berduaan, sekarang rasanya menjadi aneh. Kami bahkan tidak bicara apapun.
Untuk memecah keheningan akupun mulai bicara.
"Apa yang kau makan tadi pagi hingga membuatmu menjadi begitu gila? Apapun itu sekarang berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan pernah melakukan hal itu lagi." Ucapku padanya.
"Aku berjanji." Balasnya dengan meringis saat antiseptik yang aku berikan menyentuh lukanya.
"Kau memang cukup baik, bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan para peserta lainnya. Dari mana kau mempelajari hal itu?" Tanyaku pada Noah.
"Saat aku masih kecil dulu, Papa ku mengajari aku beberapa cara melompat, melakukan jungkir balik, dan semua skill akrobat. Aku terbiasa bermain di sawah dan menggembala sapi dan juga kambing atau hal lainnya. Teknik seperti itu sudah terbiasa aku lakukan. Saat anak kecil seusiaku dulu mengapresiasi aku suatu hari, itu membuatku merasa senang dan aku sering melakukannya.
Aku lalu berhenti melakukan hal itu saat aku mulai dewasa. Aku hanya ingin mencoba keberuntunganku hari ini." Ucapnya menjelaskan semuanya kepadaku.
"Hmmmm.... Kau cukup beruntung hari ini." Balas ku.
__ADS_1
Noah hanya bisa tersenyum mendengarkan ucapanku.
Bersambung....