
Sebuah rencana telah dipersiapkan oleh selir Mei dan selir Nai untuk mencelakai Yura. Yura bukanlah seorang wanita bodoh yang akan bisa di celakai dengan mudah, apalagi wanita itu adalah seorang wanita yang suka melakukan trik dan kelicikan.
Di sebuah tempat Yura sudah ada di depan kediaman Kaisar Han Phoenix.
"Yang mana kediaman Kaisar mu itu?" tanya Yura kepada dayang Lin.
Tatapan mata Yura menata bangunan yang berjajar begitu megah,
"Bangunannya ada di depan Anda Itu, Nona. itu adalah kediaman Kaisar Han." jawab dayang Lin.
Tatapan mata Yura menatap bangunan tersebut, 2 bola matanya langsung melotot saat melihat bangunan kuno yang benar-benar begitu megah. bahkan terlihat tiang bangunan itu terbuat dari marmer dan ukiran naga yang begitu Itu hebat yang sisi 1 dihiasi ukiran burung phoenix yang begitu cantik.
"Wow.. bangunannya hebat banget, kalau hiasan ini dijual di zamanku bisa-bisa aku menjadi wanita kaya raya." ucap Yura Sambil tertawa saat melihat bangunan Kaisar Han.
Beberapa penjaga yang menjaga kediaman sang Kaisar Pak menatap seorang wanita yang kelakuannya tidak ada lemah lembut nya sama sekali.
"Prajurit, Tolong sampaikan kepada Yang Mulia Kaisar kalau nona Yura sudah datang kemari." pinta datang Mei kemudian dianguki oleh para pengawal yang menjaga kediaman Kaisar Han.
Yura nampak menatap satu persatu penjaga yang sedang menjaga kediaman sang Kaisar. sesaat kemudian sebuah senyum terukir saat Yura menatap para penjaga tersebut beberapa saat kemudian terlihat Kaisar Han Phoenix sudah keluar dari kediamannya. pria itu tersenyum saat melihat Yura berkunjung kediamannya.
"Nona Yura, senang bertemu denganmu." ucap Kaisar Han yang melihat Yura.
"Tentu Yang Mulia, karena aku ke sini ada yang ingin aku katakan." jawab Yura.
"Kemarilah dan duduklah di sini." pinta Kaisar Han yang menyuruh Yura untuk duduk di sampingnya.
"Memangnya Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Kaisar Han kepada Yura.
"Kita berbicara pada ada titiknya masalah nya saja. Aku ingin keluar dan jalan-jalan ke sebuah pasar bersama dayang Lin." ucap Yura yang membuat sang Kaisar menatap dayang yang diberikan oleh kaisar Han.
__ADS_1
"Memangnya kenapa harus keluar?" tanya Kaisar Han Phoenix.
"Aku bosan merasa berada ditempat ini, bolehkan Yang Mulia aku keluar?" tanya Yura kembali.
Terlihat Yura memberikan jurus rayuan yang benar-benar membuat Kaisar Han tidak bisa menolak permintaan wanita itu.
"Baiklah, kau akan keluar dari Kerajaan Namun aku yang akan membawamu untuk berjalan-jalan di sekitar keramaian Kerajaanku ini." jawab Kaisar Han Phoenix.
"Waduh.. kalau aku bersama dia Mana mungkin aku bisa melarikan diri? nggak deh.. nggak jadi, kalau aku melarikan diri malah aku ketangkap sama orang-orang jahat itu." guman Yura dalam hati.
Terlihat Kaisar Han Phoenix menatap wajah Yura, sebuah senyum terukir ketika pria itu melihat Yura memikirkan sesuatu.
"Apakah kau tidak mau aku antar, karena kau membuat rencana untuk kabur?" tanya Kaisar Han Phoenix.
Yura menggelengkan kepalanya.
"Waktu itu kan kau sudah bilang..kalau aku sampai keluar dari tempat ini maka kau tidak akan membantuku jika aku bertemu dengan para Raja kurang ajar itu." jawab Yura.
"Lalu?" tanya Kaisar Han kembali.
"Aku kan cuma minta untuk berjalan-jalan di sekitar Kerajaan ini, aku tiada ada niatan untuk kabur kok.." jawab Yura.
"Benarkah?" tanya Kaisar Han Phoenix.
"Tentu saja aku mengatakan yang sebenarnya, percuma saja aku kabur, kau kan sudah bilang akan membantuku Untuk kembali ke zaman ku." jawab Yura.
"Baiklah kalau begitu, kau bersiap-siap lah.. aku akan menunggumu dan akan membawamu untuk berjalan-jalan." jawab Kaisar Han.
"Buat apa aku harus berganti pakaian, pakaian ini saja! aku tidak mau memakai pakaian yang sangat ribet." ucap Yura yang kemudian menarik tangan sang Kaisar untuk membawanya ke suatu tempat. wanita itu seolah mengetahui di mana keberadaan kuda yang akan mereka tunggangi.
__ADS_1
"Yang Mulia, kita akan naik apa untuk berkeliling Kerajaanmu?" tanya Yura.
"Kita akan memakai kuda." jawab Kaisar Han.
"Oh no.. aku tidak bisa memakai kuda." jawab Yura sambil menggoyangkan jarinya.
"Siapa bilang Aku akan memberikanmu kuda, kau akan naik kuda bersamaku." jawab Kaisar Han yang kemudian menarik balik tangan Yura dan membawanya ke kandang kuda. di tempat itu begitu banyak kuda yang dimiliki oleh kaisar Han Phoenix.
"Kau yakin aku harus bersamamu?" tanya Yura.
"Apakah kau yakin kau bisa naik kuda?" tanya Kaisar Han Phoenix kembali.
Tentu saja Yura menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat salah satu istri Kaisar Han Phoenix datang dengan akting yang benar-benar menggelikan.
"Yang Mulia.. Yang Mulia mau kemana!" seru selir Mei yang mendatangi Kaisar Han Phoenix.
"Mau apa kau ke sini?!" seru Kaisar Han yang terlihat langsung marah ketika melihat wanita itu berada ada di depan matanya.
"Lalu Yang Mulia mau ke mana?" tanya selir Mei yang bersikukuh aku ingin meminta ikut bersama Kaisar Han.
"Aku mau pergi agar aku tidak melihat kalian semuanya." jawab Kaisar Han Phoenix.
"Lalu Mengapa wanita itu ikut?" tanya selir Mei.
"Dengar selir Mei, itu bukan urusanmu.. sekarang Kau pergilah dari sini." jawab Kaisar Han Phoenix.
Sesaat kemudian terlihat sebuah senyum licik di wajah selir Mei, salah satu tangan wanita itu hendak menarik baju Yura dan berpura-pura jatuh. namun yang terjadi Yura yang melihat hal itu malah dia langsung menyingkirkan tubuhnya.
** bersambung **
__ADS_1