PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Desa yang mengenaskan


__ADS_3

Secara diam-diam Kaisar Han menggunakan kekuatannya untuk mengetahui Di mana keberadaan istrinya, tentu saja tatapan mata dan senyum yang ditunjukkan oleh Yura. sesuatu yang sangat luar biasa dan wanita itu membohongi suaminya. Yura tidak bermaksud untuk membohongi suaminya, namun Yura hanya ingin mengetahui mengenai sebuah desa yang terus-menerus ditindas hingga Desa itu menjadi desa yang paling miskin di seluruh pelosok negeri.


"Yang mulia, apakah Yang mulia ingin makan sesuatu?" tanya dayang Lin kepada Yura.


"Aku tidak ingin makan apapun, segera kita ke desa itu. aku ingin segera melihat Apakah Desa itu adalah desa yang benar-benar sangat miskin dan benar-benar desa yang telah dihancurkan oleh begitu banyak orang?" tanya Yura yang kemudian memerintahkan sekitar 15 prajurit dan 1 dayang kepercayaannya.


Sebenarnya dayang Lin sangat keberatan saat mengatakan ingin keluar dari kerajaan, namun apalah daya karena dia tidak mampu Untuk menghentikan junjungannya tersebut. malam telah tiba, terlihat Yura telah sampai di perbatasan desa yang dikatakan oleh beberapa prajurit tersebut.


"Yang mulia, kita sudah sampai di desa yang kami ucapkan itu!" seru salah saat satu prajurit.


"Benarkah? lalu dimana Desa itu?" tanya Yura kepada prajurit itu. Yura keluar dari kereta kudanya, wanita itu menatap ke arah depan. sebuah desa yang benar-benar begitu jauh dari pemikirannya.


"Apa ini? desa apa ini? apakah ini desa atau pemakaman? tanya Yura kepada para pasukan yang ikut dengannya.


"Inilah desa yang kami katakan itu, Yang mulia." jawab beberapa prajurit.


"Jadi jalan setapak dan menakutkan itu adalah gerbang Desa itu?" tanya Yura kepada para prajuritnya.


"Benar Yang mulia, itu adalah gerbang masuk ke desa tersebut." jawab para prajurit.


Tatapan mata Yura menatap kearah gerbang tersebut, di sana terlihat sebuah perkampungan yang begitu kumuh hingga membuat Yura menelan ludahnya dengan begitu susah.


"Itu perkampungan atau tempat pembuangan sampah?" guman Yura dalam hati ketika dirinya melihat sebuah perkampungan yang benar-benar mengerikan dan benar-benar seperti sarang hewan.


"Apaaa!!" teriak Yura.

__ADS_1


"Kenapa Yang mulia permaisuri begitu terkejut, Bukankah ini adalah tempat yang ingin anda lihat?" tanya seorang prajurit kepada Yura.


"Aku benar-benar tidak akan pernah mengira kalau kita akan mendapatkan hal semacam ini.


jika sampai mereka mengetahui kita telah melakukan sesuatu seperti ini, bisa-bisa kita akan mendapatkan celaka." guman dayang Lin dalam hati.


Ketika melihat sebuah tempat yang sangat mengerikan, Yura terus menatap ke arah desa tersebut.


"Kalau ini sih tidak bisa disebut sebagai Desa, masa Desa seperti ini?" tanya Yura yang sudah berjalan menuju tempat yang begitu ingin dia lihat. langkah kakinya begitu berat, badannya terasa sesak saat melihat sebuah desa yang benar-benar begitu kumuh.


"Yang mulia, apakah Yang mulia yakin akan ke sana?" tanya dayang Lin.


"Tentu saja aku ingin ke sana, karena aku ingin melihat seberapa parahnya desa itu." jawab Yura.


"Tentu saja aku akan berhati-hati." jawab Yura yang kemudian masuk kedalam gerbang Desa tersebut.


Terlihat di sana bau yang benar-benar begitu busuk, lalat berhamburan dan udara yang benar-benar sangat kotor. Yura meremas jari-jemarinya, wanita itu terus menyusuri desa tersebut. sesaat kemudian tiba-tiba nafasnya terasa begitu sesak saat melihat beberapa mayat tergeletak tanpa ada yang memakamkannya. tentu saja bau busuk menyeruak di desa itu, karena sekitar 3 mayat sudah tergeletak di sebuah tempat yang tidak jauh dari gerbang Desa.


"Ya ampun, Kenapa mayat-mayat ini tidak di makamkan?" tanya Yura yang kelihatan kebingungan dengan semua yang terjadi di sana.


"Maafkan kami Yang mulia, mereka tidak akan mampu untuk memakamkan mayat-mayat ini. karena mereka sendiri membutuhkan tenaga dan makanan untuk melakukan hal itu." jawab dayang Lin.


"Apakah Desa ini korban dari sebuah pembantaian ataukah orang-orang yang ada di sini adalah korban dari kekejaman salah satu kerajaan yang ingin berkuasa?":tanya Yura kepada salah satu prajurit.


"Sebenarnya Desa ini dulu memiliki tambang emas yang ada di bukit yang tidak jauh dari tempat ini, Yang mulia. namun karena beberapa orang sudah mengetahuinya Hal itu membuat begitu banyak penguasa ingin mencoba menjadi pemilik dari tambang emas itu." jawab seorang prajurit.

__ADS_1


"Memang harta akan selalu mengakibatkan nyawa selalu berguguran, tidak di sini ataupun di dunia ku. harta akan membuat nyawa berguguran seperti nyawa nyawa itu tidak ada harganya sama sekali." ucap Yura yang kemudian mengambil nafas dan menatap langit yang berwarna begitu gelap.


Siluman rubah putih yang berada tidak jauh dari tempat itu, terlihat dia menatap Yura yang sedang berada di sana. tatapan matanya begitu nyalang seolah mengisyaratkan dia benar-benar begitu takjub dengan seorang wanita yang sekarang menjadi istri Kaisar Phoenix.


"Baiklah kalau begitu, segera kalian makamkan 3 mayat itu secepatnya!!" seru Yura yang membuat 15 prajurit itu langsung berhamburan mengambil salah satu sial yang dia pakai. dia mengikatkan di hidungnya sebagai masker.


"Kalau kita tidak memakai seperti ini, bisa-bisa kita akan pingsan karena mencium bau tempat ini yang benar-benar sangat menyengat." ucap Yura yang kemudian meminta dayang lin juga memakai sapu tangan yang tadi dia bawa. saat memasuki Desa itu ada sebuah ketakutan hingga membuat bulu kuduknya tiba-tiba langsung berdiri.


Saat memasuki sebuah desa, terlihat di sana anak-anak kecil menangis begitu keras. tatapan mata yang begitu mengerikan ditunjukkan oleh penduduk desa itu ketika mereka melihat seorang wanita sudah memasuki Desa mereka.


"Ampun, ampun. jangan menyiksa kami!!" teriak para penduduk desa yang melihat kedatangan beberapa prajurit yang ikut mengawal Yura. Yura sangat terkejut saat melihat para penduduk desa mengatakan ampun padanya, karena dia belum melakukan apapun dan dia tidak melakukan apapun sehingga membuat dirinya sangat terkejut.


"Apa yang kita lakukan? mengapa mereka memohon ampun pada kita?" tanya Yura kepada dayang Lin.


"Kemungkinan besar mereka ketakutan saat melihat kita."' jawab dayang Lin.


Langkah kaki Yura langsung mendekati orang-orang itu, terlihat disana wajah yang benar-benar begitu kusam dan bau yang begitu menyengat keluar dari tubuh mereka.


"Ampun, jangan siksa kami, ampun!!" teriak parah wanita yang memakai pakaian begitu kacau.


"Kelihatannya mereka telah mendapatkan perlakuan yang sangat kejam." ucap Yura yang membuat dayang Lin menganggukkan kepalanya.


"Keadaan ini benar-benar membuatku tidak bisa mengatakan apapun, Lihatlah mereka begitu mengenaskan." ucap Yura yang sudah melihat kondisi tubuh yang benar-benar sangat tidak terurus. bahkan Yura juga melihat kalau para penduduk desa yang ada di tempat itu habis mendapatkan siksaan yang begitu kejam karena di tubuh mereka masih terlihat mengeluarkan darah segar.


*** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2