
"Lapar..., aku lapar..," ucap salah satu anak perempuan yang berusia sekitar 10 tahun.
Seorang anak kecil yang berusia sekitar 10 tahun, gadis kecil yang tiba-tiba merangkak mendekati Yura, gadis kecil itu mengatakan kalau dia lapar, terlihat bibirnya sudah mengering. wajahnya begitu pucat.
BUG..
"Mundur!!" seru beberapa pengawal yang sudah menendang tubuh gadis kecil tersebut.
"Apa yang kau lakukan!!" teriak Yura yang sangat marah ketika melihat anak kecil itu ditendang oleh salah satu prajurit.
"Maafkan hamba, yang mulia. hamba takut kalau mereka akan menyakiti yang mulia!!" seru Seorang prajurit.
"Hentikan tingkah kalian, jangan sampai bergerak sebelum Aku perintahkan!!" seru Yura dengan nada suara yang benar-benar begitu keras. wanita itu marah, wanita itu begitu murka ketika melihat ketidakadilan dilakukan oleh prajuritnya itu.
Terlihat Yura membungkuk, dia menatap seorang gadis kecil yang tergeletak begitu tidak berdaya.
"Apa yang terjadi, gadis cantik?" tanya Yura kepada gadis kecil.
Beberapa warga desa tersebut nampak menatap kedatangan seorang wanita bersama beberapa prajuritnya.
"Jangan siksa kami!!" seru beberapa wanita dan beberapa pria yang berjalan Begitu gontai.
"Memangnya apa yang aku lakukan? Bahkan aku tidak melakukan apapun pada kalian?" tanya Yura yang sangat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh para warga desa kumuh tersebut.
"Ampun, kami akan melakukan apapun.., namun jangan siksa kami, ampuni kami!!" seru para warga desa yang berjalan begitu gontai. langkahnya begitu lirih, wajahnya terlihat pucat. beberapa luka terlihat begitu nyalang di mata Yura. beberapa prajurit yang sudah selesai memakamkan 3 war8 yang sudah meninggal itu, nampak mereka mendatangi istri dari sang Kaisar.
__ADS_1
"Yang mulia, apa yang terjadi, Yang mulia?" tanya beberapa prajurit.
"Apakah diantara Kalian bisa mengobati mereka?" tanya Yura.
Tiga prajurit sudah terlihat, beberapa prajurit yang lain nampak menatap istri dari Kaisar Han.
"Segera ambil seluruh makanan yang kita bawa, Jangan lupa ambil juga beberapa kain dan obat-obatan yang tadi aku bawa!!" seru Yura yang meminta para pengawal pribadinya untuk mengambil makanan dan obat-obatan yang tadi dibawa oleh Yura.
"Apa yang akan Yang mulia lakukan?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Jangan banyak bertanya, cepat lakukan apa yang Aku perintahkan!!" seru Yura yang kemudian meminta beberapa pengawal untuk mengangkat para warga desa yang terlihat begitu tidak berdaya.
"Tolong, tunjukkan Dimana tempat aku bisa mengobati kalian!!" seru Yura yang membuat para warga desa langsung menatap wanita yang sudah berada di tempat mereka.
Tatapan mata mereka begitu nyalang, seolah tatapan itu penuh dengan pertanyaan. "Kalian bawa seluruh makanan itu ke sini!" seru Yura.
"Bagikan kepada para warga yang ada di desa ini!!" seru para warga desa yang melihat makanan yang ada di depan mereka, seolah mereka seperti melihat barang yang Begitu berharga. mereka berebutan untuk mengambil makanan itu, terlihat Yura begitu kebingungan saat melihat hal itu. "Kalian tidak usah berebut, Kalian diam saja biar para pengawal ku yang membagikannya!!" seru Yura yang membuat para warga desa langsung terdiam.
Siluman rubah putih yang melihat hal itu nampak dia hanya menggelengkan kepalanya, dia telah melakukan telepati dengan Kaisar Han dan menceritakan semua yang dilakukan oleh istrinya itu.
"Yang mulia, apakah Yang mulia sudah meminta izin kepada yang mulia Kaisar mengenai barang-barang ini?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Kau diam saja, memangnya Apa salahnya aku mengambil makanan dan obat-obatan ini? jika suamiku sampai marah.., lihat saja Akan Ku lempar dia ke dunia ku. Biar dia tahu rasa." jawab Yura yang kemudian mulai mendekati beberapa warga desa. Para warga yang melihat orang-orang asing itu mendekati mereka seketika mereka merangkak mundur.
"Kenapa kalian mundur? Aku kan sudah bilang kalau Kami tidak akan mencelakai kalian." ucap Yura yang membuat 3 wanita yang dia dekati itu langsung terdiam.
__ADS_1
"Aku akan mengobati luka-luka kalian." ucap Yura yang kemudian meminta dayang Lin untuk membawa peralatan dan obat-obatan tersebut,
Dengan begitu telaten mengobati Tara cara warga desa tersebut walaupun Bau busuk menyeruak dari tubuh mereka. namun Yura hanya bisa menahan nafasnya dalam sekali nafas, dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau ada hal semacam ini didunia ini. malam telah larut, Kaisar Han sedikit kebingungan karena istrinya masih belum pulang, sedangkan Yura wanita itu langsung melakukan telepati kepada sang suami dan mengatakan mengenai keberadaannya. Yura juga meminta suaminya untuk tidak terlalu khawatir, dia akan melihat sebuah desa yang benar-benar begitu menakutkan, seolah Desa itu adalah tempat pembuangan sampah.
"Dengarkanlah Aku, Gong Yoo. kau harus terus menjaga istriku, jika ada sesuatu kau harus langsung memberitahuku!!" perintah Kaisar Han kepada siluman rubah putih.
"Baik Yang mulia." jawab siluman rubah putih yang melakukan telepati kepada kaisar Han.
Malam itu Yura mengobati satu persatu para warga desa, kepalanya terasa pening, tubuhnya begitu lelah dengan semua yang telah dia lakukan.
"Terima kasih karena telah memberikan pertolongan kepada kami." ucap seorang wanita tua yang terlihat begitu lusuh dengan pakaian yang begitu kotor.
"Tidak apa-apa, Ibu tenang saja, sebentar lagi kondisi ibu akan baik-baik saja." Jawab Yura yang kemudian meminta para prajurit untuk mengambilkan makanan kembali.
"Dua di antara kalian kembalilah ke kerajaan, bilang pada suamiku untuk memberikan bahan makanan dan apapun!" perintah Yura yang membuat dua prajurit itu menganggukan kepalanya.
Sebuah kabar yang begitu tidak menyenangkan didapatkan oleh seorang pimpinan dari sebuah wilayah yang benar-benar begitu berpengaruh, penguasa itu selalu memberikan siksaan kepada para penduduk desa di sebuah provinsi yang diberi nama provinsi Yaxi, di tempat itu seorang pria tua terus menyiksa orang-orang yang ada di desa yang ada di provinsi Yaxi tersebut.
"Apa katamu? Siapa orang-orang yang berani memasuki Desa itu?!" seru seorang pria tua bernama nama Bajau.
"Kami tidak tahu Tuan, karena seorang wanita bersama para pengawalnya sudah berada di sana dan dia membagikan makanan serta mengobati para warga desa itu." jawab pengawal Tuan Bajau.
"Jangan sampai wanita itu mengetahui mengenai tambang permata yang ada disana, jika sampai wanita itu mengetahuinya bisa-bisa wanita itu mengambil alih semua yang ada di sana!" perintah Tuan Bajau kepada pengawalnya.
"Baik Tuan, kami akan segera menyingkirkan wanita itu beserta para pengawalnya!!" seru para pengawal Tuan Bajau.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk memiliki Desa itu, karena Desa itu akan menjadi desaku. Desa itu akan menjadi tempat kekuasaan ku, semua harta yang ada di desa itu akan menjadi milikku!!" seru Tuan Bajau yang terlihat begitu bahagia saat dia membayangkan mengenai seluruh kekayaan yang ada di desa Naming.
*** bersambung ****