PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Menakuti putri Liani dan selir Mei


__ADS_3

"Selir, Apa yang kau lakukan di sana! Cepat kemari bantu orang-orang ini untuk lakukan semua pekerjaannya!" seru Yura yang sudah memerintahkan selir Mei untuk mengobati luka-luka para warga desa.


"Apa kau gila ya permaisuri, kenapa aku harus melakukannya!" teriak Selir Mei Karena Wanita itu terus terngiang kata-kata Yura bahwa para warga desa ini sudah terkena penyakit yang sangat menakutkan. hal itu membuatnya tidak akan berani menyentuh orang-orang tersebut.


"Kalau kau tidak mau membantu mereka Mengapa kau harus ke sini? Apakah kau perlu aku tarik paksa untuk mengobati Mereka!" seru selir Mei. Tatapan mata selir Mei menatap Putri Liani yang terluka karena dikejar-kejar oleh anjing.


"kalau kau tidak mau mengobati mereka semuanya, lebih baik kau pergi untuk mengobati temanmu itu. jika tidak..,temanmu itu akan mengalami suatu penyakit rabies, penyakit karena digigit oleh anjing gila itu!" seru Yura yang membuat selir Mei langsung terdiam. tatapan matanya menatap Putri Liani dengan begitu intens,


Apa benar yang dikatakan oleh Yura kalau Selir Mei sekarang terkena serangan dari anjing gila.


"Tapi Yang mulia, Kenapa kita harus membantu orang-orang ini?" tanya selir Mei kepada kaisar Han.


"Apa maksudmu? Apakah kau tidak mempunyai pemikiran sama sekali? Jika bukan kita yang membantu mereka lalu siapa yang akan membantu mereka? Desa ini berada di perbatasan antara Kerajaan kita, jika tidak ada orang yang mau membantu mereka Apakah kita juga harus membiarkan mereka mati mengenaskan." jawab Kaisar Han yang membuat selir Mei langsung terdiam tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. jika sampai dia mengeluarkan sepatah kata saja itu berarti kalau selir harus melakukan sesuatu untuk memisahkan Kaisar Han dan Yura.


"Bukan seperti itu, Yang mulia. tapi kita hanya menyuruh para pengawal dan para tabib kesini, tidak perlu Yang mulia kesini bersama para pengawal yang lain." jawab selir Mei yang membuat Kaisar Han tidak bisa mengatakan sesuatu lagi. karena terlihat jelas kalau wanita itu benar-benar sangat ketakutan berada diantara para warga yang sedang menderita sakit.


"Kalau kau tidak mau berada di sini, lebih baik kau segera pergi. biarkan aku dan permaisuriku yang mengatasi para warga desa ini." ucap Kaisar Han yang kemudian meninggalkan tempat selir Mei.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, Yang mulia. hanya saja apa yang dikatakan oleh para prajurit benar-benar membuat saya kebingungan." ucap selir Mei yang membuat kaisar Han nampak menatap wanita itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu? apa yang dikatakan oleh para prajurit?" tanya kaisar han yang terlihat begitu kebingungan dan dia begitu penasaran dengan apa yang diucapkan oleh wanita itu.


"Para prajurit mengatakan kalau para warga desa ini mengalami sakit dan penyakit itu adalah penyakit menular." jawab selir Mei.


Kaisar Han ingin tertawa, dia tahu pasti siapa yang mengatakan hal itu. pasti dia adalah istrinya,


"Kalau itu benar memangnya Kenapa?" tanya kaisar Han yang membuat selir Mei melotot sambil tidak percaya kalau kaisar Han juga mengetahuinya.


"Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini, Yang mulia. kalau Yang mulia sampai mengalami sakit apakah Yang mulia tidak takut akan terjadi sesuatu kepada Yang mulia?" tanya selir Mei.


Putri Liani yang mendengar perkataan selir Mei, seketika dia langsung terbangun. penyakit menular itulah kata-kata yang pertama yang tersirat di pikirannya, jika sampai itu benar dia tidak ingin lebih lama berada di desa tersebut.


"Kalian boleh pergi dari tempat ini kapanpun Kalian mau, tapi jika kalian mau berada di sini kau harus berani menanggung resikonya. karena ditempat ini semuanya bisa terjadi." ucap Kaisar Han yang membuat selir Mei dan putri Liani seketika terdiam. mereka membisu sambil memikirkan jika penyakit menular itu menjangkiti tubuh mereka, berarti mereka berdua tidak akan bisa kembali ke kerajaan.


"Memangnya kenapa kami harus kembali ke kerajaan, Yang Mulia? Kami ingin berada disini, kami akan membantu Yang mulia." jawab Putri Liani.


Ternyata otak Wanita itu benar-benar sangat licik, dia tidak akan membiarkan satu kesempatan kecil pun terlepas dari tangannya.


"Kalau Putri berada di sini berarti putri harus berani menanggung akibatnya." jawab Kaisar Han.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Yang mulia. dan yang mulia aku akan melakukannya, aku akan berjuang bersama Yang mulia di sini!!" seru Putri Liani dengan begitu lantangnya. padahal didalam hati ingin sekali Dia segera pergi dari desa itu, dia tidak ingin tertular penyakit dan berakhir di desa tersebut.


"Kita berputar Kembali di rumah nuansa hijau, terlihat sekali kalau pria itu benar-benar tidak bisa berpikir secara jernih lagi. dia terus memikirkan mengenai hantu yang selalu menakutinya.


"Apakah wanita itu adalah hantu yang aku bunuh? Apakah dia wanita yang telah aku bantai?" tanya Tuan Bajau kepada salah satu pengawalnya.


"Kemungkinan besar benar Yang mulia atau mungkin wanita itu ingin balas dendam kepada Tuan. karena Tuan telah membunuhnya dan melakukan sesuatu yang sangat menakutkan itu?" tanya si pengawal yang membuat wajah tuan Bajau ketakutan.


"Aku cuma melakukan kesenanganku, lalu apa salahnya!!" seru tuan Bajau.


"Tentu saja itu salah, karena kau telah memperkosa dia dan ketiga anaknya. kemungkinan besar dia begitu dendam hingga arwahnya gentayangan dan mengentayangi kita." jawab si pengawal.


Kata-kata yang diucapkan oleh pengawalnya membuat Tuan Bajau tidak bisa berpikir lagi, dia terus terngiang dengan wajah seorang wanita yang berada di desa Naming, dia telah menghancurkan kehidupan mereka. membunuhnya dan membakar mayat ketiga wanita kita itu.


Sesaat kemudian terlihat kembali siluman rubah putih yang berusaha untuk menakut-nakuti Tuan Bajau dan anak buahnya. pria itu tidak akan membiarkan pria tua Brengsek itu terus hidup dengan semua dosa-dosanya. hembusan angin yang begitu kencang berada di dalam kediaman tuan Bajau. Hal itu membuat Tuan Bajau dan para pengawalnya langsung terdiam seketika.


"Hihihi...,hihihihi...,"suara rintihan siluman rubah putih yang terus menakut-nakuti Tuan Bajau.


Sesaat kemudian tiba-tiba siluman rubah putih merasakan sesuatu yang begitu kuat. Dia merasakan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa. "Apa ini, kenapa kekuatan ini berada di sekitar sini? Kenapa tiba-tiba kekuatan ini berada di sekitar Desa ini." ucap siluman rubah putih yang terlihat begitu terkejut karena kekuatan yang begitu besar mendekatinya.

__ADS_1


"Siluman rubah merah." ucap siluman rubah putih yang kemudian tiba-tiba menghilang. Pria itu harus memberitahukan mengenai siluman rubah merah kepada kaisar Han. karena siluman rubah merah sekarang berada di sekitar Desa itu, berarti pria itu menginginkan sesuatu yang tidak seharusnya dia inginkan, dia menginginkan Yura, dia benar-benar ingin memiliki wanita itu.


*** bersambung ****


__ADS_2