
Akhirnya Kaisar Han Phoenix mengajak Yura kembali ke Kerajaan, pria itu akan mengulur waktu Yura dan membuat Yura melupakan untuk kembali ke dunia nya. Cinta Sudah melilit hati Kaisar Han, dirinya tidak bisa membuat wanita itu untuk mau menerima dirinya sebagai suami. Apa yang bisa dilakukan oleh Kaisar Han selain mengulur waktu agar Yura tidak berfikir untuk kembali ke dunianya lagi, pasti takdir sudah mempertemukan dia..membawanya pada kehidupannya yang sekarang.
Satu minggu kemudian
Terlihat Yura sedang berada di barak para pasukan, dia terduduk begitu cantik sambil melihat para pasukan berlatih berperang.
"Aku yakin pria kurus itu akan kalah.." ucap Yura.
"Tentu saja dia akan kalah, Nona. karena tubuhnya kurus kering sedangkan lawannya begitu besar." jawab dayang Lim.
"Bukan.. itu bukan masalahnya." jawab Yura.
"Memangnya Apa yang membuat dia kalah, Nona?" tanya dayang Lim kembali.
"Itu karena pria kurus itu tidak menggunakan kekuatannya dengan sangat baik, sedangkan pria besar itu terus menyerang si kurus." jawab Yura.
Beberapa pasukan dan pengawal yang sedang berada di belakang Yura nampak mereka menatap seorang wanita asing yang dari tadi mengomentari para pasukan yang sedang berlatih.
"Maaf Nona, jika anda berkomentar seperti itu apakah anda bisa melakukan ilmu beladiri?" tanya seorang pengawal yang seolah mencibir kalau Yura hanyalah pandai berbicara namun tidak bisa apa-apa.
"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Yura.
"Kami para pasukan sudah berlatih dengan begitu keras, bahkan Kami adalah para pasukan yang terhebat." jawab pengawal tersebut.
"Lihatlah, kalian itu menggunakan posisi yang salah saat bertarung. tidak seharusnya tangan kalian dengan posisi seperti itu dan kaki seperti itu, seharusnya kalian menggunakan kuda-kuda yang kuat." jawab Yura sambil melotot kepada salah satu pengawal yang ada di belakang tubuhnya.
Yura sedikit tersinggung dengan perkataan pengawal tersebut, dia langsung berdiri mendekati para prajurit yang sedang berlatih.
"Apa yang kau lakukan! ini gara-gara mulutmu yang ember itu, kalau terjadi sesuatu kepada nona Yura.. bisa-bisa Yang Mulia Kaisar akan marah!!" seru bayang Lim yang kemudian mengejar Yura yang sudah mendekati para prajurit.
__ADS_1
"Anda siapa?!" seru seorang pria dengan badan yang sungguh besar.
"Kau itu badanmu saja yang besar tetapi cara bertarung benar-benar seperti anak TK!!" seru Yura yang kemudian mengambil sebuah tombak.
"Apa yang anda inginkan!!" seru pengawal tersebut.
Dayang nampak ketakutan, dia mencoba untuk menghentikan Yura yang seolah-olah pandai bertarung.
"Nona, nona, Ayo kita kembali nanti Nona terluka!!" seru dayang Lim.
"Cerewet, kau diam saja! jangan banyak bicara!" jawab Yura dengan begitu keras. sesaat kemudian Yura langsung mendorong tubuh dayang Lim.
"Coba lawan aku!!" seru Yura.
"Siapa dia, dayang!!" seru seorang prajurit dengan tubuh yang begitu besar.
"Dengar dayang, Aku ini bukan calon istri dari pria itu. jangan macam-macam ya!!" seru Yura yang kemudian menunjuk dayang Lim dengan tombak yang ada di tangannya. seketika ada yang itu langsung mundur.
"Coba maju, Aku mau tahu pria besar sepertimu Apakah bisa melawanku!" seru Yura.
Terlihat prajurit itu nampak menatap Yura, seorang wanita yang hanya suka bersolek sekarang berada di arena pelatihan.
"Dengar Nona, Sebaiknya anda segera kembali. Kalau Anda terluka sedikit saja Saya yakin anda akan menangis." ucap sang prajurit.
Saat Yura mendapatkan perkataan seperti itu perkataan itu seolah menghinanya, menghina dia habis-habisan.
"Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku!!" seru Yura.
Trangg...
__ADS_1
Bukk..
Seketika Yura langsung menendang dan menghajar prajurit besar itu,
"Jangan kira kau seorang pria bisa mengalahkanku, aku mau tahu seperti apakah dirimu. walaupun badanmu besar belum tentu kau bisa mengalahkan Ku!!" teriak Yura.
"Pasti prajurit itu hanya mengalah karena dia adalah calon istri dari Yang Mulia Kaisar." cibir salah satu prajurit kembali.
"Cepat lawan aku, aku mau tahu bagaimana kekuatan Kalian!" teriak Yura.
Tatapan mata Yura sedikit berubah, matanya yang sudah berwarna merah itu sekarang berubah menjadi hitam kelam. tanpa ada putih sama sekali, salah satu prajurit yang ada di depannya sangat terkejut.
"Dia bagaikan iblis." guman prajurit dengan tatapan mata yang sedikit bergetar.
"Maju!" teriak Yura yang begitu menggema. prajurit bertubuh besar itu seketika berdiri mencoba untuk melawan Yura.
Trangg...
Terdengar suara tombak yang sudah menghadang tombak yang sudah dihunuskan oleh Yura, terlihat disana Kaisar Han Phoenix sudah berusaha untuk menghentikan Yura. pria itu menatap Yura, bola matanya sudah berubah hitam kelam tanpa ada warna putih sama sekali.
"Ternyata kekuatan dari meteor itu benar-benar sangat dahsyat." ucap Kaisar Han Phoenix dalam hati saat melihat dua bola mata Yura yang sudah berubah berubah menjadi hitam kelam tanpa ada warna putih.
"Minggir kau, jangan berani mengusikku!!" seru Yura.
"Maaf jika aku tidak bisa melakukan hal itu, mereka adalah prajurit ku." jawab Kaisar Han Phoenix.
Yura berusaha menyerang Kaisar Han Phoenix, terlihat sang Kaisar benar-benar kewalahan saat mendapatkan Serangan yang bertubi-tubi dari Yura. tidak ada kesempatan bagi Kaisar Han untuk bernafas, namun berbeda dengan Yura.. terlihat sekali kalau wanita itu benar-benar begitu tenang saat menyerang Kaisar Han.
** bersambung **
__ADS_1