PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Putri Liani di kejar anjing


__ADS_3

Pagi telah menjelang, terlihat Putri Liani dan selir Mei masih mencari keberadaan Kaisar Han dan permaisuri Yura.


"Kenapa mereka masih belum menampakan batang hidung Mereka!!" seru Putri Liani yang terus melihat di sekeliling Desa Naming.


"Sebenarnya Kaisar Han dan istrinya itu ke mana sih, lagipula ngapain juga wanita itu harus pergi dengan Yang mulia Kaisar." gerutu selir Mei yang terlihat benar-benar sangat tidak menyukai kepergian sang Kaisar bersama dengan istrinya, karena dia ingin mendekati pria itu dan ingin menjadi satu-satunya wanita yang berada di samping yang mulia Kaisar.


"Kita harus membuat Yang mulia Kaisar terpisah dari wanita itu, kalau mereka berdua tetap bersama bisa-bisa Yang mulia Kaisar tidak akan bisa terpisah darinya." ucap Putri Liani.


"kau benar." jawab selir Mei.


Akhirnya hari itu Kaisar Han sudah kembali bersama dengan Yura, mereka berdua menampakan senyum yang benar-benar sangat merekah. siluman rubah putih tetap mengawasi kedua wanita itu, karena dia tidak akan membiarkan 2 wanita itu merusak kebahagiaan Kaisar Han dan Yura.


"Benar-benar wanita itu, apa dia tidak mempunyai pekerjaan selain menempel pada yang mulia Kaisar." geruto Putri Liani


.


"Siluman rubah putih yang melihat hal itu tentu saja dia mulai dengan kejahilannya, salah satu anjing yang dalam kondisi sekarat itu dia pulihkan keadaannya, di penglihatan binatang itu Putri Liani adalah makanan yang siap dia makan.


GUK..


GUK...


GUK...


GUK..


suara gonggongan anjing terdengar begitu keras, orang-orang yang berada di sana nampak melihat seekor anjing dengan tatapan mata yang begitu lapar.


"Suamiku, mau apa anjing itu?" tanya Yura kepada suaminya.

__ADS_1


"Entahlah, istriku. Memangnya ada apa?" tanya kaisar Han.


"Kata suamiku, kelihatannya ekspresi anjing itu mengatakan kalau dia sangat kelaparan saat melihat putri Liani." ucap Yura yang membuat Kaisar Han menatap istrinya dengan tanda tanya yang sangat besar.


"Maksudmu istriku?" tanya kaisar Han.


"Tentu saja aku ingin mengatakan Sebentar lagi mungkin saja anjing itu akan mengejar Putri Liani." jawab Yura.


"Benarkah?" tanya kaisar Han kembali.


"Tentu, pasti seratus persen." jawab Yura.


Ternyata apa yang dikatakan oleh Yura memang benar, tiba-tiba saja anjing itu mengejar Kaisar Han Putri Liani dengan begitu menggila. Hal itu membuat Putri Liani langsung berlari dengan begitu kencang.


"Apa ini, apa ini!!" teriak Putri Liani yang sudah berlari dengan begitu kencang untuk menghindari serangan dari anjing liar itu.


Siluman rubah putih yang berada di atas rumah para warga desa, nampak dia tertawa terpingkal-pingkal saat melihat kejadian selucu itu.


"Pergi, pergi!!!" teriak Putri Liani.


"Aku benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita itu adalah wanita bodoh, dia tidak akan bisa melihat seberapa hebat istri dari Kaisar Han." ucap siluman rubah putih.


"Langkah kaki Yura nampak mendekati selir Mei yang berada di sana, tatapan matanya menatap dengan begitu nyalang.


"Nona Mei huana, Apa yang kau lakukan dan Putri Liani lakukan di sini? Mengapa kalian berada di sini? Apakah kalian tidak tahu kalau di tempat ini adalah tempat yang penuh dengan penyakit? orang-orang yang ada disini terserang wabah penyakit yang begitu misterius, bahkan kemarin saja sekitar 10 orang dimakamkan oleh para prajurit ku." ucap Yura yang membuat selir Mei langsung terdiam.


Mulutnya tertutup, kepalanya terasa pusing saat mendengar Kalau tempat keberadaannya adalah sarang penyakit.


"Apa maksudmu Yang mulia?" tanya selir Mei kepada Yura.

__ADS_1


"Apakah kau Tidak diberitahu oleh Yang mulia Kaisar Kalau tempat ini adalah sarang penyakit, karena itu aku hanya meminta suamiku untuk mengirim obat-obatan dan mengirim bahan makanan serta dua tabib saja, karena jika sampai penyakit ini menyebar ke kerajaan kau tahu sendiri apa yang akan terjadi." ucap Yura yang terlihat menakut-nakuti selir Mei.


Raut wajah selir Mei seketika terdiam, pikirannya memikirkan apa yang dikatakan oleh Yura. Jika benar disini adalah sarang penyakit berarti dia adalah wanita bodoh yang mendatangi sarang penyakit dan kemungkinan besar dia tidak akan bisa kembali.


"Jika itu benar, Yang Mulia. lalu Kenapa Anda berada disini?" tanya selir Mei kepada Yura.


"Aku kesini karena aku harus membantu mereka, aku juga tidak akan bisa kembali secepatnya ke kerajaan karena aku harus melakukan karantina pada diriku sendiri. aku takut aku akan membawa penyakit saat kembali ke kerajaan. karena hal itu aku bilang pada Yang mulia Aku tidak akan kembali dalam waktu 1 bulan ini." ucap yang memancing Bagaimana tanggapan dari Selir Mei saat dia sudah mendengar masalah tersebut.


"Apa jadi dia berencana tidak akan kembali dalam satu bulan ini, Seharusnya aku tidak melakukan hal ini dan meminta Yang mulia untuk ke sini dan mencari perhatian. kalau aku tahu dia tidak akan kembali selama 1 bulan maka aku harusnya bersenang-senang di kerajaan. Aku akan mencari cara untuk mendekati Yang mulia Kaisar dan membuat pria itu jatuh ke pelukanku." guman Selir Mei yang terlihat benar-benar begitu marah. dia putus asa, bahkan wanita itu seolah ingin membanting sesuatu, karena terlihat dari raut wajahnya begitu kesal. kedua tangannya dia remas dengan begitu kasar.


"Jadi kau benar-benar ingin menyingkirkan ku Ya? lihat saja selama kau berada di sini Aku akan memberikanmu pelajaran bersama wanita itu. hari ini siluman rubah putih yang memberikan pelajaran kepada putri Liani, lihat saja mulai besok dan seterusnya aku akan memberikanmu pelajaran yang benar-benar tidak akan bisa kalian Terima." guman Yura dalam hati yang kemudian mengajak sang suami untuk kembali memasuki perkampungan tersebut. di sana sekitar 50 prajurit sudah bersiap mereka membantu mengatur desa tersebut.


"Yang mulia, 200 prajurit lagi akan tiba hari ini. karena saya mendapatkan sebuah surat dari para prajurit." ucap Seorang prajurit.


"Baguslah kalau begitu, kalian dirikan tenda yang banyak, kemungkinan mereka akan kecapean karena membutuhkan waktu 1 hari penuh untuk sampai di tempat ini." jawab Kaisar Han.


"Baik Yang mulia!" seru para prajurit yang kemudian mendirikan tenda untuk tempat tinggal para prajurit yang lain.


"Gong Yoo!!" seru Kaisar Han yang sudah memanggil siluman rubah putih.


Seketika siluman rubah putih menampakkan jati dirinya di depan Kaisar Han.


"Hamba siap menjalankan perintah Yang mulia." ucap siluman rubah putih.


"Bisakah kau mendirikan tenda untuk membantu mereka?" tanya kaisar Han.


"Baik Yang mulia." jawab siluman rubah putih yang kemudian membantu para prajurit.


Zoya sudah mulai melakukan kewajibannya untuk membantu para warga desa, 2 tabib yang sudah berada di sana dan 10 muridnya mulai membantu para penduduk desa, namun semuanya nampak begitu kelelahan dengan semua aktivitas-aktivitas yang ada di tempat itu.

__ADS_1


*** bersambung ****


__ADS_2