PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Kerajaan bumi


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Syalila, akhirnya Yura dan Kaisar Han pergi ke sebuah tempat yang ada di sebuah hutan yang tidak jauh dari tempat itu.


"Saya tidak akan membiarkan dewa matahari menghancurkan seluruh rakyat kerajaan tanah surgawi." ucap Yura kepada Syalila.


"Tentu saja, tentu saja kau tidak boleh melakukan hal itu. karena mereka semuanya adalah orang-orang yang harus kau selamatkan." jawab Syalila.


Sebuah perbedaan dari satu keturunan yang membuat mereka saling menatap. Yura seorang gadis yang memiliki garis keturunan dengan dirinya.


"Bagaimana kondisi tempat itu ketika kau berada di sana?" tanya Syalila kepada Yura.


"Kondisi tempat itu biasa-biasa saja, ratu. bahkan di sana masih ada kendaraan-kendaraan yang seperti dulu." jawab Yura.


"Ada Perbedaan waktu antara dunia ini dan dunia tempat kita berada."'ucap Syalila.


"Benarkah? Apakah ratu yakin?" tanya Yura kepada Syalila.


"Tentu, di dunia ini waktunya begitu cepat. kalau di dunia yang ada di tempat kita dahulu mungkin waktunya dikit lambat. karena hal itu walaupun di sini waktunya sudah ratusan ribu tahun namun kemungkinan besar di dunia kita cuma sekitar 100 tahun saja." Jawab Syalila.


Yura dan Kaisar Han nampak mengangguk, pria itu sedikit kebingungan dengan semua perkataan dari wanita cantik yang ada di depannya itu.


"Kaisar Han, Lebih baik kau ikut denganku. tidak ada gunanya kau berada ada di tempat ini bersama mereka, kau akan kebingungan karena kau tidak akan tahu apa maksud perkataan dua wanita ini." ucap Ley yang kemudian mengajak Kaisar Han untuk segera pergi dari tempat itu.


"Kenapa aku benar-benar sangat kebingungan dengan kata-kata yang mereka, yang mulia?" tanya Kaisar Han kepada Ley.


"Tentu saja kau tidak akan tahu, karena cara berbicara mereka itu sangat berbeda dengan kita." jawab Ley.


Perbincangan dua orang itu Akhirnya selesai juga.


~ Dua hari kemudian ~


"Suamiku, kita harus segera membebaskan Ayahanda dan Dewa bumi." ucap Yura kepada sang suami.


"Kau benar, istriku. tapi kita harus menyingkirkan para iblis ini dahulu, jika para iblis ini tidak disingkirkan kemungkinan besar kita tidak akan bisa memasuki kerajaan ini." jawab Kaisar Han.


"Tapi, Suamiku. aku akan memberikan hadiah yang sangat besar. Aku akan memberikan sesuatu yang tidak akan pernah dilupakan oleh Elios ataupun dewa matahari." jawab Yura.


"Memangnya apa yang akan kau berikan?" tanya Kaisar Han yang terlihat begitu penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Tenanglah, suamiku. kau tidak usah tahu tapi aku akan memberikan sesuatu yang benar-benar tidak akan mampu dilupakan oleh Dewa matahari. sebuah hadiah yang akan membuatnya menderita seumur hidup." jawab Yura.


Akhirnya sepasang suami istri itu memasuki kerajaan tanah surgawi, mereka terus menyelidiki tempat itu. sesaat kemudian tatapan mata Yura terhenti pada sosok dayang Lin yang berada di penjara kerajaan.


"Dayang." ucap Yura yang terlihat menghentikan langkahnya.


"Ada apa, istriku?" tanya Kaisar Han yang melihat istrinya terhenti karena sesuatu.


"Di sana ada dayang Lin." jawab Yura.


"Dengarkan aku baik-baik, istriku. kita tidak usah membebaskan para tahanan di sini dulu, kita harus membebaskan para dewa yang dikurung oleh Dewa matahari." jawab Kaisar Han.


"Baiklah suamiku, kita akan membebaskan Ayahanda dan Dewa bumi. karena yang aku tahu ratu Syalila sekarang pergi ke dunia para dewa. dia akan membebaskan kerajaan para dewa dari para iblis yang sudah membelenggu tempat itu." ucap kaisar Han.


Tak berselang lama akhirnya Yura dan Kaisar Han sudah sampai di sebuah tempat yang akan menjadi benteng terakhir dari kerajaan tanah surgawi. sebuah tempat yang selalu dijaga oleh kaisar Han.


"Suamiku, kau harus cepat mengambil benda itu jika tidak kita akan ditangkap oleh para iblis itu." ucap Yura.


"Tenanglah, Istriku. itu tidak akan terjadi." jawab Kaisar Han.


"Cepatlah pakai permata itu, suamiku. jika tidak kekuatannya akan diketahui oleh Dewa matahari." ucap Yura menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian akhirnya permata itu disajikan satu dengan tubuh Kaisar Han. "Kita harus pergi dari sini, istriku." ucap Kaisar Han.


Yura menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat mereka berdua langsung menghilang dari tempat itu dan berpindah ke kerajaan bumi. Sebuah kerajaan yang sekarang menjadi tawanan dewa matahari.


"Kita harus segera memasuki tempat ini, istriku. ucap Kaisar Han.


"Kita bunuh dulu para iblis itu." jawab Yura.


Sesaat kemudian...


WUSS..


WUSS..


WUSS..

__ADS_1


angin berhembus begitu kencang, Yura dan Kaisar Han menggunakan kekuatannya untuk menyerang para iblis yang menjaga kerajaan bumi.


"Jangan pernah kalian berharap bisa mengambil semua yang kami miliki." ucap Yura kecepatan kekuatan yang dimiliki oleh Yura dan Kaisar Han benar-benar sangat hebat. kekuatan kegelapan yang dimiliki oleh para iblis tidak akan mampu menandingi Yura, Karena Wanita itu sudah memiliki kekuatan yang begitu luar biasa.


"Bunuh wanita itu!!" seru para iblis.


"Kalian kira kalian bisa membunuhku." jawab Yura yang kemudian mengeluarkan senjata petir yang dia miliki. jubah api sudah melekat di tubuh Yura itu artinya wanita itu sudah siap untuk melakukan peperangan dengan para iblis.


"Berharaplah kalian masih hidup setelah aku mengeluarkan kekuatanku!!" seru Yura.


Kaisar Han nampak tersenyum, pria itu dapat melihat kekuatan istrinya yang begitu luar biasa. "Kita habisi mereka semuanya, istriku!!"seru Kaisar Han.


"Tentu saja suamiku." jawab Yura.


Pertarungan yang begitu hebat, nampak Yura meliukkan tubuhnya seolah tubuhnya itu tidak mempunyai tulang dan seolah tubuhnya itu seperti daun yang tertiup angin.


"Kami akan membunuhmu!" seru para iblis.


"Lakukan jika kalian bisa." jawab Yura.


"Api abadi, bunuh mereka!" seru Yura yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyerang seluruh iblis yang ada di tempat itu. "Jangan harap kalian bisa menyentuhku!!" seru Yura. kekuatan yang sudah keluar dari tubuh Yura benar-benar sangat luar biasa, dengan beberapa serangan saja wanita itu bisa menghancurkan para iblis.


"Petir, menyambar lah!!" seru Kaisar Han yang menggunakan kekuatan petir untuk menyerang para iblis dengan menggunakan dua jarinya. Kaisar Han mengendalikan kekuatan petir yang ada di tubuhnya, pria itu langsung mengibaskan kedua jarinya dan membuat para iblis langsung musnah.


"Kami tidak akan bisa kalah dari kalian!" seru para iblis.


"Coba saja." Jawab Yura.


Sesaat kemudian...


Jubah api yang dimiliki Yura, kekuatan apinya semakin membesar. senyum yang terlihat di wajah Yura begitu cantik, pedang api abadi miliknya dia ayunkan. Hal itu membuat api sudah keluar dari pedang abadi milik Yura.


"Api, bakarlah seluruh iblis ini!!" seru Yura yang kemudian mengibas pedang itu dan membuat beberapa iblis langsung hancur tanpa bisa melawan sama sekali.


"Kalian kira kalian mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, kalian hanyalah lalat yang akan aku tepuk dan menghadap para dewa." jawab Yura yang kemudian mulai menggerakkan tubuhnya dan melompat begitu lincah. tendangan dan sabetan pedang sudah membuat irama yang mengalun begitu indah. para iblis yang berusaha untuk menyerang Yura nampak tidak bisa melakukan apapun, karena kekuatan Yura benar-benar sangat luar biasa.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2