
Tatapan mata Yura terus menatap para anak buah Tuan Bajau yang ingin memberikan racun di salah satu sumber air yang ada di desa itu.
"Kalian ini benar-benar mencari masalah sekali sih, Oke kalian sudah masuk kandang singa dan sebentar lagi singa ini tidak akan pernah melepaskan kalian. Siapa yang sudah masuk ke sini maka dia tidak akan bisa keluar." ucap Yura yang sudah melakukan sesuatu hingga membuat siluman rubah putih hanya menganggukkan kepalanya.
"Kau benar Yang mulia, karena mereka semuanya sangat bodoh. mereka tidak akan mengira kalau mereka sekarang berada di kandang singa betina yang benar-benar sangat kelaparan." ucap siluman rubah putih yang membuat Yura menatap siluman rubah putih dengan tatapan mata yang benar-benar begitu tajam.
"Kalau kau macam-macam jangan salahkan aku jika aku akan melemparmu ke suatu tempat!!" seru yang kemudian melesat bagaikan sesuatu yang telah terlempar oleh angin.
WUSSS...
WUSSS...
BRAKKK...
ZDUKKK...
BUKKK...
suara seseorang yang dilempar oleh Yura, beberapa prajurit dari tuan Bajau seketika melihat apa yang terjadi pada salah satu teman mereka, orang-orang itu sudah terlempar agak jauh dari sana. tentu saja tatapan mereka begitu terkejut karena di sana sudah terlihat seorang wanita cantik berdiri dengan berkacak pinggang.
"Apa yang telah kau lakukan?!!" seru para anak buah Tuan Bajau.
"Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian, apa yang telah kalian lakukan di sini, berani sekali kalian bermain-main denganku!!" teriak Yura yang kemudian mulai menggerakkan tubuhnya. selendang yang dia pakai langsung dia lempar hingga membuat selendang itu melilit di leher Salah satu anak buah Tuan Bajau.
SRETTT....
WUSSS...
BUKKK..
"Kalian yang memulai dan kalian yang harus mengakhirinya!!" seru Yura yang kemudian menarik selendang itu hingga membuat salah satu prajurit itu langsung terlempar begitu jauh.
"Jangan main-main denganku dan jangan main-main dengan nyawa seseorang!!" seru Yura yang kemudian menggunakan ilmu kekuatannya untuk menyerang para anak buah Tuan Bajau.
__ADS_1
SRETTTTT...
WUSSS...
BUKKK...
suara peperangan yang tidak terlalu terdengar, namun siluman rubah putih yang berada di sana nampak pria itu hanya menatap Yura tanpa mau menolongnya.
"Yang mulia, Apakah aku harus membantumu?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.
"Diam saja di situ, aku mau merenggangkan otot ku!!" seru Yura yang terus menghajar seluruh anak buah Tuan Bajau. suara teriakan dan suara tubuh yang terlempar.
"Aku benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita ini ternyata benar-benar menakutkan." ucap siluman rubah putih yang kemudian melanjutkan duduk di atas dahan pohon. Tentu saja siluman rubah putih tidak akan membiarkan istri dari Kaisar Han terluka, jika itu sampai terjadi maka nyawa siluman rubah putih akan melayang di tangan seorang pria yang menjadi penguasa di kerajaan tanah surgawi.
"Langkah yang begitu cepat hingga membuat anak buah tuan Bajau tidak bisa melihat pergerakan Yura, ilmu sihir yang dimiliki oleh Yura benar-benar sangat luar biasa.
"Dimana kau, tampakkan dirimu!!" seru anak buah Tuan Bajau yang tidak bisa mengikuti pergerakan Yura.
Akhirnya Yura melempar satu persatu anak buah Tuan Bajau ke sumber mata air yang ada di desa Naming.
BYURR...
BYURR..
BYURR...
BYURR..
gemericik air ketika Yura melemparkan satu persatu anak buah tuan Bajau ke sungai yang ada di desa Naming,
"Rasakan apa yang telah kalian perbuat!!" seru Yura yang kemudian melihat Apa yang akan terjadi kepada seluruh anak buah tuan Bajau.
"Yang mulia, apakah kau ingin aku melakukan sesuatu?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.
__ADS_1
"Tentu saja, buat mereka semuanya menelan air beracun itu, setelah itu kau ikat mereka secara terbalik di pohon yang ada di hutan ini!!" seru Yura yang membuat siluman rubah putih langsung melakukan semua yang diperintahkan oleh Yura.
"Siap Yang mulia!!" seru siluman rubah putih yang kemudian melakukan perintah Yura, tentu saja siluman rubah putih akan melakukan semua yang diinginkan oleh Yura. karena siluman rubah putih sejatinya adalah seorang siluman yang memiliki tingkat kejahilan yang agak besar.
Di tempat lain kita mengintip kondisi dari Kaisar Han yang sedang mengerjai Putri Liani dan selir Mei.
"Yang mulia, Kenapa lama sekali? Kenapa kita belum juga sampai ke tempat permaisuri?" tanya Putri Liani.
"Entahlah, seharusnya kita sudah berada di tempat istriku, namun mengapa kita masih berputar-putar di tempat ini." jawab Kaisar Han.
"Yang mulia, apakah yang mulia tidak salah arah?" tanya selir Mei kepada kaisar Han.
"Aku tidak tahu, karena yang aku tahu ini jalannya, tapi yang membuat aku takut adalah bagaimana jika para siluman itu membuat jalan ini semakin membingungkan dan menyesatkan kita." ucap Kaisar Han yang membuat Putri Liani dan Amel langsung terdiam, karena jika itu terjadi maka mereka berdua tidak akan pernah bisa menyingkirkan permaisuri Yura selamanya.
"Yang mulia, apakah Yang mulia sedang bergurau?" tanya Putri Liani kepada kaisar Han.
"Kenapa juga aku harus bergurau, Kau tidak lihat apa kalau aku sedang kebingungan juga!!" seru Kaisar Han yang terlihat seperti orang kebingungan. padahal dirinya ingin menertawakan kedua wanita yang mempunyai rencana untuk melakukan sesuatu kepada istrinya.
"Dasar kurang ajar, jika sampai apa yang dikatakan oleh yang mulia itu benar.., jika sampai para siluman itu mempersulit perjalanan ini, lalu sampai kapan aku akan bisa menyingkirkan wanita itu." ucap Putri Liani.
Sama halnya dengan wanita itu, selir Mei benar-benar sudah memikirkan rencana yang sangat matang untuk menyingkirkan Yura. dia tidak akan membiarkan siapa pun berusaha untuk mendapatkan Kaisar Han.
"Apakah yang dikatakan oleh yang mulia Kaisar itu benar adanya?" tanya Putri Liani kepada selir Mei.
"Yang mulia bukanlah seorang pria yang suka berbohong, Aku yakin kalau sekarang yang mulia sedang kebingungan karena ilmu sihir yang digunakan oleh para siluman itu. Lihatlah bahkan yang mulia seperti orang bodoh yang mencari keberadaan tempat istrinya." jawab selir Mei.
Kaisar Han terus mendengarkan perbincangan kedua wanita itu, dia juga menggunakan ilmu telepati untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh dua wanita itu dalam hati.
"Lihatlah, sebentar lagi kalian akan menangis dan tidak akan bisa berjalan karena terlalu kecapekan berputar-putar di hutan ini." ucap Kaisar Han yang benar-benar akan memberikan pelajaran kepada putri Liani dan selir Mei.
Beberapa pengawal yang sudah mengetahui rencana Kaisar Han nampak mereka hanya diam saja, karena jika mereka sampai membocorkan rencana junjungannya itu bisa-bisa mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat setimpal.
*** bersambung **"*
__ADS_1