PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Rencana menakut-nakuti


__ADS_3

"Hihihi...,tuan,tuan..," rintih seorang wanita


"Siapa kau, berani sekali kau menakuti Ku!!!" teriak tuan Bajau yang benar-benar begitu ketakutan karena dia melihat penampakan seorang wanita yang mempunyai wajah begitu menakutkan. penampakan itu tiba-tiba menghilang saat dia memandang pria tua tersebut.


"Ada apa, Tuhan!!" seru salah satu pengawal yang ada di rumah tuan Bajau.


"Apakah kau tidak lihat tadi kalau ada seorang wanita yang menakutkan!!" seru Tuan Bajau.


"Tidak ada Tuan, tidak ada apa-apa di sini!!" seru pengawal tuan Bajau.


"Tidak mungkin, kau kira aku ini gila apa!" jawab tuan Bajau.


Sesaat kemudian....


WUSS...


WUSSS..


WUSSS..


WUSSS...


"Hembusan angin begitu kencang, Hal itu membuat Tuan Bajau dan 1 pengawalnya yang sedang berada ada di area depan rumah nampak mereka seperti melihat seorang wanita yang mempunyai penampakan yang sangat menakutkan.


"Hihihi..," suara tertawa dari penampakan seorang wanita yang membuat bulu kuduk tuan Bajau dan salah satu pengawalnya langsung berdiri semua.


"Tuan, Apa itu Tuan?!" seru anak buah tuan Bajau.

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian ada sebuah penampakan yang lebih menakutkan, tubuhnya setengah hewan dan wajahnya manusia tapi bentuknya begitu menakutkan. hingga membuat tuan Bajau dan anak buahnya yang ada di sana langsung terkejut dan berteriak dengan begitu kerasnya.


"Setan, setan, hantu!!!" teriak Tuan Bajau dan anak buahnya yang sudah lari dari depan gerbang kediamannya. mereka berdua berlari begitu kencang. Hal itu membuat Yura dan siluman rubah putih ingin tertawa dengan semua kejadian yang mereka lihat barusan.


"Kelihatannya mereka sangat ketakutan Yang mulia." ucap Gong Yoo kepada Yura.


"Itu belum seberapa, kita buat mereka lebih ketakutan!!" seru Yura yang membuat siluman rubah putih langsung melanjutkan aksinya.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku ingin beristirahat, aku capek." jawab Yura yang kemudian duduk di atas atap kediaman Tuan bajau.


Yura, wanita itu akan melihat semua yang dilakukan oleh siluman rubah putih. penampakan kembali terjadi di dalam ruang keluarga milik Tuan Bajau.


"Ampuni kami, tuhan.., ampuni kami...," Suara seorang wanita yang merintih kesakitan. tuan Bajau yang melihat penampakan yang ada di depannya, pria itu benar-benar sangat terkejut sekaligus benar-benar tidak akan percaya kalau dia akan melihat hal seperti itu.


"Ambilkan aku pedang, akan kubunuh setan itu!!" seru Tuan Bajau yang kemudian mengambil pedang.


"Tuan, dia adalah setan tidak mungkin kita bisa membunuhnya!!" seru anak buah tuan Bajau. langkah kaki rubah putih semakin mendekati Tuan Bajau. Hal itu membuat wajah Tuan Bajau benar-benar sangat menakutkan, tubuhnya begitu membiru. Hal itu membuat tuan Bajau seperti seorang pria yang terkena serangan jantung.


Wajah seorang wanita yang sangat menakutkan, penuh dengan darah. salah satu matanya tidak ada, penampakan itu sudah berada tepat di depan wajah Tuan Bajau. Hal itu membuat Tuan Bajau seketika tidak sadarkan diri di tempat.


BRAUKK..


"Kalian ini mudah sekali pingsan, Aku kan belum melakukan kan semua pekerjaanku." gerutu siluman rubah putih yang kemudian pergi dari tempat itu ketempat Yura.


"Kenapa kau sudah kembali?" tanya Yura kepada siluman rubah putih.


"Aku benar-benar tidak bisa mengerti dengan para manusia ini, mereka bersikap begitu sok, Tapi saat mereka bertemu dengan penampakan seperti kita tadi mereka langsung tidak sadarkan diri." ucap Gong Yoo yang kemudian merubah kembali penampilannya seperti semula.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita kembali ke tempat kita karena aku harus segera melihat kondisi penduduk desa dan aku juga harus melihat Bagaimana kondisi parah warga desa apalagi yang aku tahu beberapa orang itu telah pergi Gie ke desa naming. Baiklah kalau begitu kita akan segera bersenang-senang di sana. Aku yakin mereka tidak akan ke desa, aku yakin kalau mereka pergi mencari teman-teman mereka." ucap Gong Yoo yang membuat Yura menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku akan pergi ke desa, sedangkan kau pergi lah ke hutan tempat kita tadi di menggantung para anak buah pria tua itu. aku akan kembali ke desa dan menyambut rombongan suamiku bersama dengan para wanita yang tidak tahu diri itu." jawab Yura.


Seketika Yura langsung melesat kembali ke desa Naming, wanita itu bersiap-siap menyambut kedatangan sang suami dengan beberapa wanita yang selalu ingin bersama dengan suaminya tersebut.


"Ternyata wanita itu benar-benar sangat menakutkan, kalau aku mencari istri aku tidak mau mencari istri seperti dia. bisa-bisa aku mati mengenaskan dengan semua sikapnya yang sangat pencemburu itu." ucap Gong Yoo yang terlihat menatap kepergian Yura dari kediaman Tuan Bajau.


Ternyata Yura sudah berada di desa Naming, wanita itu melihat orang-orang dengan semua kondisinya yang sudah lebih baik. Yura dapat merasakan kedatangan suaminya, wanita itu tersenyum kemudian meminta dayang Lin untuk segera mempersiapkan sesuatu untuk suaminya.


"Yang mulia yakin kalau Yang mulia Kaisar akan sampai ke sini sebentar lagi?" tanya dayang Lin kepada Yura.


"Tentu saja aku sangat yakin, aku bisa merasakan keberadaan suamiku." jawab Yura yang kemudian meminta para pasukan untuk membereskan semua yang terjadi. sekitar 20 menit waktu itu dunia Yura. Kaisar Han bersama rombongannya sudah sampai di tempat itu, sang Kaisar nampak begitu terkejut dengan kondisi desa yang dikatakan oleh istrinya itu begitu menakutkan. begitu menyedihkan dan begitu buruk, pantas saja istrinya mengatakan kalau Desa itu lebih pantas disebut sebagai tempat pembuangan sampah.


Tatapan mata Kaisar Han terus mencari keberadaan istrinya, dia berlari mencari keberadaan sang istri yang belum menampakan dirinya. berbeda dengan 2 wanita yang mengikuti Kaisar Han, seir Mei dan Putri Liani. Mereka berdua sudah tidak mampu berjalan lagi karena terus-menerus dikerjai oleh kaisar Han.


"Isteriku, isteriku!!" seru Kaisar Han yang terus mencari keberadaan istrinya. Yura keluar dengan senyum yang begitu ceria, baru dua hari mereka tidak bertemu namun Kaisar Han benar-benar seperti ditinggalkan istrinya berbulan-bulan lamanya.


Pria itu berlari memeluk istrinya dengan begitu erat. "Aku benar-benar merindukanmu." ucap Kaisar Han.


"Dasar gombal, aku baru pergi selama 1 hari lebih tapi kau mengatakan kalau kau begitu merindukanmu ku, sedangkan di kerajaan begitu banyak wanita yang menantikanmu." cibir Yura yang membuat Kaisar Han menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak menginginkan wanita lain. Aku menginginkan istriku, wanita yang aku cintai dan wanita yang sudah menjadi denyut nadi ku." jawab kaisar Han yang kemudian memeluk Yura. bau yang benar-benar begitu menyengat seketika mengganggu penciuman sang Kaisar, pria itu menatap istrinya. tatapan matanya seolah bertanya mengenai bau yang menyengat tersebut.


"Kemarilah, masuklah kedalam Desa ini kau akan tahu bagaimana kondisi desa ini." jawab Yura yang kemudian mengajak Kaisar Han untuk memasuki desa Naming.


*** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2