PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Pertarungan sengit


__ADS_3

"Dewa Air, apa ini!!" seru para dewa.


"Aku tidak tahu," jawab dewa Air.


DRETTTT.....


DREMMMM....


ZDARRRR....


terlihat salah satu tangan Yura sudah terangkat ke atas. wanita itu memejamkan salah satu matanya dan mulai membaca sebuah mantra yang tidak akan diketahui oleh orang lain. Entah darimana Yura mengetahui tentang mantra itu, tapi yang jelas wanita itu benar-benar bisa merasakan apa yang terjadi dengan dirinya.


"Bergetar lah wahai bumi, menangislah, berteriaklah secara keras." ucap Yura yang kemudian melayangkan tangannya ke sebuah tempat. Dewa matahari yang berada di tempat itu tentu saja dirinya langsung terlempar jauh, entah kemana para dewa yang berada di sana nampak tidak bisa bergerak sama sekali. ingin maju pun mereka tidak akan bisa karena kekuatan yang ada di dekat Yura akan langsung ke terkunci dan tidak akan bisa keluar dengan sendirinya.


"Dewa Air, Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu?" tanya dewa perang. Dewa kehidupan dan Dewa bumi.


"Apakah kita bisa melakukan sesuatu jika tubuh kita tidak bergerak dan kekuatan kita tiba-tiba tersegel?" tanya Dewa Air yang membuat semua orang terdiam.


"Kalau kita tidak melakukan sesuatu kita akan terbunuh di sini!!" seru dewa perang.


"Tidak, menantuku tidak akan pernah melakukan hal itu. Tenanglah dan Lihat saja pasti kita tidak akan terluka sama sekali." jawab Dewa Air.


"Bagaimana jika kita tiba-tiba terluka dan menantumu membunuh kita semua!!" seru Dewa kehidupan.


"Jika memang benar dia ingin melakukannya maka kita sudah terluka, dia hanya mengarahkan serangan kepada dewa matahari dan siluman rubah merah bukan yang lain, kalian lihat saja kan dia tidak menyerang sama sekali." jawab Dewa Air yang membuat beberapa Dewa yang ada di sana nampak terdiam. karena benar apa yang dikatakan oleh Dewa Air, terlihat tidak menggerakkan tubuhnya atau mencoba untuk menyerang para dewa yang lain.


"Wanita macam apa dia, jika dia benar-benar dewi kegelapan maka kekuatannya lebih dahsyat dari kehidupannya yang dulu." guman Dewa bumi.


"Kita diam saja dan kita tidak usah mencari cara untuk menyerangnya, jika kita melakukan hal itu kemungkinan besar kita lah yang akan mati." ucap Dewa Air yang membuat beberapa Dewa yang ada di sana menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Terlihat Yura terus menyerang dewa matahari, satu kali dia bisa menghindar namun untuk yang kedua kalinya terlihat dewa matahari tidak bisa melakukan sesuatu. bahkan rencananya untuk menyegel kekuatan Yura tidak mampu dia lakukan.


"Apa-apaan ini, mengapa wanita ini bisa mempunyai kekuatan seperti ini. jika dia benar-benar makhluk seperti ini maka pantas saja dia bersanding dengan Putra Dewa Air." ucap dewa matahari yang tubuhnya tidak bisa digerakkan. terlihat sekali Kalau pria itu begitu marah dengan kekuatan yang telah membelenggu dirinya.


"Kau menyerangku dengan api, kan? maka aku akan memberikanmu api sama seperti yang tadi kau berikan padaku." ucap Yura. "Api, kematian, abadi!!" seru Yura yang tiba-tiba mengeluarkan kekuatan lewat mulutnya. wanita itu melingkarkan tangannya dan meniup lubang yang ada di tangannya itu. Hal itu membuat api yang begitu besar dan begitu hebat keluar dari lubang jari jemarinya yang dilingkarkan.


Dewa matahari yang melihat hal itu tentu saja dia sangat terkejut, bahkan dirinya tidak akan mampu melakukan hal itu walaupun dia seorang Dewa.


"Apa-apaan ini, mengapa wanita ini bisa melakukan hal ini!!" seru dewa matahari yang sudah melihat di depannya ada api yang begitu besar yang berasal dari kekuatan Yura.


"Menghindarlah kalau kau bisa!" seru Yura yang terlihat tersenyum. wanita itu tiba-tiba melayang, tubuhnya seperti tidak mempunyai beban sama sekali.


Kaisar Han menatap istrinya, pria itu sangat yakin kalau segel yang ada di tubuh istrinya sudah terlepas semuanya. dia sangat yakin sebentar lagi dimensi terlarang akan muncul dan membawa istrinya beserta dirinya. Api yang sudah menyerang dewa matahari terlihat api itu seolah melingkari tubuh Dewa matahari.


"Air bergemuruh!!" seru dewa matahari yang mencoba untuk memadamkan api yang ada di sekitar Yura dengan kekuatannya itu. Semuanya tidaklah berguna karena air itu tidak akan bisa memadamkan api yang dikeluarkan oleh Yura.


"Cobalah kau untuk mematikan api itu, aku jamin seumur hidupmu kau tidak akan bisa kecuali aku yang mengambilnya!!" seru Yura.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Yura, hanya sebuah senyum yang terukir begitu cantik. "Aku tidak peduli, aku tidak akan membiarkanmu mencoba untuk membunuhku atau Suamiku. aku akan mempertahankan kehidupanku yang sekarang, aku akan mempertahankan semua yang aku miliki. Sekarang aku tidak peduli jika harus membunuhmu!!" seru Yura.


Para dewa yang ada di tempat itu ternyata baru mengetahui dan baru menyadari mengenai kata-kata yang diucapkan oleh Yura. ternyata dewa matahari memang benar-benar tak berambisi untuk melenyapkan putra dari Dewa Air semenjak dahulu.


"Aku memaafkanmu karena kau telah menjagaku di masa lalu, tapi aku tidak akan memaafkanmu untuk yang sekarang. kehidupanku yang dulu Memang aku sia-siakan namun aku tidak akan menyia-nyiakan kehidupanku yang sekarang. Aku akan membunuhmu aku akan menghancurkanmu jika kau berusaha untuk menyentuh ku atau suamiku!!" seru Yura.


Sebuah kekuatan yang keluar dengan begitu besar, kekuatan yang tidak akan bisa dilawan oleh Dewa matahari walaupun dia dibantu oleh putranya. sesaat kemudian sebuah kekuatan tiba-tiba muncul dan menyerang Yura dengan begitu mudahnya, Yura menghempaskan kekuatan itu. Kaisar Han langsung menyerang seseorang yang mencoba untuk melukai istrinya dia tidak akan membiarkan wanita yang dia cintai dilukai oleh siapapun.


"Berani sekali kau!!" seru Kaisar Han.


ZDARRRR....

__ADS_1


DRERTTTTTT...


DRERTTTTTT...


suara petir yang bergemuruh dan angin yang berhembus dengan begitu kencang, tiba-tiba sosok dari Putra Dewa matahari sudah menampakan dirinya.


"aku tidak akan membiarkanmu melukai ayahandaku!!" seru Elios yang kemudian menyerang Yura.


Kaisar Han menghalangi Elios, pria itu langsung menyerang Elios dengan seluruh kekuatannya.


"Walaupun kau berusaha untuk membunuhku kau tidak akan bisa membunuhku!!" seru Kaisar Han yang kemudian menyerang Elios.


WUSSS..


WUSSS...


SRETTTTT...


ZDARRRR...


Elios langsung menyerang Kaisar Han. pria itu terlihat begitu berambisi untuk membunuh Kaisar Han.


"Aku tidak akan membiarkanmu dan istrimu untuk bebas di dunia ini!!" seru Elios.


"Aku juga tidak akan membiarkanmu melukaiku, atau istriku!!" seru Kaisar Han. pertempuran antara Kaisar Han dan Dewa matahari benar-benar begitu sengit, terlihat Yura nampak terdiam. wanita itu melihat seluruh pertempuran yang dilakukan oleh suaminya dan Elios. kekuatan yang berasal dari iblis nampaknya sudah sedikit masuk ke tubuh Elios hingga membuat kekuatan yang dimiliki oleh Elios sudah meningkat tiga kali lipat.


"Ternyata kau akan melakukan segala cara untuk mengalahkan ku!!" seru Kaisar Han.


"Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu tetap hidup." jawab Elios.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2