PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Kemunculan Dewa Air


__ADS_3

"Aaaaa!!"


suara teriakan Yura dan dayang Lin.


Kaisar Han yang mendengar suara teriakan Yura, terlihat pria itu langsung menggunakan kekuatannya menuju tempat Yura. kaisar Han benar-benar sangat nakal, secara diam-diam dia menggunakan kekuatan dewanya untuk mendengar semua apa yang dilakukan oleh Yura, bukan hanya mendengar, bahkan pria itu menggunakan kekuatannya untuk melihat apa saja yang dilakukan oleh Yura.


"Ada apa istriku!!" seru kaisar Han yang sudah berada di tempat Yura.


"Ada setan, ada setan Yang mulia!!!" seru Yora yang berteriak kemudian melompat ke tubuh Kaisar Han, hingga sang Kaisar begitu terkejut saat menangkap tubuhnya seperti bridal style. Yura berada digendongan sang Kaisar, dia benar-benar memeluk erat leher sang Kaisar sekolah mau mencekiknya.


"Ada apa denganmu? Memangnya disini ada setan?" tanya kaisar han yang terlihat memandang Yura yang benar-benar sangat ketakutan.


"Itu yang mulia, itu ada setan!!" seru Yura yang menunjuk ke sebuah arah. dayang Lin yang juga berada di sana seketika wanita itu langsung berlari dan ikut bersembunyi di belakang tubuh Kaisar Han.


Kaisar Han menoleh, menatap ke arah jari Yura, tatapan matanya tertuju pada sosok pria yang sedang tersenyum padanya.


"Sudah lama tidak bertemu denganmu, Phoenix !!" seru Dewa Air yang menyapa Kaisar Han.


Kaisar Han tersenyum, pria itu menatap ayahnya yang sudah berada di kerajaan tanah surgawi. memang jarang sekali Dewa Air berada di kerajaan tanah surgawi. pria itu tidak akan muncul jika tidak ada sesuatu yang sangat mendesak ataupun sesuatu yang akan membahayakan putranya. istri dari Dewa air adalah seorang siluman dari laut. cinta mereka tidak bisa terelakkan, seorang siluman setengah Dewi.


"Ayahanda, Apa yang Ayahanda lakukan di sini?!" seru Kaisar Han yang terlihat mendekati ayahnya sambil menggendong Yura. Dewa Air yang melihat pertunjukan tadi, Tentu saja dia ingin tertawa saat melihat tingkah konyol dari Dewi kegelapan yang sekarang berada di depan matanya.


"Ayahanda? Ayah Siapa?" tanya Yura kepada kaisar Han.


Kaisar Han tersenyum, kedua matanya melirik pria yang ada di depannya.


"Dia ayahmu! hantu itu ayahmu!!" seru Yura yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Kaisar Han.

__ADS_1


"Apa maksudmu dia itu hantu, dia itu adalah seorang Dewa. dia adalah dewa air, Ayahku." jawab Kaisar Han yang membuat Yura menghentikan perkataannya dan menatap pria yang ada di depannya itu.


"Dewa Air?" ucap Yura. tatapan matanya benar-benar tertuju pada pria tua yang ada di depannya itu, "Pria tua itu Ayahanda mu ya?" tanya Yura sambil berbisik di telinga Kaisar Han.


Kaisar Han mengganggukkan kepalanya, namun pria itu enggan untuk menurunkan Yura.


"Ya sudah kalau begitu, turunkan aku."ucap Yura.


"Masuklah Ayahanda, Sudah lama kau tidak pernah kemari. Apakah kau tidak pernah merindukan putramu ini?" tanya kaisar Han sambil tersenyum kepada ayahnya.


"Tentu saja aku sangat merindukanmu, Putraku. kita sering berbincang-bincang walaupun dengan kondisi yang jauh bukan tanya Dewa Air kepada kasar Han.


"Turunkan aku, kalau kau tidak menurunkan aku, akan ku lempar tubuhmu!!" seru Yura yang membuat sang Kaisar tersenyum.


Kaisar Han memang menurunkan Yura, namun pria itu tetap menggenggam tangan Yura dengan begitu erat. Dewa Air yang melihat hal itu tentu saja pria itu itu bisa melihat melihat dari sorot mata putranya, kalau putranya itu benar-benar mencintai wanita yang berasal dari dimensi lain tersebut.


Saat berada di dalam kediaman sang Kaisar, nampak pria itu menatap Yura dengan begitu intens. ada perbedaan dari sosok Dewi kegelapan di masa lalu dan Dewi kegelapan yang sekarang berada di depannya. Dewa Air menatap Yura, pria itu tersenyum kemudian bertanya kepada Yura mengenai kondisinya.


Yura menganggukkan kepalanya, wanita itu seolah mengatakan kalau dia memang benar-benar senang berada di kerajaan tanah surgawi.


"Baguslah kalau begitu, kalau kau senang berada di kerajaan ini. dengan begitu Putraku tidak akan mencarimu jauh ke dunia lain." jawab Dewa Air.


Yura menatap Pria tua yang ada di depannya.


"Apa maksud dari dewa?" tanya Yura yang sedikit kebingungan.


"Dewi, Apakah Dewi sudah melupakanku?" tanya Dewa Air kepada Yura.

__ADS_1


"Melupakan anda? memangnya apakah kita saling mengenal?" tanya Yura kepada dewa air.


"Tentu saja Dewi mengenal saya." jawab Dewa Air.


"Mengapa anda memanggil saya Dewi, Dewa? karena saya bukan seorang Dewi." ucap Yura.


Dewa Air nampak tersenyum, saat kemudian dia menggunakan kekuatan telepati nya untuk berbicara kepada putranya.


"Putraku..," ucap dewa Air yang menggunakan kekuatan telepati nya untuk berbicara dengan Sang putra.


"Ada apa ayahanda?" tanya kasar Han.


"Cobalah untuk mengendalikan kekuatan gadis ini, para dewa begitu ketakutan Jika dia akan menjadi dewi kegelapan lagi. kau akan kehilangan dia begitu juga dia akan kehilanganmu. Aku minta kau untuk membuatnya mengendalikan kekuatan yang selama ini ditakuti oleh lima alam." ucap Dewa air.


"Tenanglah Ayah, aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkan wanita yang aku cintai pergi dariku, sudah cukup waktu itu aku kehilangan dia, sekarang aku tidak akan mau lagi kehilangan dia. memang dia tidak pernah mengingatku sekarang, namun cintaku yang begitu besar akan membuatnya mengingat kalau aku adalah belahan jiwanya." ucap Kaisar Han.


"Baiklah kalau begitu, aku minta padamu untuk mengendalikan kekuatannya, jangan sampai para dewa menyakitinya. aku tahu kalau kau benar-benar mencintai wanita ini." ucap Dewa Air kembali.


Kaisar Han nampak menganggukkan kepalanya ,Yura yang melihat 2 sikap dari 2 pria itu nampak dia sedikit kebingungan. Bagaimana tidak, dia harus melihat ayah dan anak itu saling menganggukkan kepala kemudian tersenyum. karena Yura begitu kesal akhirnya Gadis itu memotong pembicaraan Dewa Air dan Kaisar Han.


"Aku tidak akan pernah menjadi Dewi kegelapan seperti yang dahulu, aku akan menjadi seorang wanita yang benar-benar bisa mencintai dan dicintai Aku tidak ingin diganggu dan aku juga tidak mau mengganggu. Jika kalian terus mengusikku dan tidak memberikan aku kehidupan yang seharusnya.., Maka jangan salahkan aku, jika aku mulai membuat keributan seperti masa lalu." ucap Yura yang membuat Kaisar Han dan Dewa Air langsung terdiam seketika.


Tatapan mata Kaisar Han menatap Yura dengan begitu intens,


"Istriku, Apakah kau mengingat semua masa lalumu? Apakah kau mengingat aku?" tanya kaisar Han kepada Yura.


Yura bersikap sangat acuh, seolah wanita itu ingin meledek Kaisar Han yang sekarang benar-benar terkejut dengan kata-katanya.

__ADS_1


"Entahlah, aku ingat mengenai masa laluku, kalau untukmu seorang pria yang begitu mudah diganggu oleh seorang Dewi..,entah juga aku mengingatmu atau tidak." Jawab Yura yang kemudian berdiri dan meninggalkan Kaisar Han dan Dewa Air yang terkejut dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Yura


>>> bersambung <<<


__ADS_2