PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Menjalani hidup baru


__ADS_3

"Yang mulia, apakah Yang mulia akan segera kembali ke kerajaan para peri?" tanya Yura kepada Syalila.


"Tentu saja aku harus segera membawa pasukan siluman dan para peri serta seluruh keluargaku." jawab Syalila.


"Mengapa Yang mulia ratu dan raja tidak tinggal disini untuk beberapa hari?" tanya Yura.


"Tidak, aku tidak ingin berada di sini, karena aku mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, aku dan suamiku harus segera kembali karena kami harus menata kerajaan yang tiba-tiba kami tinggalkan." jawab Syalila yang kemudian berpamitan kepada Yura dan Kaisar Han.


"Yang mulia, kami benar-benar sangat berterima kasih kepada raja dan ratu. karena jika tidak kami tidak akan bisa mengalahkan mereka." ucap Kaisar Han.


"Tidak, kalian mempunyai kekuatan yang sangat hebat. kalian berdua adalah pasangan suami istri yang benar-benar sangat berjiwa besar." jawab Ley yang kemudian berpamitan kepada Yura dan Kaisar Han.


Para rakyat kerajaan tanah surgawi benar-benar berterima kasih kepada raja dan ratu abadi yang telah menolong mereka semua.


"Baiklah, kami harus segera pergi. Kalian jagalah diri kalian baik-baik, jangan lupa kau harus selalu menjadi penguasa yang yang memimpin seluruh rakyat mu dengan bijaksana." pinta Ley kepada kaisar Han.


"Tentu saja Yang mulia, saya akan melakukannya, saya akan memerintah di kerajaan ini dengan bijaksana." jawab Kaisar Han.


"Baiklah kalau begitu, aku harus segera berpamitan kepada kalian berdua Dan aku peringatkan satu kali lagi. di kehidupan sekarang atau kehidupan selanjutnya kau harus menjadi wanita yang tangguh, kau tidak boleh mudah menyerah hanya karena kelemahan yang harus kita singkirkan." ucap Syalila yang kemudian memerintahkan seluruh siluman dan semua anak buahnya untuk kembali ke tempat mereka.


Dalam sekali hembusan angin saja akhirnya Syalila dan sang suami Kembali ke tempat mereka. Dewa bumi dan Dewa Air yang masih berada di kerajaan tanah surgawi mereka benar-benar sangat beruntung dan berterima kasih kepada kaisar abadi yang telah menolong mereka semuanya.


"Sebaiknya kita tata kembali kerajaan ini, dan beberapa kerajaan yang sudah dihancurkan oleh Dewa matahari." ucap Dewa Air yang kemudian meminta Kaisar Han untuk menata kembali kerajaan tanah surgawi yang sudah porak-poranda. karena kegilaan yang dilakukan oleh Dewa matahari.


Waktu mulai berjalan dengan begitu lambat Namun waktu itu seolah memberikan cerita-cerita yang Begitu berharga. seluruh rakyat yang ada di kerajaan tanah surgawi selalu memberikan rasa hormat yang begitu besar kepada raja dan ratu mereka. siluman rubah putih sudah kembali ke alamnya, sedangkan siluman rubah merah..,Tentu saja dia sudah dibawa oleh siluman rubah putih ke alam Mereka.


Kaisar Han begitu bahagia, kehidupannya sekarang benar-benar begitu indah. sekarang sudah mengandung beberapa hari lagi kemudian wanita itu akan melahirkan, waktu juga berjalan dengan begitu cepat, suara tangisan sudah terdengar di kerajaan tanah surgawi.


OEKK..

__ADS_1


OEKK...


suara tangisan dari seorang bayi sudah menggema di sebuah ruangan persalinan di kerajaan tanah surgawi yang berada di luar ruangan itu. nampak dia benar-benar sangat bahagia wajahnya begitu menampakan Aura yang bersinar.


"Anakku sudah lahir!!" seru Kaisar Han yang kemudian membuka pintu itu dengan sangat keras.


BRAKK...


terlihat disana Yura sudah menatap kedatangan sang suami yang memasuki kamarnya.


"Selamat yang mulia, seorang putra mahkota sudah terlahir di dunia ini!!" seru seorang tabib kepada kaisar Han.


"Putra mahkota? jadi Putra ku seorang pria!!" seru Kaisar Han yang kemudian mendatangi sang istri dan memberikan ciuman bertubi-tubi kepada wanita yang dia cintai itu.


Telah lahir seorang Putra yang diberi nama ARTEMIS HAN PHOENIX.


Yura tidak ingin seluruh rakyatnya mengalami kebodohan karena tidak pernah sekolah. Kaisar Han Dan terkenal dengan kebijaksanaannya beberapa kerajaan nampak tunduk dibawah perintah Kaisar Han.


Terlihat Kaisar Zagato, Kaisar dari kerajaan langit biru sekarang berteman dengan kerajaan tanah surgawi. walaupun dia berusaha untuk menghancurkan Kerajaan itu, nampak itu semuanya sia-sia karena sepasang suami istri itu memiliki kekuatan yang benar-benar sangat luar biasa.


~ 15 tahun kemudian ~


TRANGGG...


TRANGGG...


TRANGGG...


"Serang!!" seru pangeran Artemis yang terlihat menyerang salah satu kerajaan yang ada di wilayah timur.

__ADS_1


"Yang mulia, Apakah kita harus menghancurkan Kerajaan itu?!" seru para pasukan.


"Tentu, kita harus menghancurkan Kerajaan itu. Aku tidak mau kerajaan itu mempunyai keinginan untuk menghancurkan Kerajaan kita balik." jawab Artemis.


Para pasukan yang ada bersama dengan Artemis nampak mereka benar-benar sangat terpukau dengan seorang pria yang berusia 17 tahun. sekarang Artemis sudah menjabat sebagai jenderal tertinggi kerajaan tanah surgawi, walaupun usianya masih muda Namun semua pemikiran yang benar-benar begitu hebat. semua pemikiran yang selalu diutarakan oleh artemis.


Yura dan Kaisar Han sudah mendengar mengenai pangeran Artemis yang memimpin kerajaan untuk menyerang kerajaan yang ada di timur.


"Suamiku, kenapa kau harus memberikan perintah kepada putramu untuk menyerang kerajaan itu?" tanya Yura kepada sang suami.


"Kerajaan itu telah melakukan kejahatan kepada rakyatnya, istriku. sehingga membuat ratusan penduduknya melarikan diri di kerajaan kita." jawab Kaisar Han.


"Benarkan? Lalu kenapa aku masih belum tahu?" tanya Yura yang benar-benar menyelidik.


"Kau itu terlalu bersemangat dengan putrimu, kalian berdua lebih banyak menghabiskan waktu kalian di dunia militer daripada bersama denganku." jawab kasar Han sambil tersenyum.


"Kau hanya mencari alasan saja, padahal kau itu selalu menghabiskan waktu dengan ku, kalau aku sudah ada di kediaman kita kau selalu membuatku tidak bisa keluar." jawab Yura sambil tersenyum kepada sang suami.


"Tentu saja, Istriku adalah sesuatu yang paling berharga bagiku." jawab Kaisar Han yang kemudian memeluk sang istri.


"Aku dan Athena nanti akan melihat para rakyat yang sedang mengungsi itu." ucap Yura.


"Tentu saja istriku, silakan. kau juga memiliki hak untuk melihat mereka." jawab Kaisar Han yang kemudian mengajak sang istri untuk keluar kerajaan dan melihat-lihat para penduduk kerajaan mereka.


Hari-hari yang dilalui oleh pasangan suami-istri itu begitu layak menjadi contoh, beberapa kerajaan terlihat memuji kepemimpinan dari Kaisar Han dan permaisuri Yura. begitu banyak wanita ingin menjadi selir dari Kaisar Han, Namun siapa yang akan berani melakukan hal itu jika permaisuri kerajaan itu yang berdiri menghadang sembari membawa pedang abadi dan jubah api abadi miliknya.


*** TAMAT ***


TERIMA KASIH KEPADA PARA PEMBACA YANG SETIA MEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL PERMAISURI SANG KAISAR. TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA SELALU DAN JANGAN LUPA BACA DI NOVEL YANG LAIN TERIMA KASIH BANYAK.

__ADS_1


__ADS_2