PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Gong Yoo, siluman rubah putih


__ADS_3

Tatapan mata Kaisar Han terus menatap kondisi dari siluman rubah putih yang sudah terkapar di ranjang ruang pengobatan.


"Isterimu benar-benar sangat ganas, Putraku. Lihatlah siluman rubah putih saja sampai terkapar tidak berdaya karena pukulannya." ucap Dewa Air yang membuat Kaisar Han menganggukkan kepalanya.


"Begitulah isteriku, Ayah. kalau berbicara tanpa disaring, kalau berbuat tidak melihat dulu." jawab Kaisar Han yang kemudian tersenyum kepada ayahnya Hal itu membuat Dewa Air menepuk punggung putranya itu.


"Begitulah cinta, kalau kau benar-benar mencintainya kau harus membawanya ke jalan yang benar agar dia tidak tersesat kembali."ucap Dewa Air yang membuat kaisar Han tersenyum.


Di ruangan pengobatan terlihat Dewa air menggunakan kekuatannya untuk menyadarkan siluman rubah putih.


"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau isteriku akan membuatmu terkapar seperti ini." ucap Kaisar Han.


"Hehhhh, auhhhh." rintih Siluman rubah putih yang memegang kepalanya.


"Apa kepalamu masih sakit?" tanya Kaisar Han kepada Siluman rubah putih.


"Tentu saja Yang mulia, kepalaku sangat sakit. wanita tadi memukul kepalaku dengan begitu keras, padahal dia itu adalah wanita yang lemah." ucap rubah putih yang belum mengetahui kalau wanita yang memukul dirinya itu adalah istri dari Kaisar Han.


"Benarkah?" tanya Kaisar Han kepada Siluman rubah putih.


"Tentu saja, Yang mulia. kelihatannya Wanita itu sangat lemah, tapi ketika dia memukul ku aku langsung pingsan jawab siluman rubah putih yang terus memegang kepalanya.


"Untung saja wanita itu memukul kepalamu tidak terlalu keras, Jika dia menggunakan seluruh tenaganya kemungkinan besar kepalamu dan tubuhmu itu akan terpisah." jawab Kaisar Han.


Dari cara berbicara Kaisar Han, siluman rubah putih dapat menangkap kata-kata sang Kaisar.


"Yang mulia, apakah kata-kata yang hamba ucapkan tadi ada yang salah? kelihatanya Yang mulia tersinggung dengan kata-kata hamba mengenai wanita tadi?" tanya siluman rubah putih kepada kaisar Han.


"Tentu saja pria ini tersinggung dengan kata-katamu, Gong Yoo. karena wanita tadi adalah istrinya." jawab Dewa Air yang tersenyum kepada Gong Yoo. siluman rubah putih seketika menatap wajah Kaisar Han, jelas kata-kata Dewa air itu ada benarnya, karena pria itu benar-benar sangat kesal saat dirinya mengatakan kalau wanita itu benar-benar sangat kasar.

__ADS_1


"Maafkan hamba Yang mulia, hamba tidak mengetahui kalau wanita itu adalah istri yang mulia." ucap siluman rubah putih yang meminta maaf kepada kaisar Han.


"Sudahlah, tidak usah mengatakan hal itu. lagi pula aku juga tidak terlalu mempermasalahkan apa yang kau katakan tadi." jawab kaisar Han yang kemudian pergi meninggalkan ruang pengobatan.


"Yang mulia Dewa Air, Apakah aku melakukan kesalahan? kelihatannya Kaisar Han benar-benar sangat kesal dengan hamba?" tanya siluman rubah putih kepada dewa air.


"Tentu saja dia sangat kesal, Apakah kau tidak tahu kalau dia mudah tersinggung jika mengenai istrinya itu." jawab Dewa Air.


"Kalau begitu saya dalam bahaya, dong." ucap siluman rubah putih yang kemudian merebahkan tubuhnya kembali.


"Kau ini kan seorang siluman, masa' kamu tidak tahu kalau majikanmu itu sudah menikah?" tanya Dewa Air yang membuat siluman rubah putih nampak sangat menyesal dengan kata-kata yang tadi dia keluarkan. pria itu bukan bermaksud untuk mengatakan wanita tadi sangat ceroboh, namun benar sekali karena wanita yang dia temui itu benar-benar sangat ceroboh.


Di sela perbincangan siluman rubah putih dan Dewa Air, terlihat Yura sudah berada di ruang pengobatan itu, wanita itu ingin mengetahui apakah benar kalau pria tadi adalah seorang siluman. karena hal itu Yora memutuskan untuk berada di tempat itu itu. langkah kaki Yura mengendap-endap seperti dia itu sedang memantau sesuatu atau ingin mengambil sesuatu.


Dewa Air yang melihat hal itu, tentu saja pria tua itu langsung mendekati menantunya itu.


"Ayahanda, apakah pria tadi sudah sadar?Apakah dia tidak jadi meninggal?" tanya Yura yang terlihat sedikit kebingungan juga ketakutan.


"Apa maksudmu?" tanya Dewa Air kepada Yura.


"Aku sangat ketakutan Ayah, aku takut kalau pria itu tiba-tiba meninggal. nanti dia malah menakuti ku, aku nggak bisa tidur dong!!"jawab Yura yang terus berbicara tanpa ada titik dan koma.


"Dia adalah seorang siluman, Tentu saja dia baik-baik saja." Jawab Dewa Air yang membuat Yura menghela nafasnya secara kasar.


"Aku kira dia akan meninggal, Ayah. nanti kalau dia meninggal dia bisa menghantuiku, suamiku bilang kalau pria itu meninggal bisa-bisa Dia menghantuiku dan membuatku tidak bisa tenang." ucap Yura yang terlihat kesal kepada suaminya.


"Tentu saja suamimu itu berbohong, kenapa kau harus percaya dengannya." jawab dewa Air sambil tersenyum kepada menantunya itu.


"Ayah, boleh aku melihat orang itu tidak?" tanya Yura kepada mertuanya.

__ADS_1


"Tidak, tentu saja boleh. Siapa yang tidak memperbolehkan kamu melihat pria itu." jawab Dewa Air yang kemudian mengajak orang untuk masuk ke dalam ruang pengobatan.


Di ruangan itu sudah tidur seorang pria yang yang kondisinya normal seperti manusia pada umumnya.


"Ayahanda, Apakah pria ini benar-benar makhluk yang tadi aku pukul?" tanya Yura kepada dewa air.


"Tentu saja." Jawab Dewa Air.


"Tapi tadi dia punya moncong di hidungnya nggak begini, mukanya menakutkan." ucap Yura yang membuat Dewa Air harus menahan tawanya. agar pria itu tidak menyinggung menantunya.


"Apakah kamu tahu kalau dia sudah berubah menjadi siluman rubah putih yang sesungguhnya?" tanya Dewa Air kepada Yura.


"Tentu saja aku tidak mau, Ayah. nanti malah wajahnya sangat menakutkan." jawab Yura sambil tubuhnya bergidik ngeri.


"Kamu ini kan wanita hebat, kenapa kamu malah takut dengan membayangkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi?" tanya Dewa Air yang membuat Yura menggelengkan kepalanya kembali.


Di tempat lain ternyata siluman rubah merah juga sudah berusaha untuk mengendalikan kekuatannya, dia terus berjuang untuk mendapatkan kekuatan yang luar biasa agar dia bisa merampas Yura dari Kaisar Han.


"Aku tidak akan pernah kalah dari mu, Kaisar Han. aku akan membunuhmu dan aku akan membawa wanita itu." ucap siluman rubah merah yang sudah melatih kekuatan dalam hingga 70%.


"Sebentar lagi aku akan mendapatkan seluruh kekuatanku, tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan ku!!" seru siluman rubah merah yang sudah melatih kekuatannya dan bermeditasi di alam siluman.


DRERTTTTTT...


ZDARRRR...


suara pergerakan yang ada di ruang meditasi siluman rubah merah begitu ramai, seolah di tempat itu benar-benar ada pertempuran yang maha dahsyat. keteguhan siluman rubah merah untuk mendapatkan Yura mungkin akan berbanding terbalik, karena Kaisar Han juga sudah melatih tenaga dalamnya dan melatih ilmu kekuatannya, agar tidak ada siapapun yang berusaha untuk menghancurkan kerajaannya dan menghancurkan seluruh rakyatnya.


*** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2