PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Terjebak di dimensi terlarang


__ADS_3

"Aaaa!!!" suara teriakan Yura.


"Apa yang terjadi." ucap Kaisar Han.


"Larilah, terus larilah sejauh mungkin!!" seru suara seorang pria. terlihat Yura benar-benar sangat kesal seolah dirinya dipermainkan oleh suara itu dengan kekesalan yang sangat luar biasa.


Akhirnya Yura menggerakkan tubuhnya, dia berlari kemudian menabruk sebuah pohon besar hingga membuat pohon itu bergetar.


BRUKKK...


dari pohon itu sudah terjatuh seorang pria yang begitu tua, tatapan mata Yura dan Kaisar Han nampak menatap pria tua itu dengan begitu nyalang.


"Suamiku, ini setan apa manusia! kok seperti ini banget ya?" tanya Yura sambil menunjuk Seorang Pria tua yang mempunyai penampilan yang benar-benar sangat menarik perhatian Yura.


"Kelihatannya dia manusia, istriku." jawab Kaisar Han.


"Tapi kok penampilannya seperti ini?" tanya Yura kembali.


"Dia manusia, istriku." jawab Kaisar Han kembali.


Yura kemudian membungkuk, menatap Seorang Pria tua yang mempunyai jenggot yang begitu panjang dan rambut putih yang juga sangat panjang.


"Pak Tua, kau ini setan apa manusia?" tanya Yura yang menggunakan logat bicara yang begitu lucu. sudah terlihat jelas kalau pria yang ada di depannya itu adalah seorang manusia, lalu mengapa dia harus bertanya lagi. Hal itu membuat pria tua itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa juga kalian harus tersesat di dunia ini, kalian ini benar-benar tidak punya pekerjaan sama sekali." sindir pria tua sambil menatap wajah Yura dan memanyunkan bibirnya.


"Sudah tua, keriput , jelek lagi." ucap Yura yang kemudian berdiri dan hendak meninggalkan pria tua tersebut.


"Dasar gadis kecil tidak tahu diri, berani sekali kau menghina ku. kau tidak tahu apa kalau aku ini adalah makhluk yang paling tampan!" seru Pria tua.


Yura yang berjalan kemudian dia menghentikan langkah kakinya saat dia mendengar Kalau pria tua itu mengatakan dirinya adalah makhluk yang paling tampan.


"Orang gila saja tahu kalau kau itu sangat jelek, udah jelek rambutnya putih." jawab Yura kembali.

__ADS_1


Kaisar Han yang selalu melihat kekonyolan istrinya itu, dia hanya diam saja dia terus melihat semua kelakuan yang dilakukan oleh istrinya itu.


"Isteriku, Apakah kau tidak bisa sedikit diam. Kenapa kau menghina pria tua itu seperti itu?" tanya Kaisar Han.


"Kau lihat saja, suamiku. dia mengatakan kalau dirinya itu adalah makhluk yang paling tampan. apa dia tidak mempunyai cermin di rumahnya? bahkan wajahnya saja sudah keriput, rambutnya putih wajahnya tidak ada tampan-tampannya. serta kukunya panjang panjang." jawab Yura yang membuat pria tua itu itu berdiri kemudian mendekati Yura.


"Dasar gadis kecil tidak tahu diri, berani sekali kau menghina ku!" seru pria tua yang sudah berada di depan Yura.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Pak Tua. kau ini sudah tua tapi kata-katamu tidak bisa dijaga. Kalau pria tua itu penampilannya menarik, wajahnya segar tubuhnya segar dan cara berjalannya juga gagah. sedangkan Pak Tua ini bagaimana? sudah tua, keriput rambutnya putih, jenggotnya panjang ceh..ceh..,"ucap Yura yang kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar anak kecil durjana!" seru pria tua.


"Dasar pria tua tidak tahu diri, Masak mengajak anak kecil bertengkar." jawab Yura yang kemudian menunjuk pria tua.


"Sudahlah Pak Tua, Maafkan istriku. karena dia tidak sengaja mengatakan hal itu." ucap Kaisar Han yang terlihat mencoba untuk meminta maaf kepada pria tua.


"Dia ini istrimu?" tanya pria tua.


Kaisar Han menganggukkan kepalanya.


Yura yang mendengar kata-kata pria tua itu tentu saja Wanita itu sangat marah, dia tidak terima dikatakan seperti itu.


"Dasar pria tua kurang ajar, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku. aku ini adalah seorang ratu di sebuah kerajaan. berani sekali kau mengatakan hal itu, apakah kau mau aku pancung!" seru Yura.


"Pancung saja, memangnya di mana kerajaanmu? di sini kan bukan kerajaanmu?" tanya Pria tua yang membuat Kaisar Han nampak terdiam kembali.


Hari itu dihabiskan oleh ketiga orang itu dengan perdebatan, namun Kaisar Han hanya bertindak sebagai penonton.


KRUCUK...


KRUCUKK..


"Pak Tua, di sini ada makanan tidak? perutku sudah lapar." ucap Yura yang terlihat mengelus perutnya.

__ADS_1


"Tidak ada." jawab pria tua.


"Pelit sekali sih, tidak mungkin kalau disini tidak ada makanan. pasti kau berbohong!!" seru Yura.


"Tidak ada." jawab pria tua kembali.


"Dasar pelit!!" seru Yura.


Entah berapa lama Yura dan Kaisar Han berada di dimensi terlarang, namun di tempat lain ternyata perjalanan waktu sudah sangat cepat. sudah 1 bulan lamanya Yura dan Kaisar Han hilang dari dunia. dewa matahari dan Elios menguasai ilmu iblis Zarka dengan sempurna, bahkan kekuatan itu sudah menyatu secara sempurna di tubuh dewa matahari dan Elios.


Satu kerajaan sudah tunduk dibawah pimpinan Elios, beberapa kerajaan kecil juga sudah tunduk di bawah pimpinan Elios. Dewa Air berusaha untuk menyelamatkan kerajaan tanah surgawi, karena pria tua itu tidak ingin kerajaan yang didirikan oleh putranya itu hancur di tangan Elios. para dewa yang ada di istana para dewa nampak berusaha untuk mencari cara mengalahkan dewa matahari, karena kekuatan dewa matahari dan Elios yang sekarang benar-benar sangat hebat.


"Apa yang terjadi, Dewa. kita tidak akan mampu untuk mengalahkan dewa matahari." ucap dewa perang.


"Kita tidak tahu, karena kita juga tidak akan mampu mengalahkan kekuatan dewa matahari." jawab Dewa Air.


"Hanya ada dua orang yang bisa mengalahkan kekuatan iblis Zarka. dia adalah ratu Syalila dan kedua adalah permaisuri kerajaan tanah surgawi. namun terlihat mereka berdua tidak akan bisa menolong kita." ucap Dewa kehidupan.


"Kau benar Dewa, Sekarang keadaan di bumi benar-benar sangat menghawatirkan. di mana-mana terjadi kehancuran karena ulah dewa matahari dan putranya. sedangkan kita kita tidak bisa mencampuri urusan dunia karena kita belum mendapatkan perintah dari Dewa Langit." ucap Dewa bumi.


"Dewa bumi, Apakah kau belum bisa melihat keberadaan Putra dan menantu ku?" tanya Dewa Air kepada dewa bumi.


"Belum, Dewa. aku belum mendapatkan keberadaan Putra dan menantu mu." jawab dewa bumi.


"Jika itu benar-benar terjadi, apa yang akan kita lakukan? Bagaimana jika dewa matahari membuat kehancuran yang lebih parah?" tanya Dewa kehidupan kepada para dewa.


"Entahlah, kami tidak tahu. apa lagi Dewa Langit juga belum memutuskan mengenai apa yang terjadi dengan semua kejahatan yang dilakukan oleh dewa matahari dan putranya." ucap para dewa.


"Kita harus mencari cara untuk mengalahkan dewa matahari dan putranya. bagaimanapun caranya kita tidak boleh sampai lengah dan membuat kedua orang itu membinasakan seluruh manusia." ucap Dewa Air.


"Lalu, Apakah kau tahu apa yang harus kita lakukan?" tanya Dewa kehidupan.


"Aku juga belum mendapatkan cara untuk mengalahkan dewa matahari." jawab Dewa Air.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2