
"Kau ini ingin aku melakukan apa? berani sekali kau mengatakan kalau kau itu memintaku untuk menerima Kaisar Han, Apakah kau tahu aku tidak menyukai pria yang sudah mempunyai istri, apalagi seorang pria bekas wanita lain." jawab Yura yang terlihat melotot. seolah-olah kedua bola matanya itu ingin keluar dari kelopak matanya.
"Ya tidak seperti itu kali..,Masa' gitu aja kok marah." jawab dayang Lin.
"Kalau begitu.., kalau kau tidak ingin aku marah Tutup mulutmu rapat-rapat. karena aku tidak suka mulutmu itu terus berjalan-jalan, dayang." ucap Yura yang kemudian merebahkan tubuhnya di gazebo tempat dia pertama kali bertemu dengan Kaisar Han.
"Bahaya ini..,kalau dia benar-benar marah padaku, bisa-bisa Nona Yura tidak akan mau menolongku apalagi kalau sampai Aku membantah semua kata-katanya." guman dayang Lin dalam hati.
Semilir angin yang ada di tempat itu membuat Yura yang berada ada di tempat itu matanya sedikit tertutup. Dia benar-benar merasakan kesejukan yang sangat luar biasa, begitu tenang, begitu menyenangkan hingga membuat dirinya terlelap begitu dalam. seorang pria terlihat menatap Yura dari tempat yang begitu jauh. dia bukanlah Kaisar Han, melainkan dia adalah salah satu siluman yang menghuni tempat tersebut.
"Namanya adalah Akagi.seorang siluman rubah merah penguasa tertinggi para siluman yang ada di alam siluman. siluman rubah merah menatap Yura yang sedang terlelap, dayang Lin terlihat terus menatap majikan yang memiliki wajah cantik hingga membuatnya benar-benar sangat iri.
"Kenapa tiba-tiba tubuhku merinding ya." ucap dayang Lin yang kemudian menggosok-gosok kedua tangannya, dia merasakan ada sesuatu, namun Yura tetap saja terlelap dalam mimpinya.
"Kenapa suasananya makin membuatku ketakutan seperti ini ya? apa ada sesuatu, kalau ada sesuatu Bagaimana ini? apalagi Kaisar Han tidak ada di sini." ucap dayang Lin.
Akagi yang berada di tempat itu, pria itu menatap Yura terus-menerus. seorang manusia yang memiliki aura begitu luar biasa, begitu cantik hingga membuatnya tergoda oleh Yura.
"Aku pasti akan mendapatkan wanita ini menjadi istriku, lihat saja aku akan menjadikannya wanita satu-satunya dalam hidupku." ucap Akagi.
Suara hembusan nafas Yura, wanita itu tiba-tiba membuka matanya, dia berdiri sambil membersihkan tubuhnya.
"Ayo dayang, kita segera pergi dari sini, nanti Kaisar Han mencariku, kau tahu sendiri kalau aku hilang sebentar saja mulutnya sudah bawel seperti nenek-nenek yang selalu mencari anaknya di jalanan." jawab Yura.
"Kenapa, kenapa Nona mengatakan hal itu? kalau sampai Kaisar mengetahuinya apa kita tidak dipancung?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Biarin saja dia mau memancung kepalaku, Bagaimanapun yang penting pria itu adalah pria kurang ajar, berani sekali dia melakukan hal itu, dia sudah mempunyai istri malah ingin menjadikan aku istrinya." ucap Yura.
__ADS_1
Dayang Lin tidak bisa mengatakan apapun, karena memang Yura adalah sosok wanita yang tidak mau berbagi apapun, apalagi berbagi yang namanya suami. sebuah senyum terukir begitu indah diwajah Akagi, siluman rubah merah itu terus menatap wajah Yura.
Yura merasakan sesuatu, dia merasakan aura dari seseorang.
"Aku yakin di tempat ini ada orang lain, aku bisa merasakan kekuatan yang sangat berbeda. Aku merasakan sesuatu yang begitu berbeda dengan kekuatanku atau kekuatan Kaisar han.
Terlihat Yura kemudian pergi dari tempat itu, dia ingin orang yang sedang bersembunyi itu keluar karena dengan begitu Yura akan bisa menangkapnya atau memberikan dia pelajaran.
"Lihat saja, aku pasti akan segera menangkapmu, aku pasti akan membuatmu babak belur karena berani bersembunyi dan memata-matai ku." ucap Yura yang kemudian mengajak dayang Lin.
Sesegera mungkin Yura pergi dari tempat itu, sekarang Yura mulai pandai membuat siasat, wanita itu tiba-tiba menggunakan ilmu peringan tubuhnya dan menghilang ke sebuah tempat. Seorang pria sudah keluar dari tempat itu, dia memakai pakaian berwarna hitam dengan rambut berwarna putih dan raut wajah yang begitu menawan.
Sesaat kemudian terlihat Yura melempar sesuatu kepada pria itu, Akagi dapat menangkap ranting yang sudah dilempar oleh Yura mungkin kalau orang biasa ranting itu sudah menancap di tubuhnya.
Kedua bola mata Akagi menatap ke arah asal ranting itu dilemparkan, di sana sudah terlihat seorang wanita cantik yang bertengger di dahan pohon.
"Siapa kau? Kenapa kau memata-matai aku, Apakah ada sesuatu yang kau inginkan dariku?!" seru Yura yang terlihat masih berada di batang pohon, wanita itu terus menatap nyalang seorang pria yang mempunyai penampilan yang sedikit aneh.
"Perkenalkan namaku adalah Akagi, aku adalah raja para siluman." jawab Akagi yang terlihat menatap mata Yura,
Yura mengerucutkan bibirnya, sesaat kemudian dia langsung menghilang dari tempat itu yang tiba-tiba menghilang dari hadapannya.
"Dewi, aku pasti Akan mendapatkanmu!!" seru Yura.
Tak ada suara yang keluar, karena Yura sudah berada di kerajaan tanah surgawi. terlihat seorang pria sudah berkacak pinggang di depan kediaman Yura, tidak salah lagi pasti dia adalah Kaisar Han.
"Yang mulia, Mengapa yang mulia berada di depan kediaman ku?" tanya Yura.
__ADS_1
"Kau dari mana saja dari pagi hingga malam, kau belum pulang juga dari mana!" seru kaisar Han.
"Ya ampunnn!!! kenapa sudah malam. padahal aku baru beberapa jam perginya." jawab Yura.
"Memangnya kau dengan siapa?" tanya kaisar Han kepada Yura.
"Oooo, tadi aku bertemu dengan seorang pria." jawab Yura.
"Pria?! pria siapa!!" seru Kaisar Han yang begitu tidak terima kalau Yura bertemu dengan seorang Pria.
"Namanya alami.., apa namanya alami, dayang?" tanya Yura.
"Akagi, nona. dia siluman rubah merah yang menguasai seluruh kerajaan siluman." jawab dayang Lin.
"Apa Coba kau katakan tadi, Siapa nama Pria tadi?" tanya Kaisar Han kepada dayang Lin.
"Namanya Akagi, yang mulia. dia adalah raja dari para siluman." jawab dayang Lin. terlihat sang Kaisar terdiam dia langsung menarik tangan hingga Yura terbawa suatu tempat.
"Ada apa yang mulia? Kenapa kau menyeret ku, kau kira aku ini barang apa diseret-seret!!" seru Yura.
Sebuah lukisan, sebuah lukisan yang benar-benar begitu mirip dengan seorang pria yang tadi ditemui oleh Yura dan dayang Lin.
"Bagaimana bisa kau bertemu dengan pria itu, istriku. dia adalah pria yang sangat berbahaya, dia akan mengambil jiwa orang-orang yang menemuinya." jawab Kaisar Han.
Yura menatap wajah sang kaisar yang benar-benar terlihat begitu cemas. "Tidak mungkin Yang mulia, lagipula dia tidak melakukan apapun padaku kalau dia berani melakukan sesuatu padaku, lihat saja akan ku tebas dia menjadi 2." jawab Yura.
"Tidak semudah itu, dia adalah raja dari para kaum siluman, kita tidak akan mudah mengalahkannya." jawab Kaisar Han.
__ADS_1
>>> bersambung <<<