
"Bagaimana mungkin ada tempat seperti ini di sini." ucap Kaisar Han yang melihat para makhluk-makhluk yang sangat mirip seperti siluman peri iblis dan lain sebagainya.
"Ada apa Kaisar Han? kenapa kau sangat terkejut dengan makhluk-makhluk yang ada di sini, Apakah kau tidak mengenali mereka?" tanya pria tua kepada kaisar Han.
"Entahlah master, tapi mereka seperti para siluman, peri bidadari dan bangsa iblis. lalu Mengapa mereka benar-benar sangat berbeda dengan apa yang saya sebutkan tadi?" tanya kaisar Han yang membuat Yura terus menatap suaminya lalu, menatap pria tua.
"Kakek tua, sebenarnya mereka ini siapa?" tanya Yura sambil menunjuk satu persatu para makhluk yang ada di depannya.
"Sudahlah, lebih baik kalian istirahat dahulu. Besok aku akan menceritakan semua mengenai para makhluk ini." jawab Yura yang kemudian membuka segel yang menutupi tempatnya. sebuah tempat yang begitu indah, begitu megah, begitu besar dan begitu menyejukkan mata.
"Kakek tua, di mana kamar yang harus aku tempati? Aku benar-benar butuh istirahat." ucap Yura yang terlihat memasuki sebuah pondok namun pondok itu terlihat benar-benar sangat besar.
"Kau pilih saja sesuka mu, kau beristirahatlah dahulu aku dan suamimu akan berbincang-bincang!" seru Pria tua yang membuat Yura menganggukkan kepalanya. wanita itu tidak peduli Yang penting dia mau tidur dahulu dan mengistirahatkan tubuhnya.
Setelah Yura masuk kedalam pondok itu, sesaat kemudian pria tua mengajak Kaisar Han untuk berbicara mengenai sesuatu yang benar-benar sangat penting.
"Ada apa master? Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?" tanya Yura kepada pria tua.
"Bagaimana kondisimu? apakah kau baik-baik saja?" tanya Pria tua yang membuat Kaisar Han menatap seorang pria yang mungkin usianya sudah ratusan tahun.
"Tentu saja saya baik-baik saja, kakek. Memangnya ada apa?" tanya kaisar han yang berbicara tidak terlalu formal.
"Aku tidak pernah mengira kalau istrimu mempunyai kekuatan yang sangat besar, bahkan kekuatan itu mungkin sudah mampu membuka gerbang dimensi terlarang." jawab pria tua.
Kaisar Han menganggukan kepalanya, sesaat kemudian dia menghela nafasnya begitu kasar.
__ADS_1
"Tentu saja Kakek, kami sudah tahu kalau kami mungkin sudah bisa keluar dari tempat ini. namun aku ingin membuat istriku berada disini untuk beberapa saat. aku harus membuatnya bisa mengontrol tenaganya agar dia tidak menghancurkan segala sesuatu Jika dia sudah kembali ke dunia kami. kekuatannya yang terlalu besar itu mungkin saja akan membuat kami semua dalam kondisi yang tidak bisa mengendalikan kekuatan itu." jawab Kaisar Han.
"Ternyata kau sudah mengetahui hal itu, kalau begitu aku serahkan semuanya padamu. Aku yakin kalau kau bisa membuat istrimu mengendalikan kekuatannya. karena kekuatan yang dimiliki oleh istrimu itu benar-benar sangat luar biasa, jika dia tidak mampu mengendalikan kekuatannya maka istrimu bisa menjadi penghancur dunia Para manusia." jawab pria tua.
"Itulah yang aku takutkan, kakek. aku takut kalau istriku tidak bisa mengendalikan kekuatannya. hal itu akan berakibat sangat fatal." jawab Kaisar Han.
"Tapi kalau aku lihat istrimu bisa mengendalikan kekuatannya, jika tidak dia tidak mungkin masih tersadar saat dia menggunakan kekuatan yang sangat besar." jawab kakek tua.
Sesaat kemudian datang seorang wanita cantik seperti seorang bidadari, terlihat wanita itu berusaha untuk mendekati kakek tua dan kaisar Han.
"Kalau kau ingin tetap hidup panjang Lebih baik kau tidak usah mendekati pria ini. jika sampai wanita yang ada di dalam pondok itu keluar dan mengetahui kau berusaha untuk mendekati pria ini, maka nyawamu akan musnah dalam hitungan jentikkan jari saja." ucap kakek tua yang membuat persilangan antara peri dan bidadari langsung menghilang.
"Ternyata Kakek sangat tahu bagaimana sifat istri ku." ucap kaisar Han sambil tersenyum.
"Ada apa kakek? kenapa tiba-tiba berhenti, Apakah ada sesuatu yang ingin kakek bicarakan?" tanya kaisar Han kepada kakek tua.
"Sebenarnya kerajaan air yang dipimpin oleh Dewa Air telah runtuh, kerajaan itu telah dihancurkan oleh Dewa matahari bersama putranya." ucap kakek tua sambil menatap wajah Kaisar Han.
"Apa maksud kakek?" tanya Kaisar Han.
"Dengarkanlah Aku Kaisar Han, kerajaan air yang dipimpin oleh ayah mu sudah hancur. bahkan beberapa kerajaan yang ada di dunia bawah laut juga sudah hancur. Dewa bumi tidak mampu menolong ayahmu, bahkan sekarang Dewa bumi sudah dipenjara di bawah tanah bersama dengan ayahmu." ucap kakek tua.
"Maksud kakek apa?" tanya kaisar Han.
"Kita harus bersiap-siap untuk segala hal yang akan terjadi, Kau dan istrimu harus memperkuat diri kalian. jika tidak kita tidak akan tahu apa yang terjadi." ucap kakek tua.
__ADS_1
"Lalu, apakah kakek tidak berusaha untuk membantu kami?" tanya Kaisar Han kepada kakek tua.
"Dengarkan aku Kaisar Han, aku tidak mungkin keluar dari dimensi ini. dimensi ini adalah tempatkuz nyawaku dan duniaku. jika aku keluar dari dimensi ini maka aku akan sirna dalam hitungan detik saja." Jawab pria tua.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan kakek?" tanya Kaisar Han.
"Segera kau keluar dari dimensi ini, persiapkan dirimu dan istrimu. kalian harus secepatnya menolong orang-orang yang ada di bumi, menolong Para manusia yang telah disiksa oleh Dewa matahari." ucap kakek tua.
"Mampukah kami melakukannya, kakek?" tanya Kaisar Han.
"Tentu saja kalian mampu melakukannya, jika kalian tidak mampu melakukannya kalian tidak akan tersedot di dimensi ini. dimensi ini adalah dimensi terlarang. Tidak semua orang bisa memasuki dunia ini dan tidak semua orang bisa dengan seenaknya nya." jawab kakek tua.
"Kalau begitu aku dan istriku sudah ditakdirkan untuk masuk ke dunia ini?" tanya Kaisar Han.
"Mungkin saja, mungkin saja takdir sudah mempersiapkan segalanya mengenai kalian berdua." jawab kakek tua.
Malam semakin larut, berbeda dengan dunia Para manusia. terlihat Dewa Air dan Dewa bumi sudah dipenjarakan oleh Dewa matahari di Sebuah tempat yang begitu khusus, hingga membuat 2 Dewa itu tidak akan bisa keluar dengan mudah.
"Apa yang harus kita lakukan, Dewa? Aku tidak mampu menggunakan kekuatanku." ucap Dewa Air kepada dewa bumi.
"Aku tidak tahu, Dewa. bahkan bumi tempatku berkuasa soal lah bumi itu sudah menolak ku." jawab Dewa bumi.
"Kita tidak boleh menyerah Begitu saja, Dewa. Kita harus mencari cara untuk mengalahkan dewa matahari dan putranya." ucap Dewa Air yang terlihat benar-benar tidak mampu untuk mengendalikan dirinya. kekuatannya sudah diambil oleh Dewa matahari, Hal itu membuat Dewa air tidak bisa melakukan apapun.
*** bersambung ***
__ADS_1